Ubah Strategi Pemasaran Usaha Industri Pariwisata  ke Digital
Banner Bawah

Ubah Strategi Pemasaran Usaha Industri Pariwisata  ke Digital

Atmadja - atnews

2019-11-27
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ubah Strategi Pemasaran Usaha Industri Pariwisata  ke Digital
Slider 1
Nusa  Dua,  26/11 (Atnews) - Asisten Deputi Pengembangan Pemasaran II Regional I Kementerian Pariwisata, Ekonomi dan Kreatif (Kemenparekraf) Vinsensius Jemadu mengharapkan para pelaku industri pariwisata  mengubah strategi pemasaran mengarah digital.
"Saat ini tidak cukup hanya bicara internet saja, tetapi memilih platform digital yang digemari para wisatawan," kata Vinsensius di Denpasar, Selasa (26/11).
Hal itu disampaikan ketika acara Meituan - Dianping Bali Business Sharing Conference untuk menarik market wisata Tiongkok ke Bali. 
Potensi wisatawan Tiongkok begitu besar ke melalui platform Meituan, karena termasuk pemain teknologi tiga besar, dua lainnya yakni Alibaba dan Tecent.
"Suka tidak suka harus kerjasama dengan platform model tersebut dalam mempertahankan bisnis industri pariwisata, apalagi akan memasuki 5G, bukan hanya berkutat 4G," ujarnya. 
Dengan kemajuan digital,  terjadi pergeseran cara berwisata,  awalnya melalui grup, saat hanya berkelompok dengan beberapa orang saja. 
Hal itu tentunya memerlukan pemadu wisata bahasa Mandarin yang lebih banyak lagi, 3-5 lipat daripada biasanya.  
Sementara itu,  Ketua Umum Nawa Cita Pariwisata Indonesia (NCPI) Dr I Gusti Kade Sutawa yang  memiliki pengurus 12 DPW atau 12 provinsi mengakui promosi pariwisata agar mengikuti trend milineal. 
"Gunakan gaya dan bahasa milineal agar promosi tetap relevan dengan perkembangan zaman," ujarnya. 
Upaya itu telah sejalan dengan program pemerintah Provinsi Bali dalam mewujudkan "Smart Island".
Platform Meituan yang sudah digunakan sekitar 440 juta orang atau 30 persen dari penduduk Tiongkok.
Pangsa pasar itu begitu besar,  apalagi jumlah wisatawannya datang ke Bali terbanyak mengalahkan Australia.
Sedangkan Advisor Meituan Leon Yang memaparkan peluang Meituan yang begitu  besar di Bali. 
Oleh karena Meituan dapat menjawab segala kebutuhan informasi wisatawan dari mulai berangkat hingga sampai pada tujuan. 
Mulai dari menampilkan berbagai jenis makanan, tiket, pembelanjaan dan hiburan.
Sebagian besar pengguna dari kalangan pemuda dan wanita yang suka travelling.  (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Bali Kembangkan Singkong 5000 Ha di Lahan Kering

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali