Denpasar (Atnews) – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Dosen Hindu Indonesia (DHI) mengeluarkan pernyataan sikap resmi dalam menyambut gelaran Mahasabha XIII Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI). Sebagai insan akademis, DHI menegaskan komitmennya untuk ikut merawat persatuan umat, memperkuat pengabdian kelembagaan, serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) Hindu Indonesia berbasis pengetahuan dan Dharma.
Ketua Umum DPP Dosen Hindu Indonesia, Prof. Dr. Drs. I Wayan Suja, M.Si., menyampaikan bahwa Mahasabha XIII PHDI harus menjadi momentum strategis dan bermartabat untuk menghasilkan arah kebijakan serta kepemimpinan yang berorientasi pada kemajuan umat.
"Keberhasilan kelembagaan hendaknya dinilai dari manfaat nyata bagi pendidikan, kesejahteraan, pelayanan keagamaan, dan kualitas kehidupan umat. Oleh karena itu, kami mendukung Mahasabha XIII PHDI yang menjunjung tinggi kebijaksanaan, keterbukaan, dan tanggung jawab," tegas pengurus DPP DHI dalam pernyataan sikap resminya di Denpasar, Kamis (8/10/2026).
Dalam pernyataan sikap tersebut, DHI menyoroti pentingnya penempatan pengembangan SDM Hindu sebagai agenda prioritas utama. Langkah strategis ini mencakup perluasan akses pendidikan, penyediaan beasiswa berbasis prestasi dan kebutuhan, penguatan kompetensi pendidik, pendampingan karier, hingga regenerasi kepemimpinan.
DHI menekankan perhatian khusus bagi generasi muda dan umat yang berada di wilayah terpencil atau menghadapi keterbatasan ekonomi. Untuk mewujudkannya, diperlukan basis data yang valid, alokasi pendanaan berkelanjutan, serta evaluasi yang terbuka.
Selain itu, DHI secara tegas mendorong PHDI untuk aktif meningkatkan literasi umat dan menggaungkan aktivitas intelektual melalui kolaborasi lintas organisasi. Integrasi antara nilai Dharma, ilmu pengetahuan, dan riset akademik dinilai sangat krusial untuk menjawab tantangan perubahan sosial serta perkembangan teknologi modern secara etis.
Menyikapi dinamika internal umat, Dosen Hindu Indonesia menyerukan agar setiap perbedaan pendapat diselesaikan melalui forum samvāda, yakni dialog yang jujur, setara, terbuka, intelek, dan berorientasi pada solusi bersama.
"Samvāda menuntut kesediaan untuk saling mendengar, kejernihan argumentasi, serta penghormatan terhadap pihak yang berbeda. Penghinaan, penyebaran tuduhan tanpa dasar, dan pengerahan sentimen yang memicu perpecahan harus dihindari," tulis DPP DHI.
Untuk isu-isu yang berlarut-larut, DHI menyarankan pembentukan forum mediasi yang melibatkan unsur keagamaan, akademisi, dan tokoh masyarakat guna merumuskan solusi konkret yang disepakati bersama.
Guna mendukung kemajuan Hindu di Nusantara, DHI mendorong PHDI untuk menerapkan tata kelola organisasi yang transparan, akuntabel, partisipatif, dan berkesinambungan. Sebagai insan perguruan tinggi, para dosen Hindu menyatakan kesiapannya untuk berkontribusi aktif melalui program pendidikan, penelitian, pendampingan, dan pengabdian masyarakat.
"Keragaman tradisi dan budaya adalah kekayaan Hindu Nusantara yang bersatu dalam Dharma. Persatuan umat Hindu hendaknya menjadi pilar utama dalam memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia," tutup pernyataan tersebut. (YOG-001)