Badung (Atnews) - Fraksi Partai Gerindra Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Badung soroti terjadinya krisis air bersih di wilayah Kuta Selatan.
Seperti yang terjadi di desa Pecatu, Kutuh, Ungasan, Jimbaran, Sawangan dan desa sekitarnya. Debit air pada layanan yang ada juga masih belum sepenuhnya lancar dan nyaman.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Fraksi Partai Gerindra I Wayan Puspa Negara saat membacakan pemandangan umum fraksinya dalam rapat paripurna DPRD Badung, Kamis (5/11).
Oleh karena itu Fraksi Gerindra berharap penambahan modal sebesar Rp 150 milyar ke Perumda Air Minum Tirta Mangutama harus tuntaskan krisis air bersih yang ada di Kuta Selatan.
Karena itu pula Gerindra mendorong percepatan peningkatan debit air saat ini dari 800 liter per detik menjadi 2.000 liter per detik.
Disamping juga perlu adanya perluasan jaringan, dan perkuatan pengadaan teknologi desalinasi dengan metode Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) perubahan air laut menjadi air tawar.
"Penyertaan modal sebesar Rp150 miliar ini agar menjadi momentum bagi PDAM Tirta Mangutama untuk berkomitmen bahwa krisis air bersih di Badung Selatan dan sekitarnya dituntaskan," demikian Puspa Negara. (Mur/002).