Orasi Ilmiah di STAH Dharma Nusantara, Stafsus Menag Gugun Gumilar Tekankan Pancasila dan Penguasaan Teknologi
Banner Bawah

Orasi Ilmiah di STAH Dharma Nusantara, Stafsus Menag Gugun Gumilar Tekankan Pancasila dan Penguasaan Teknologi

Admin 2 - atnews

2026-10-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Orasi Ilmiah di STAH Dharma Nusantara, Stafsus Menag Gugun Gumilar Tekankan Pancasila dan Penguasaan Teknologi
Dies Natalis ke-XXXII sekaligus Wisuda XXIV STAH DN (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) - Staf Khusus Menteri Agama Republik Indonesia Gugun Gumilar menyampaikan orasi ilmiah dalam rangka Dies Natalis ke-XXXII sekaligus Wisuda XXIV Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Agama Hindu dan Wisuda XI Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Komunikasi Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta di Gedung BKOW Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026).

Dalam orasi ilmiahnya, Gugun menekankan pentingnya menempatkan Pancasila sebagai landasan kehidupan berbangsa dan bernegara, sekaligus melihat nilai-nilai yang terkandung di dalamnya sebagai bagian dari kearifan lokal (local wisdom) yang menjadi kekuatan bangsa Indonesia dalam menghadapi perubahan zaman.

Orasi tersebut disampaikan dalam momentum Dies Natalis dan wisuda STAH Dharma Nusantara Jakarta yang mengusung tema “Sarva Jñāna Tattva dalam Kearifan Lokal Nusantara Berwawasan Global.” Tema tersebut menjadi relevan dengan pesan yang disampaikan Gugun mengenai pentingnya menjaga akar nilai bangsa sekaligus membuka diri terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Momentum tersebut sekaligus menandai kelulusan 38 sarjana, terdiri atas 21 lulusan Program Studi Pendidikan Agama Hindu dan 17 lulusan Program Studi Ilmu Komunikasi Hindu.

Pancasila sebagai Landasan Kehidupan Bangsa

Dalam paparannya, Gugun mengawali orasi dengan menempatkan pembangunan manusia Indonesia tidak hanya dari perspektif kemajuan material, tetapi juga dari kekuatan nilai yang menjadi fondasi kehidupan bersama.

Menurutnya, Pancasila merupakan landasan penting dalam kehidupan bangsa dan negara. Nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila menjadi bagian dari kearifan yang tumbuh dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan menjadi kekuatan dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.

Pembangunan sumber daya manusia, menurut Gugun, karena itu tidak cukup hanya menghasilkan manusia yang memiliki kemampuan intelektual, tetapi juga membutuhkan karakter, nilai, dan kesadaran sebagai bagian dari bangsa Indonesia.

Ia menekankan bahwa pembangunan nasional harus berjalan seiring dengan penguatan kualitas manusia serta kehidupan masyarakat yang sejahtera dan rukun.

“Yang dibangun Presiden Prabowo bukan hanya jalan dan gedung, tapi yang paling utama adalah manusia Indonesia yang cerdas, sejahtera, dan rukun. Itulah fondasi sejati menuju Indonesia Emas 2045,” ujar Gugun saat membuka orasi ilmiahnya.

Kearifan Lokal sebagai Kekuatan Menghadapi Perubahan

Gugun kemudian mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dengan pentingnya menjaga kearifan lokal dalam menghadapi perkembangan global.

Menurutnya, kemajuan tidak harus dimaknai sebagai meninggalkan identitas dan nilai yang telah menjadi akar kehidupan masyarakat. Sebaliknya, kearifan lokal dapat menjadi fondasi untuk membangun manusia yang mampu beradaptasi dengan perubahan tanpa kehilangan jati dirinya.

Hal tersebut sejalan dengan tema Dies Natalis ke-XXXII STAH Dharma Nusantara Jakarta yang menempatkan kearifan lokal Nusantara dan wawasan global dalam satu kesatuan.

Dalam konteks pendidikan tinggi Hindu, nilai-nilai keagamaan dan kearifan Nusantara dapat menjadi bekal bagi lulusan untuk berkontribusi dalam kehidupan masyarakat sekaligus menghadapi tantangan dunia yang semakin dinamis.

Kemajuan Umat Harus Berjalan Bersama Sains dan Teknologi

Setelah menekankan pentingnya fondasi nilai dan kearifan lokal, Gugun mendorong umat Hindu untuk tidak tertinggal dalam perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Menurutnya, nilai dan identitas tidak cukup hanya dipertahankan, tetapi perlu diaktualisasikan sesuai dengan perkembangan zaman. Karena itu, generasi muda Hindu perlu memiliki kemampuan untuk memahami, menguasai, dan memanfaatkan perkembangan sains dan teknologi.

“Untuk memajukan agama kita adalah kita harus bisa beradaptasi dengan kekuatan sains dan teknologi,” ujar Gugun.

Pesan tersebut menjadi penting bagi para lulusan STAH Dharma Nusantara Jakarta yang akan memasuki dunia profesional maupun ruang pengabdian masyarakat. Penguasaan sains dan teknologi diharapkan dapat menjadi instrumen untuk memperluas kontribusi umat Hindu dalam berbagai bidang kehidupan.

Dengan demikian, kemajuan umat tidak hanya dibangun melalui penguatan nilai dan spiritualitas, tetapi juga melalui kemampuan untuk beradaptasi dengan perkembangan pengetahuan dan teknologi.

Dari Kearifan Lokal Menuju Wawasan Global

Gugun juga mengaitkan kemampuan beradaptasi dengan teknologi dengan tantangan menuju Indonesia Emas 2045. Menurutnya, generasi muda perlu memiliki kemampuan untuk mengambil manfaat dari perkembangan global tanpa kehilangan landasan nilai sebagai bangsa Indonesia.

Pendidikan menjadi salah satu ruang penting untuk membentuk sumber daya manusia yang memiliki keseimbangan antara pengetahuan, karakter, nilai kebangsaan, dan kemampuan menghadapi perkembangan zaman.

Dalam konteks STAH Dharma Nusantara Jakarta, pesan tersebut memperkuat makna tema “Sarva Jñāna Tattva dalam Kearifan Lokal Nusantara Berwawasan Global”.

Lulusan tidak hanya diharapkan menguasai bidang keilmuannya, tetapi juga mampu membawa nilai-nilai yang diperoleh selama pendidikan untuk menjawab kebutuhan masyarakat yang terus berkembang.

Orasi ilmiah Staf Khusus Menteri Agama RI tersebut menjadi bagian penting dalam rangkaian Dies Natalis ke-XXXII dan Wisuda XXIV S1 Pendidikan Agama Hindu serta Wisuda XI S1 Ilmu Komunikasi Hindu STAH Dharma Nusantara Jakarta.

Melalui momentum tersebut, STAH Dharma Nusantara Jakarta menegaskan perannya dalam melahirkan sumber daya manusia Hindu yang mampu berdiri di atas fondasi Pancasila dan kearifan lokal Nusantara, sekaligus memiliki kemampuan untuk beradaptasi dengan sains, teknologi, dan perkembangan global.

Sebanyak 38 sarjana yang diwisuda diharapkan mampu membawa nilai tersebut ke tengah masyarakat: berakar pada kearifan Nusantara, berlandaskan nilai kebangsaan, terbuka terhadap kemajuan, dan siap mengabdikan ilmu bagi umat, masyarakat, bangsa, dan negara (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Warga Binaan Rutan Bangli Ikut TMMD di Desa Peninjoan

Terpopuler

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

Bali-Timor Leste Business Forum 2026: KADIN Bali Bagikan Pengalaman jadi Tuan Rumah B20 KTT G20 Indonesia

Bali-Timor Leste Business Forum 2026: KADIN Bali Bagikan Pengalaman jadi Tuan Rumah B20 KTT G20 Indonesia