Raih Guinness World Records, Labda Nation Fashion Week Musim Ke-3 Tampilkan 67 Busana Tekstil Ramah Lingkungan di Sira Village KEK Kura Kura Bali

Raih Guinness World Records, Labda Nation Fashion Week Musim Ke-3 Tampilkan 67 Busana Tekstil Ramah Lingkungan di Sira Village KEK Kura Kura Bali

Admin 2 - atnews

2026-10-30
Bagikan :
Dokumentasi dari - Raih Guinness World Records, Labda Nation Fashion Week Musim Ke-3 Tampilkan 67 Busana Tekstil Ramah Lingkungan di Sira Village KEK Kura Kura Bali
Labda Nation Fashion Week Musim Ke-3 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – PT Labda Anugerah Tekstil sukses menorehkan sejarah baru lewat gelaran Labda Nation Fashion Week Musim III bertajuk Threads of Legacy yang berlangsung di Sunset Mandala Stage Sira Village Grand Outlet Bali (GOB), Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali, Rabu (28/10).

Labdanation Fashion Week Season III mengusung ambisi mencatatkan nama Indonesia dalam Guinness World Records melalui peragaan 67 busana berbahan tekstil bersertifikat berkelanjutan.

Bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, ajang ini secara resmi memecahkan rekor dunia Guinness World Records untuk peragaan busana dengan menampilkan busana tekstil bersertifikat keberlanjutan (sustainability) terbanyak.

Pada kesempatan itu, Labdanalion Fashion Week Talkshow yang mengusung tema "Perkembangan Industri Tekstil Nasional Menuju Pasar Global yang Berintegritas dan Beretika dalam Menciptakan Pelaku Bisnis yang Berstandar Internasional". 

Dengan  menghadirkan Operational Director  PT. Labdan Anugerah Tekstil Wijaya Ng, Kepala Balai Besar Tekstil Kementerian Perindustrian Hagung Eko Prayoko, S.TP., M.Sc, Sekretaris Jenderal API (Asosiasi Pertekstilan Indonesia) DKI Jakarta Baari Lainggi, General Manager Testex Pipit Fitriyani Hayati, Managing Director PT. Arfia Megah Benjamin Bambang Juwono, Direktur  PT. Intuisi Tata Bestari Sari Suwarni Rahayu, S.T., M.T, Product Specialist Konica Minolta Sujang Subekti, General Manager Morrato Bali Ignas Dwi Marchita.

Pencapaian rekor dunia tersebut dikonfirmasi langsung oleh perwakilan Guinness World Records, Mr. Justin, setelah melalui proses penilaian ketat bersama para saksi ahli. Dalam ajang ini, sebanyak 67 set busana berunsur tekstil ramah lingkungan berhasil ditampilkan di atas panggung, melampaui batas minimum kualifikasi rekor sebesar 60 item.

"Malam ini, di acara Labda Nation Fashion Week, jumlah desain bersertifikat keberlanjutan yang ditampilkan di atas panggung adalah 67 item. Ini artinya pencapaian tersebut secara resmi telah menjadi Guinness World Record! Selamat!" ujar Mr. Justin.

Sementara itu, Operational Director PT Labda Anugerah Tekstil, Wijaya Ng, mengungkapkan bahwa keberhasilan ini merupakan buah manis dari kerja keras dan kolaborasi lintas pemangku kepentingan yang telah berjuang selama satu tahun penuh. Rekor dunia ini dipersembahkan sebagai hadiah serta wujud bukti nyata semangat pemuda bagi bangsa Indonesia.

"Winning World Record yang hari ini kita dapatkan adalah hasil kerja kolaborasi dari semua stakeholder. Bukan hanya satu perusahaan, tetapi banyak komponen yang terlibat.

Rekor ini kita persembahkan untuk bangsa Indonesia yang melambangkan bahwa dengan kolaborasi kuat, integritas, dan etika yang bagus, kita bisa berbuat sesuatu dan membuktikan memecahkan rekor dunia di Hari Sumpah Pemuda ini," tegas Wijaya Ng.

Wijaya mengatakan ajang tersebut mengangkat warisan budaya Nusantara melalui kolaborasi industri tekstil, desainer, dan pelaku usaha kreatif. Upaya pemecahan rekor dunia itu mengusung kategori The Most Sustainability by Certified Textile Clothing in a Fashion Show.

“Jadi adalah nanti yang terbanyak, karena kami cadangkan di 60 baju, tapi kami siapkan di 67,” kata Wijaya.

Ia menjelaskan, busana yang ditampilkan tidak hanya dinilai dari jumlahnya, tetapi juga sertifikasi tekstil yang digunakan serta penerapan prinsip keberlanjutan dalam proses produksinya. Menurutnya, keberlanjutan mencakup aspek lingkungan, sosial, ekonomi, dan budaya.

“Yang namanya berkelanjutan itu sangat luas sekali, mulai dari perhatian terhadap sosial, ekonomi, dan lingkungan. Semua komponen ada di dalam, bukan hanya menyangkut produk, tapi juga bagaimana menyangkut sosialnya, budayanya, ekonominya, lingkungannya,” ujarnya.

Untuk memastikan pemenuhan kriteria rekor, adjudikator dari Inggris telah berada di Bali sejak sehari sebelum acara. Proses audit juga dilakukan terhadap busana yang ditampilkan untuk memastikan kesesuaian dengan standar internasional.

Wijaya menyebutkan, bahan tekstil yang digunakan berasal dari serat alam, di antaranya katun dan rayon. Selain itu, desain dari 67 busana yang diperagakan telah memiliki hak kekayaan intelektual (HAKI) masing-masing desainer.

“Ya, karena bahan yang digunakan adalah bahan yang sudah tersertifikasi ramah lingkungan. Bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga sistemnya, prosesnya berkelanjutan,” katanya.

Ia menegaskan, target pemecahan rekor tersebut tidak dapat dicapai oleh satu perusahaan saja. Kolaborasi antarpelaku industri dinilai menjadi kunci untuk memperkuat daya saing industri tekstil nasional.

“Kita harapkan industri kita di Indonesia bukan berkompetitor saling mematikan, tapi saling melengkapi, saling mengisi sesuai dengan kalian masing-masing,” ujarnya.

LFW Season III melibatkan lima desainer atau jenama, yakni Murotto Bali, Kinira, IDEB Bali, Yuna, dan Novel Mice. Keterlibatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta mahasiswa desain menjadi bagian dari upaya memperluas peluang industri fesyen Indonesia.

Wijaya secara khusus menyoroti peran IDEB Bali dalam mendorong mahasiswa agar mampu mengembangkan usaha dengan standar internasional setelah menyelesaikan pendidikan.

“Yang paling penting adalah IDB (Institut Desain Bali). Karena kami ingin mahasiswa-mahasiswa kami nanti setelah keluar dari perkuliahan itu menjadi pelaku bisnis yang berstandar internasional,” katanya.

Pemilihan Bali sebagai lokasi penyelenggaraan juga berkaitan dengan posisi pulau ini sebagai etalase Indonesia di hadapan pasar internasional. Wijaya berharap kegiatan fesyen berskala global tidak hanya terpusat di kota-kota mode dunia seperti Paris, tetapi juga dapat berkembang di Indonesia.

“Bali itu adalah etalase Indonesia. Dan hari ini kita catat rekor itu di Bali, etalase internasional,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi dukungan pihak The Sira dalam menyediakan lokasi penyelenggaraan. Menurut Wijaya, profil resor tersebut turut melalui proses verifikasi Guinness World Records sebagai bagian dari persyaratan penyelenggaraan.

Sedangkan, Direktur Sira Village, Steven Seng, menyambut hangat penyelenggaraan peragaan busana berkelanjutan ini di wilayah KEK Kura Kura Bali. Menurutnya, tema Threads of Legacy sangat sejalan dengan visi Sira Village yang meyakini bahwa kemajuan industri busana modern harus berjalan seimbang dengan kepedulian terhadap kelestarian budaya Bali dan lingkungan hidup bagi generasi mendatang.

"Keberlanjutan adalah tentang apa yang kita ciptakan hari ini dan apa yang kita tinggalkan untuk generasi mendatang. Di Sira Village, kami percaya bahwa kemajuan harus berjalan seiring dengan kepedulian terhadap kebudayaan Bali, lingkungan alam, dan masyarakatnya.

Selamat menikmati pertunjukan dan mari kita rayakan busana yang memberikan ketegasan makna serta meninggalkan warisan yang berarti," pungkas Steven Seng.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Tekstil (BBSPJI Tekstil) Kementerian Perindustrian, Hagung Eko Pawoko, S.TP., M.Sc., menyoroti pentingnya dukungan pemerintah terhadap industri tekstil dalam negeri, termasuk melalui fasilitas pengujian dan sertifikasi.

Ia menjelaskan, pemerintah menyediakan sejumlah fasilitasi bagi pelaku industri. Untuk UMKM, terdapat fasilitas diskon biaya sertifikasi sebesar 25 persen. Adapun sertifikasi awal industri hijau diberikan secara gratis, sedangkan pelaku industri selanjutnya membayar biaya pengawasan berkala atau surveillance.

Terkait tantangan industri tekstil nasional, Hagung menyinggung masuknya produk tekstil bekas ke Indonesia serta kebutuhan akan regulasi yang dapat memperkuat perlindungan produk dalam negeri.

“Ya, sebenarnya sudah umum ya untuk Bapak, Ibu, teman-teman semua tahu bahwa banyak sekali produk tekstil yang bekas ya masuk ke Indonesia, itu salah satu tantangannya,” katanya.

Ia menjelaskan, pemerintah telah memberlakukan standar bagi produk yang masuk ke Indonesia. Pembatasan impor juga telah dilakukan oleh Kementerian Perdagangan, meski menurutnya perlindungan terhadap industri tekstil nasional masih perlu diperkuat melalui regulasi.

“Belum ada regulasi untuk melindungi tekstil nasional,” ujarnya.

Hagung menyebutkan, pemerintah tengah menggodok rancangan undang-undang (RUU) tentang tekstil. Selain itu, terdapat rencana pemerintah untuk mengakuisisi sejumlah pabrik tekstil melalui Danantara sebagai salah satu upaya mendukung industri dalam negeri.

Mengenai ketersediaan bahan baku, ia mengatakan pasokan dalam negeri masih relatif aman. Namun, industri sempat menghadapi kenaikan harga bahan baku impor hingga 40 persen.

“Kalau dalam negeri insya Allah aman. Untuk bahan bakunya masih aman, jadi memang terkendala kemarin sempat ada kenaikan ini ya, kenaikan harga bijih impornya 40 persen. Ini kayaknya masih masih akan ini ya, masih akan berlanjut. Kita tunggu saja semoga ini semakin membaik ke depannya,” katanya.

Hagung menegaskan dukungan terhadap pengembangan produk tekstil dalam negeri agar mampu tumbuh dan bersaing di pasar nasional. Menurutnya, standardisasi, sertifikasi, dan kolaborasi antarpelaku usaha menjadi bagian penting dalam mendorong industri tekstil yang lebih berkelanjutan. (GAB/YOG/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Apresiasi Prestasi FOKBI Bali

Terpopuler

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG