Denpasar (Atnews) – Di tengah pesatnya laju urbanisasi Kota Denpasar yang kini dihuni lebih dari 635.333 jiwa (data BPS Juni 2026), permasalahan perkotaan seperti kemacetan, alih fungsi lahan, krisis air, hingga keterbatasan Ruang Terbuka Hijau (RTH) menjadi fakta pahit harian warga.
Namun, di balik riuk dan sesaknya kota metropolis Bali tersebut, keberadaan Tukad Bindu membuktikan bahwa aksi nyata perawatan alam tetap mampu hadir menciptakan oase keasriannya sendiri.
Inisiator Pusat Pembelajaran Pertanian (Agro Learning Center / ALC) sekaligus Pegiat Lingkungan, I Nyoman Baskara, memberikan apresiasi mendalam terhadap konsistensi Komunitas Tukad Bindu yang telah mendedikasikan gerakan lingkungan selama lima belas tahun terakhir.
“Di balik kepenatan kota yang kian sesak, menepi di Tukad Bindu selalu menghadirkan kekaguman. Apa yang dilakukan oleh Pasukan Tukad Bindu adalah contoh sempurna dari 'Aksi Nyata Merawat Alam'. Ini bukan sekadar pembersihan sungai, melainkan model pemberdayaan ekowisata air terintegrasi yang patut menjadi percontohan di seluruh Bali,” ujar I Nyoman Baskara, Sabtu (10/10/2026).
Gerakan pemulihan ini tak lepas dari peran dua tokoh kunci, yakni Gusti Agung Manik (Jung Nik) dan Gus Arik. Bersama para pejuang lingkungan lokal, mereka melintasi berbagai lika-liku perjuangan serta pengorbanan untuk meyakinkan masyarakat bantaran sungai agar mau mengubah pola pikir dalam menjaga ekosistem air.
Perjuangan gigih tersebut membuahkan hasil manis. Berkat pendekatan berbasis komunitas dan prinsip "Tekad Mulia Memberdayakan Alam untuk Sesama", masyarakat sekitar menyambut gerakan ini dengan sangat antusias. Sinergi ini juga mengundang perhatian dan atensi berkelanjutan dari Pemerintah Kota Denpasar.
Saat ini, Tukad Bindu tidak hanya menjadi penyeimbang ekologis dan tempat rekreasi publik yang langka di ibu kota, tetapi juga berhasil menyedot perhatian hingga tingkat internasional melalui kunjungan berbagai lembaga dunia.
Guna menjaga denyut kebersamaan dan mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya kebersihan sungai, Komunitas Tukad Bindu menggelar acara "Lomba Mancing" pada Sabtu, 10 Oktober 2026. Kegiatan ini menjadi momentum pengingat bahwa sungai yang bersih dan sehat mampu memberikan manfaat sosial maupun ekonomi bagi warga sekitar.
"Tak ada usaha baik yang sia-sia. Apa yang dirawat oleh Tim Tukad Bindu adalah bukti nyata bahwa jika kita menjaga alam, alam akan menjaga kita. Terima kasih dan sukses untuk seluruh tim. Let's Save Bali," tutup Nyoman Baskara. (YOG-001)