IPM Bali Tembus 80,03, Masuk Lima Besar Nasional: Momentum Membangun Manusia Unggul dan Sejahtera

IPM Bali Tembus 80,03, Masuk Lima Besar Nasional: Momentum Membangun Manusia Unggul dan Sejahtera

Admin 2 - atnews

2026-11-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - IPM Bali Tembus 80,03, Masuk Lima Besar Nasional: Momentum Membangun Manusia Unggul dan Sejahtera
Trisno Nugroho (ist/atnews)
Oleh Trisno Nugroho 

Di tengah perhatian masyarakat terhadap pertumbuhan ekonomi, investasi, dan perkembangan pariwisata, terdapat kabar menggembirakan dari rilis Badan Pusat Statistik (BPS) pada 5 November 2026.

Bali kembali mencatat kemajuan penting dalam pembangunan kualitas manusia. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bali tahun 2026 mencapai 80,03, meningkat dari 79,37 pada tahun sebelumnya.

Capaian ini menempatkan Bali pada peringkat kelima nasional, sekaligus berhasil naik kelas dari kategori pembangunan manusia tinggi menjadi sangat tinggi. 

Bali berhasil mempertahankan posisi lima besar nasional selama dua tahun berturut-turut. Pada 2026, hanya lima provinsi yang mencapai kategori sangat tinggi, yakni DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Kepulauan Riau, Kalimantan Timur, dan Bali. Bahkan, IPM Bali berada di atas rata-rata nasional sebesar 76,59. Prestasi ini patut diapresiasi.

Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh tingginya pertumbuhan ekonomi atau banyaknya wisatawan yang datang, tetapi juga oleh masyarakat yang semakin sehat, berpendidikan, produktif, dan memiliki kesempatan hidup lebih baik.

Kemajuan Kualitas Manusia Bali Semakin Nyata

Peningkatan IPM Bali didukung kemajuan pada tiga dimensi utama, yakni kesehatan, pendidikan, dan standar hidup masyarakat. 

Umur harapan hidup masyarakat Bali meningkat menjadi 75,68 tahun, harapan lama sekolah mencapai 13,64 tahun, dan rata-rata lama sekolah meningkat menjadi 9,95 tahun.

Sementara itu, pengeluaran riil per kapita yang disesuaikan meningkat 3,06 persen menjadi Rp15,85 juta per tahun. Indikator ini mencerminkan perbaikan standar hidup, meskipun bukan ukuran langsung pendapatan atau gaji rata-rata masyarakat.

Perkembangan positif juga terlihat pada ketenagakerjaan. Tingkat Pengangguran Terbuka Bali pada Agustus 2026 turun menjadi 1,42 persen, jauh lebih rendah dibandingkan nasional sebesar 4,75 persen. 

Yang menarik, proporsi pekerja formal meningkat dari 49,53 persen menjadi 51,31 persen. Demikian pula proporsi pekerja penuh waktu meningkat dari 73,02 persen menjadi 76,66 persen. 

Namun, masih terdapat tantangan. Jumlah penduduk bekerja sedikit menurun dibandingkan tahun sebelumnya, sementara tingkat setengah pengangguran meningkat menjadi 3,62 persen.

Artinya, perbaikan kualitas pekerjaan tetap harus diikuti perluasan kesempatan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat.

Bali tidak cukup hanya memiliki tingkat pengangguran yang rendah. Yang lebih penting adalah semakin banyak masyarakat memperoleh pekerjaan produktif, penghasilan layak, dan kesempatan membangun masa depan yang lebih baik.

Bali Maju, Seluruh Wilayah Harus Ikut Maju
Capaian menggembirakan lainnya adalah seluruh kabupaten/kota di Bali telah berada dalam kategori pembangunan manusia tinggi atau sangat tinggi. Denpasar mencatat IPM tertinggi sebesar 86,33, disusul Badung 84,72, Gianyar 81,62, dan Tabanan 80,23.

Keempat wilayah tersebut telah memasuki kategori sangat tinggi. Sementara itu, Buleleng, Jembrana, Klungkung, Bangli, dan Karangasem juga terus mengalami kemajuan, meskipun masih berada pada kategori tinggi.

Namun, kesenjangan pembangunan manusia antarwilayah perlu mendapat perhatian. Selisih IPM tertinggi antara Denpasar dan Karangasem meningkat sedikit dari 13,74 poin pada 2025 menjadi 13,92 poin pada 2026. Hal ini mengingatkan bahwa kemajuan pembangunan Bali belum sepenuhnya merata.

Anak-anak di Karangasem, Bangli, Buleleng, Jembrana, dan wilayah perdesaan lainnya harus memperoleh kesempatan pendidikan, pelayanan kesehatan, keterampilan, serta peluang kerja yang semakin baik, sebagaimana masyarakat di pusat-pusat pertumbuhan ekonomi Bali.

Pemerataan bukan berarti seluruh daerah harus berkembang dengan cara yang sama. Setiap kabupaten memiliki potensi dan keunggulan yang dapat dikembangkan, mulai dari pertanian, perikanan, ekonomi kreatif, industri pengolahan, hingga pariwisata berkualitas.

Keberhasilan pembangunan Bali akan semakin bermakna apabila kemajuan tidak hanya terkonsentrasi di wilayah yang sudah maju, tetapi juga membuka kesempatan lebih luas bagi masyarakat di seluruh Bali.

Membangun Masa Depan Bali Melalui Kualitas Manusia

Memasuki 2027, peningkatan kualitas sumber daya manusia perlu menjadi salah satu prioritas pembangunan Bali. Pendidikan dan pelatihan harus semakin terhubung dengan kebutuhan dunia kerja. 

Generasi muda perlu dibekali keterampilan yang relevan dengan perkembangan pariwisata berkualitas, ekonomi digital, industri kreatif, pertanian modern, dan berbagai kegiatan ekonomi produktif.

Di sisi lain, pemberdayaan perempuan, penguatan UMKM, peningkatan produktivitas petani, serta perluasan kesempatan kerja di desa perlu terus didorong.

Pariwisata Bali yang berkembang harus memberikan manfaat lebih luas melalui penyerapan tenaga kerja lokal, penggunaan produk pertanian dan UMKM Bali, serta penguatan usaha masyarakat. 

Dengan demikian, kemajuan ekonomi sekaligus menjadi penggerak peningkatan kualitas hidup. Percepatan pemerataan pendidikan, kesehatan, infrastruktur dasar, dan kesempatan ekonomi di Bali Utara, Timur, dan Barat juga harus semakin diperkuat.

Arah tersebut sejalan dengan Transformasi Ekonomi Kerthi Bali dan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali, yang menempatkan kesejahteraan manusia, kelestarian alam, dan kekuatan budaya sebagai fondasi pembangunan.

IPM Bali sebesar 80,03 dan posisi lima besar nasional merupakan prestasi yang membanggakan. Namun, capaian tersebut bukanlah titik akhir, melainkan pijakan untuk membangun Bali yang semakin berkualitas, produktif, dan merata.

Ke depan, keberhasilan pembangunan Bali bukan sekadar mempertahankan peringkat nasional, tetapi memastikan setiap warga memiliki kesempatan yang semakin baik untuk hidup sehat, memperoleh pendidikan berkualitas, bekerja secara produktif, dan menikmati kesejahteraan.

Bali yang maju adalah Bali yang masyarakatnya semakin berkualitas, generasi mudanya memiliki masa depan, petaninya semakin sejahtera, desa-desanya semakin berkembang, serta kemajuan pembangunan dapat dinikmati oleh seluruh wilayah.

Inilah optimisme baru pembangunan Bali: bukan hanya ekonomi yang terus bertumbuh, tetapi juga kualitas manusia yang semakin meningkat, kesempatan yang semakin merata, dan kesejahteraan yang semakin luas, dengan tetap menjaga alam dan budaya Bali bagi generasi mendatang (tnu).

*) Trisno Nugroho - Pengamat Ekonomi dan Pariwisata

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi: Investasi Kilang Minyak Membuka Lapangan Kerja

Terpopuler

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Gonjang-ganjing Politik Nasional, Bagaimana dengan Ekonomi Kita?

Gonjang-ganjing Politik Nasional, Bagaimana dengan Ekonomi Kita?

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional