Lewat Pengenalan Seni, Ny. Putri Koster Harap Tumbuh Kembang Anak Bisa Optimal
Banner Bawah

Lewat Pengenalan Seni, Ny. Putri Koster Harap Tumbuh Kembang Anak Bisa Optimal

Artaya - atnews

2019-05-04
Bagikan :
Dokumentasi dari - Lewat Pengenalan Seni, Ny. Putri Koster Harap Tumbuh Kembang Anak Bisa Optimal
Slider 1
Denpasar, 4/5 (Atnews) - Seni sangat penting dikenalkan pada anak-anak. Selain mengajarkan kreativitas pada anak-anak seni juga akan menggali bakat mereka. Pengenalan seni menjadi cara mengarahkan emosi anak ke hal positif. Sehingga kenakalan remaja seperti tawuran bisa berkurang. Anak-anak juga diharapkan selalu menggali potensi seni yang dimiliki. Selain itu, pemantauan juga penting dilakukan orang tua agar tumbuh kembang anak optimal. 
Hal itu disampaikan Bunda Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Provinsi Bali Ny. Putri Suastini Koster saat menjadi keynote speaker pada kegiatan seminar dengan tema "Pentingnya Pengenalan Seni Pada Usia Dini Bagi Tumbuh Kembang Anak" di Gedung Sewaka Dharma, Lumintang, Denpasar, Sabtu (4/5).
"Seminar seni penting diberikan, mengingat seni berperan penting dalam membentuk karakter anak bila diperkenalkan sejak dini. Pengenalan seni juga sudah di ketahui sebagai penyeimbang pertumbuhan dan perkembangan otak kanan dan kiri," ujar Ny. Putri Koster.
Ditambahkan Ny. Putri Koster, masa anak-anak adalah masa dimana perkembangan otak berjalan sangat efektif. Pada masa ini anak akan dikenalkan pada banyak hal yang akhirnya menimbulkan rasa ingin tahu yang kadang berlebihan. Di masa ini pula bakat serta potensi akademis dan non akademis dari anak bermunculan dan sangat potensial untuk disalurkan ke berbagai bidang pendidikan, salah satunya pendidikan seni usia dini.
"Seperti kita ketahui, jaman sekarang anak lebih sering bermain gadget. Padahal itu tidak bagus bagi tumbuh kembang anak, peran orang tua sangat penting untuk mengawasi hal ini mengingat banyak konten negatif bisa ditemui oleh anak-anak melalui gadget tersebut. Orang tua harus aktif mengajarkan kepada sang anak untuk kegiatan atau aktivitas yang positif, seperti halnya yang dilakukan oleh Bali Kumara dengan memperkenalkan seni kepada anak-anak. Baik seni musik, menari maupun seni lainnya, ini sangat bagus buat anak," ujarnya.
Lebih lanjut dikatakan Ny. Putri Koster, melalui pendidikan seni usia dini, anak-anak yang diberikan kesempatan untuk belajar dan terlibat dalam seni tidak hanya memperoleh pengetahuan dan pemahaman akan seni, tapi juga manfaat di bidang bahasa, keterampilan, kesiapan prasekolah, apresiasi musik, percaya diri dan pemahaman akan dirinya sendiri. 
"Lewat pengenalan seni sejak usia dini, kita berharap tumbuh kembang anak bisa optimal. Tak hanya itu, hal ini kita harapakan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan anak," imbuhnya.
Pada kesempatan tersebut, Ny. Putri Suastini Koster Berkesempatan menyumbangkan sebuah Puisi berjudul Ujung Pengembaraan Sampan Tua karya Dhenok Kristianti. (A*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Apakah Itu Wisatawan yang Berkualitas

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali