India-Indonesia Roundtable Menyoroti Potensi Bali sebagai Hub bagi Produk India dan Perdagangan Pertanian
India-Indonesia Roundtable Menyoroti Potensi Bali sebagai Hub bagi Produk India dan Perdagangan Pertanian
Admin 2 -
atnews
2026-09-01
Bagikan :
India-Indonesia Roundtable (ist/atnews)
Badung (Atnews) - Konsulat Jenderal India di Bali menyelenggarakan India-Indonesia Trade, Investment and Development Roundtable dengan tema “Reviving the Spice and Agricultural Route” di Renaissance Bali Nusa Dua Resort.
Kegiatan ini mempertemukan institusi pemerintah, perwakilan dunia usaha, UMKM, serta para pemangku kepentingan dari sektor pertanian dan sektor terkait.
Roundtable ini menyoroti hubungan perdagangan dan budaya yang telah terjalin lama antara India dan kepulauan Indonesia, khususnya melalui sejarah perdagangan rempah-rempah dan komoditas pertanian.
Diskusi membahas berbagai peluang untuk mengembangkan hubungan historis tersebut menjadi kerja sama perdagangan, investasi, dan kemitraan bisnis yang lebih kuat di masa kini.
Dalam sambutannya, Konsul Jenderal India, Dr. Shashank Vikram, menekankan pentingnya memperdalam hubungan ekonomi antara India dan Indonesia serta menciptakan lebih banyak peluang bagi pelaku usaha, UMKM, dan produsen sektor pertanian.
Ia juga menyoroti potensi strategis Bali sebagai hub untuk mempromosikan produk-produk India sekaligus memfasilitasi akses yang lebih luas ke pasar Indonesia.
Dr. Satish Mishra, Founder of the Arthashastra Institute, menyoroti hubungan perdagangan India-Indonesia yang telah berlangsung selama berabad-abad melalui berbagai komoditas seperti cengkeh, pala, lada, dan kopi.
Ia menekankan pentingnya peningkatan nilai tambah dan kolaborasi di bidang pengolahan antara kedua negara, sehingga kerja sama tidak hanya berfokus pada ekspor bahan mentah, tetapi juga dapat menghasilkan produk dengan nilai ekonomi yang lebih tinggi.
Roundtable ini juga menghadirkan pemaparan dari Bank Indonesia dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bali, yang membahas dukungan bagi UMKM, kerja sama QRIS-RBI, Surat Keterangan Asal (Certificate of Origin), tren perdagangan, serta produk-produk utama yang diperdagangkan antara Bali dan India.
Amit Sharma, Associate Manager – Food & Allied, Invest India, turut hadir secara virtual untuk memaparkan peluang investasi di sektor pengolahan pangan India, termasuk rempah-rempah, perikanan dan akuakultur, serta daging dan produk unggas.
Kegiatan ditutup dengan diskusi interaktif mengenai peluang praktis untuk memperluas perdagangan, investasi, akses pasar, dan jejaring bisnis, dengan potensi besar pada komoditas rempah-rempah, kopi, rumput laut, serta komoditas pertanian bernilai tinggi lainnya.
Inisiatif ini menegaskan kembali komitmen Konsulat Jenderal India di Bali dalam memperkuat kerja sama ekonomi antara India dan Indonesia, sekaligus mendorong Bali untuk menjadi salah satu pintu gerbang penting bagi produk India, investasi, dan kemitraan bisnis di Indonesia (Z/002)