Gianyar (Atnews) – Di tengah rangkaian Karantina Nasional Pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2026 di Bali, para finalis mengunjungi Bali Eling Spirit, Jumat (6/11/2026).
Pertemuan ini mempertemukan konsep wellness tourism dengan peran generasi muda dalam membawa kekayaan dan kearifan lokal Indonesia ke panggung yang lebih luas.
Ajang Duta Pariwisata Indonesia 2026 berlangsung di Bali pada 4–8 November dan mengusung tema “Desa Wisata Bangkit, Indonesia Mendunia”. Rangkaian kegiatan akan mencapai puncaknya dalam Grand Final di GWK Cultural Park pada Sabtu (7/11/2026).
Kunjungan ke Bali Eling Spirit menjadi bagian dari perjalanan para finalis untuk mengenal beragam pengalaman dan potensi pariwisata Bali.
Bali Eling Spirit merupakan bagian dari Eling Group yang diprakarsai oleh Sri Bhagawan Sriprada Bhaskara, atau yang akrab dipanggil Aji Bhagawan, bersama Ibu Jero Ratni.
Bali Eling Spirit menghadirkan ruang aman dengan pengalaman transformatif untuk membantu setiap orang menemukan kejernihan, terhubung kembali dengan jati diri, dan menjalani hidup dengan tujuan.
Founder Duta Pariwisata Indonesia, I Putu Andre Purnama Mahendra, menyampaikan harapannya agar wellness tourism yang berakar pada kearifan Bali dapat dikenal dunia tanpa kehilangan nilai dan kedalaman maknanya.
“Kami berharap wellness tourism yang berbasis kearifan Bali dapat semakin dikenal dan mendunia. Duta Pariwisata Indonesia memiliki peran dan tanggung jawab untuk membawa cerita tentang kekayaan daerah kepada masyarakat luas.
Para finalis dapat ikut memperkenalkan bahwa pariwisata bukan hanya tentang destinasi, tetapi juga tentang nilai, budaya, dan pengalaman bermakna yang hidup di dalamnya,” ujar Andre.
Dalam kunjungan tersebut, para finalis mengikuti sesi meditasi dan sound healing yang dipandu oleh Yogi Su dan Yogi Putra selaku Yogi dan Healer di Bali Eling Spirit.
Pengalaman ini memperkenalkan pendekatan wellness Bali Eling Spirit melalui kesadaran terhadap napas, suasana hening, serta suara instrumen seperti singing bowl dan shaker biji kenari.
Grand Winner Duta Pariwisata Indonesia 2025 asal Jawa Tengah, Nabila Nur Faiza Fadly, turut berbagi pengalamannya mengikuti sesi tersebut.
“Melalui sesi sound healing dan meditasi ini, saya bersama dengan semua finalis Duta Pariwisata Indonesia 2026 mendapatkan ketenangan batin dan menemukan jeda untuk tubuh kami sendiri.
Di tengah rangkaian kegiatan yang cukup padat, pengalaman ini memberi kami kesempatan untuk berhenti sejenak, lebih menyadari tubuh dan pikiran, serta hadir penuh pada momen yang sedang dijalani,” kata Nabila.
Yadu Nandana, Head of Bali Eling Spirit, mengatakan bahwa pengalaman wellness dapat menjadi bagian penting dari perjalanan wisata karena memberi ruang bagi pengunjung untuk tidak hanya melihat suatu tempat, tetapi juga merasakan dan memaknainya.
“Kami ingin memperkenalkan Bali Eling Spirit sebagai ruang bagi siapa pun untuk mengambil jeda, kembali terhubung dengan dirinya, dan menemukan kejernihan.
Kami berharap para finalis membawa pulang pengalaman ini dan dapat menceritakan kepada publik bahwa Bali juga menawarkan perjalanan yang memperkaya kesejahteraan diri,” ujar Yadu.
Sebagai simbol doa dan harapan bagi para finalis, Bali Eling Spirit menyiapkan gelang Tridatu untuk masing-masing peserta.
Mereka saling memasangkan gelang tersebut sebagai ungkapan dukungan dan doa baik agar sukses menjalankan tugas sebagai Duta Pariwisata Indonesia 2026.
Pada kesempatan ini, turut diperkenalkan Sang Spa sebagai salah satu unit layanan dari Eling Group yang menghadirkan layanan tulus melalui pengalaman restoratif untuk membantu merilekskan tubuh, hati, pikiran, dan jiwa.
Para peserta juga diajak mengenal lebih jauh aktivitas Bali Eling Spirit serta panduan untuk bermeditasi dan melakukan yoga secara mandiri di rumah melalui berbagai video edukatif di kanal YouTube Bali Eling Spirit.
Melalui kunjungan ini, Bali Eling Spirit berharap dapat turut memperluas pengenalan wellness tourism yang berakar pada kearifan Bali. Kolaborasi pengalaman antara pelaku wellness dan generasi muda duta pariwisata diharapkan membuka ruang bagi lebih banyak cerita tentang Bali sebagai destinasi yang menawarkan keindahan, kebudayaan, sekaligus pengalaman untuk menemukan kembali keseimbangan diri. (Z/002)