Klungkung (Atnews) - Pemerintah Kabupaten Klungkung mengapresiasi langkah PT PLN (Persero) dalam memperkuat pasokan listrik di Nusa Penida melalui penambahan pembangkit sementara sekitar 2 megawatt (MW).
Langkah ini diharapkan dapat mengatasi keterbatasan daya yang sebelumnya memicu pemadaman bergilir, sekaligus menjaga keberlangsungan aktivitas masyarakat dan industri pariwisata di Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan.
Apresiasi tersebut disampaikan Bupati Klungkung I Made Satria saat meninjau PLTD Kutampi bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Klungkung dan manajemen PLN UID Bali, Senin (27/10).
Ia menegaskan bahwa kolaborasi pemerintah daerah dan PLN diperlukan untuk memastikan kebutuhan listrik masyarakat terpenuhi, terutama di kawasan yang aktivitas pariwisatanya berlangsung sepanjang hari.
“Kami tentu mendukung karena bagaimanapun pemerintah daerah harus berkolaborasi dan bersinergi dengan PLN. Apa yang bisa kami dukung melalui pemerintah daerah akan kami upayakan semaksimal mungkin,” ujar Satria.
Menurutnya, ketersediaan listrik yang andal menjadi kebutuhan penting bagi Nusa Penida sebagai destinasi pariwisata. Aktivitas usaha dan pelayanan kepada wisatawan membutuhkan pasokan listrik selama 24 jam sehingga gangguan pasokan berpotensi memengaruhi kenyamanan wisatawan dan keberlangsungan kegiatan ekonomi masyarakat.
Karena itu, ia berharap penambahan mesin pembangkit yang didatangkan PLN dari Lombok dapat membantu mengatasi keterbatasan daya dalam jangka pendek.
Upaya tersebut perlu dilanjutkan dengan penambahan kapasitas pembangkit dan solusi jangka panjang agar kebutuhan listrik di ketiga pulau dapat terpenuhi secara berkelanjutan.
“Kami berharap dengan mesin yang sudah didatangkan ini, pemadaman bergilir yang selama ini dikeluhkan masyarakat dapat diatasi. Nusa Penida merupakan daerah pariwisata yang membutuhkan listrik selama 24 jam.
Kami berharap langkah jangka pendek, menengah, dan panjang yang dilakukan PLN benar-benar dapat menyelesaikan persoalan kebutuhan listrik di Kecamatan Nusa Penida secara permanen,” katanya.
Selain memastikan keandalan pasokan, Satria menilai pengembangan energi baru terbarukan (EBT) perlu menjadi bagian dari upaya jangka panjang.
Hal ini sejalan dengan cita-cita menjadikan Nusa Penida sebagai Green Island atau pulau hijau, yang mengedepankan pengembangan kawasan pariwisata sekaligus pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan.
Menanggapi hal tersebut, General Manager PLN UID Bali, Ajrun Karim, menjelaskan bahwa PLN telah menyiapkan langkah penguatan sistem kelistrikan Nusa Penida secara bertahap, mulai dari penambahan pembangkit dalam jangka pendek, penguatan kapasitas dalam jangka menengah, hingga penjajakan sumber energi alternatif untuk jangka panjang.
Pada tahap awal, PLN telah mendatangkan mesin pembangkit dari Lombok yang terdiri atas dua unit berkapasitas masing-masing 800 kVA dan dua unit berkapasitas masing-masing 400 kVA, dengan total kapasitas terpasang 2,4 MVA.
Mesin tersebut disiapkan untuk menambah kemampuan pasokan listrik di Nusa Penida, yang kebutuhan dayanya pada beban puncak telah mencapai sekitar 18,5 MW.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemerintah Kabupaten Klungkung dalam upaya memperkuat pasokan listrik di Nusa Penida. Kami juga memohon maaf kepada masyarakat atas gangguan pasokan listrik yang terjadi sebelumnya akibat keterbatasan daya.
PLN terus mengupayakan langkah percepatan agar kebutuhan listrik masyarakat dapat terpenuhi dengan lebih baik,” ujar Ajrun.
Untuk tahap berikutnya, PLN menargetkan tambahan kapasitas pembangkit sebesar 5 MW pada November 2026. Mesin dijadwalkan mulai memasuki kawasan PLTD Kutampi pada awal November dan diharapkan dapat beroperasi secara bertahap mulai pertengahan bulan, dengan mempertimbangkan kesiapan teknis dan operasional.
Dalam jangka panjang, PLN mengkaji sejumlah alternatif pengembangan pembangkit untuk mengantisipasi pertumbuhan kebutuhan listrik Nusa Penida yang mencapai sekitar 12,28 persen per tahun, lebih tinggi dibandingkan Bali daratan yang sekitar 8,8 persen.
Opsi yang akan dikaji meliputi Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 4,5 MW di Suana, Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB) berkapasitas 10 MW di Puncak Mundi, serta potensi pembangkit berbasis amonia, hidrogen, dan biomassa.
PLN turut mengkaji kemungkinan penambahan kabel laut yang menghubungkan Nusa Penida dengan Bali daratan sebagai alternatif penguatan pasokan listrik.
Berbagai opsi tersebut masih memerlukan kajian lebih lanjut untuk memastikan kelayakan teknis, keekonomian, dan kesesuaiannya dengan kebutuhan sistem kelistrikan setempat.
Dalam perencanaan pengembangan energi bersih, pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) tetap disiapkan sebagai pembangkit cadangan untuk menjaga keandalan pasokan ketika diperlukan.
Melalui penanganan jangka pendek, menengah, dan panjang, PLN UID Bali berkomitmen memperkuatb keandalan sistem kelistrikan di Nusa Penida, Nusa Lembongan, dan Nusa Ceningan guna mendukung aktivitas masyarakat, keberlangsungan industri pariwisata, serta pengembangan kawasan yang lebih berkelanjutan (Z/002)