Universitas Mahendradatta Cetak Generasi Muda Kritis dan Berkarakter Lewat Pelatihan Jurnalistik & Lomba Mading ke-20 Tingkat Provinsi Bali

Universitas Mahendradatta Cetak Generasi Muda Kritis dan Berkarakter Lewat Pelatihan Jurnalistik & Lomba Mading ke-20 Tingkat Provinsi Bali

Admin 2 - atnews

2026-11-07
Bagikan :
Dokumentasi dari - Universitas Mahendradatta Cetak Generasi Muda Kritis dan Berkarakter Lewat Pelatihan Jurnalistik & Lomba Mading ke-20 Tingkat Provinsi Bali
Senator DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali AWK (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) — Universitas Mahendradatta kembali membuktikan konsistensinya dalam mengawal kualitas literasi dan karakter generasi muda di Pulau Dewata. Kampus ini resmi membuka ajang Pelatihan Jurnalistik dan Lomba Mading Siswa Hindu Tingkat Provinsi Bali ke-20, Jumat (6/11/2026), di Gedung BPMP Provinsi Bali. 

Mengusung tema strategis "Menuju Indonesia Emas Tahun 2045", perhelatan akbar yang memasuki usia dua dekade ini diikuti oleh 25 tim pilihan dari tingkat SMP, SMA, dan SMK negeri maupun swasta dari sembilan kabupaten/kota di Bali.

Acara pembukaan yang berlangsung meriah ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Senator DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.(Tru)., M.Si. atau yang akrab disapa AWK, serta perwakilan Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali.

Mewakili Rektor Universitas Mahendradatta, Wakil Dekan 3 Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisip), Dr. I Ketut Kasna, S.Sos., MH., MAP., MM., dalam sambutannya mengungkapkan rasa bangga atas pencapaian program tahunan yang telah menginjak tahun ke-20 ini. Ia menilai bahwa kegiatan ini menjadi wadah konkret dalam menghidupkan tradisi komunikasi, informasi, dan kreativitas di lingkungan sekolah.

"Ini adalah jurnalistik yang ke-20. Senator kita memberikan sesuatu yang bagus di Bali. Tidak ada universitas manapun yang bisa dan mampu melaksanakan ini, Senator kita mampu, bagus dan terukur," ungkap Dr. Ketut Kasna saat membuka acara secara resmi.

Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar mengikuti rangkaian pelatihan dan perlombaan dengan penuh semangat (enjoy and happy), tanpa merasa terbebani oleh persaingan antarsekolah.

Sementara itu, Senator DPD/MPR RI Utusan Provinsi Bali Dr. Shri I Gusti Ngurah Arya Wedakarna Mahendradatta Wedasteraputra Suyasa III, S.E., M.(Tru)., M.Si. dalam arahannya memberikan motivasi mendalam kepada para pelajar mengenai pentingnya profesi jurnalistik dan pembuatan majalah dinding (mading). Ia menepis anggapan bahwa kehadiran media sosial membuat mading atau jurnal sekolah menjadi usang.

Menurut AWK, proses pembuatan berita melatih kemampuan analitis yang tinggi, mulai dari teknik melobi narasumber hingga menyusun pertanyaan yang tajam.

"Tetapi adik-adik harus sadar bahwa ketika seseorang membuat berita itu dia memerlukan suatu analisis pemikiran, dia akan mencari narasumber, dia akan belajar lobi-lobi, dan menegakkan yang namanya etika wartawan, yaitu cover both sides. Seimbang," tegas AWK.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa seorang jurnalis sekolah dituntut untuk menguasai teknik peliputan yang komprehensif, mulai dari penyiapan perangkat dokumentasi, merumuskan sudut pandang (angle/POV) yang menarik, hingga memilih judul yang mampu menggugah minat pembaca.

Dalam perlombaan mading kali ini, aspek kedalaman konten dan pengangkatan isu-isu yang sedang tren akan menjadi poin penialaian penting bagi dewan juri, melampaui sekadar estetika dekorasi.

Menanggapi perkembangan teknologi yang pesat, AWK turut menyoroti posisi Kecerdasan Buatan (Artificial Intelligence / AI) dalam lanskap jurnalistik kontemporer. Ia mengibaratkan AI sebagai mata pisau bermata dua yang dapat memberikan dampak positif maupun negatif.

"AI itu sebenarnya seperti apa ya, mata pisau ya, bisa positif, bisa negatif. Positifnya bisa mempermudah seseorang untuk mencari, mengakses, meng-layout. Negatifnya, membuat agak lebih malas ya untuk risetnya.

Tapi itulah namanya dunia, kita adaptasi aja. Yang penting ada tata etika. Yang paling penting dalam pers adalah cover both sides," jelas AWK.

Ia berpesan agar para siswa tidak menjauhi teknologi AI, melainkan memanfaatkannya secara bijak sebagai alat bantu pengembangan diri, sementara riset mendalam dan verifikasi fakta tetap berada di tangan manusia.

Melalui rangkaian pelatihan ini, para peserta dibekali pengetahuan praktis mengenai teknik mencari, mengolah, menulis, dan menyajikan informasi yang bertanggung jawab.

Sementara itu, lomba mading dihadirkan sebagai ruang aktualisasi diri untuk menuangkan kreativitas visual sekaligus menyampaikan pesan-pesan positif.

Ketua Panitia, Kadek Sintya Ariani, bersama jajaran panitia berharap kegiatan ini dapat berjalan lancar serta memberikan kontribusi nyata dalam melahirkan insan pers muda yang profesional, independen, kreatif, inovatif, dan berintegritas tinggi.

Dengan terselenggaranya kompetisi ini secara konsisten selama 20 tahun, Universitas Mahendradatta kembali membuktikan komitmennya dalam membina generasi muda Bali yang unggul, berdaya saing, dan siap menjadi motor penggerak pembangunan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Antiga Siapkan TOSS untuk Sampah Plastik

Terpopuler

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Longsor Penginapan Eco Park Pelaga, Peringatan Keras Tata Kelola dan Pengawasan Akomodasi Wisata

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

Wamenaker Ajak Generasi Muda Perkuat Kompetensi Hadapi Perubahan Dunia Kerja

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Ancaman Serius Keamanan Negara: I Wayan Sudirta Minta Motif Penyadapan Presiden Dibongkar ke Akar-akarnya

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional

Perkuat Ekosistem Keuangan Syariah, OJK Luncurkan Cetak Biru Strategis Nasional

Kemenpar Perkuat Sinergi Komunikasi Publik, Dorong Pariwisata Indonesia Lebih Berkualitas

Kemenpar Perkuat Sinergi Komunikasi Publik, Dorong Pariwisata Indonesia Lebih Berkualitas