Antisipasi Krisis Pangan Dunia

Antisipasi Krisis Pangan Dunia

Admin 2 - atnews

2026-11-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Antisipasi Krisis Pangan Dunia
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Saat ini, dunia lagi sangat serius perhatian soal pangan. Setidaknya sudah 33 negara yang mengumumkan agar warganya menyiapkan diri untuk antisipasi situasi darurat. Karena gejolak geopolitik, El Nino, distribusi terganggu dan produksi turun.

Indeks harga pangan dunia saat ini naik 5,8% , serealia naik 17,2% dan minyak nabati naik 18,3%. Saat bersamaan banyak negara mengalami turun daya belinya. Nyaris tiada guna, sekalipun negara banyak uang dan kaya alamnya jika tanpa swasembada pangan.

Bagaimana kondisi Indonesia terkini?

Kita harus bersyukur, saat ini swasembada pangan utamanya beras. Ini kekuatan daya tahan luar biasa, karena strategi kebijakan Pemerintah yang tepat. Walaupun harga pangan Indonesia ikut naik akibat harga pupuk naik dan harga bahan baku pakan ternak juga naik.

Namun demikian harus sangat waspada karena semua rencana besar strategi yang dibahas oleh Kepala Negara beserta Menterinya, ada potensi telah diketahui oleh asing. Karena selama ini ternyata disadap justru oleh Kapolri yang harusnya terdepan mengamankannya.

Konkretnya, harga daging sapi saat ini teramat mahal. Karena kita dominan impor bersumber dari Australia, di sana harga direkayasa oleh para oligarki agar dinaikkan harga sapi. Begitu juga energi (BBM) bisa jadi memang dihambat oleh oligarki agar langka dan mahal.

Tentu berdampak serius bagi masyarakat Indonesia yang sedang turun daya belinya. Karena pangan mahal dan BBM sulit didapat juga mahal harganya. Ini pemantik keresahan masyarakat dan turunnya kepercayaan rakyat kepada pemerintah. Di media massa dan medsos heboh.

Belum lagi ditambah oleh kebakaran hutan dan lahan (karhutla) akibat iklim sangat ekstrem beda dari biasanya. Kondisi situasi ini jadi bumbu teramat sedap.

Apalagi kalau ditambah uang dari oligarki yang sakit hati karena sawit dan tambang ilegal disita negara serta penertiban invoicing.

Selain rangkaian di atas masih ada rupiah yang melemah dan harga saham jatuh. Sungguh sangat tidak bisa dibayangkan jika kita tanpa swasembada pangan saat ini. Pasti meriah panasnya, karena pangan selalu jadi sebab utama kemarahan rakyat di sebuah negara.

Uraian di atas rangkaian kejadian di negara kita saat ini. Itulah penjelmaan dari penjabaran di lapangan hasil penyadapan yang dilakukan oleh Kapolri berserta tim jahatnya selama ini.

Tentu akan sangat mudah kalau mau cipta kondisi agar demo massa. Karena cukup uang recehan saja bagi kelompok oligarki.

Ilmu hikmahnya, konkret bahwa ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan nasional. Ketahanan pangan dan pertahanan negara adalah satu paket yang tidak bisa terpisahkan.

Maka hal mutlak harus swasembada pangan, apalagi dunia lagi krisis. Di balik itu, adalah peluang emas bagi praktisi agribisnis seperti saya ini.

Untuk itu saya mengajak kawula muda agar mau menjemput bola pada kesempatan emas ini, jadi praktisi agribisnis yang inovatif agar kompetitif.

Yang pasti pesan dalam Kitab Suci "Tuhan tiada kan mengubah nasib suatu bangsa (diri kita), jika bangsa tersebut tidak mau mengubah nasibnya sendiri".

*) Wayan Supadno, Entrepreneurship

Baca Artikel Menarik Lainnya : Smartdesa C@shless No.1

Terpopuler

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional

Kemenpar Perkuat Sinergi Komunikasi Publik, Dorong Pariwisata Indonesia Lebih Berkualitas

Kemenpar Perkuat Sinergi Komunikasi Publik, Dorong Pariwisata Indonesia Lebih Berkualitas