Respon Wagub Giri Tak Terlihat Dampingi Gubernur Koster saat Penanganan Kelangkaan BBM
Respon Wagub Giri Tak Terlihat Dampingi Gubernur Koster saat Penanganan Kelangkaan BBM
Admin -
atnews
2026-10-27
Bagikan :
Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta sempat ramai jadi perbincangan publik ketika Pulau Dewata mengalami kelangkaan bahan bakar minyak (BBM).
Publik mempertanyakan Wagub Giri tidak terlihat mendampingi Gubernur Bali Wayan Koster saat turun menangani kelangkaan bahan BBM yang memicu antrean panjang di sejumlah SPBU di Bali sejak 12 Oktober 2026.
Padahal, di tengah situasi tersebut Koster terlihat aktif berkali-kali berkoordinasi dengan Pertamina untuk mempercepat pasokan dan distribusi BBM, bahkan sampai turun langsung kelapangan mengecek keadaan masyarakat di bawah.
Menanggapi hal itu, Giri Prasta menegaskan dirinya dan Koster telah memiliki pembagian tugas dalam menjalankan pemerintahan. Ia menyebut tetap bekerja sesuai arahan gubernur dan turut dilibatkan dalam penanganan persoalan BBM, meski tidak terlihat mendampingi Koster saat turun ke lapangan.
“Kalau berbicara masalah pembagian tugas, memang kami sudah diarahkan sama Pak Gub. Dan Pak Gub bagi saya, selaku wakil gubernur beliau dan selaku masyarakat Bali, beliau sudah melaksanakan di atas all of the box,” kata Giri Prasta usai Sidang Paripurna di Kantor DPRD Bali, Senin (26/10/2026).
Giri Prasta menjelaskan, dirinya turut mendampingi Koster dalam rapat awal bersama pihak Pertamina dan sektor minyak dan gas bumi (migas). Dalam pertemuan tersebut, ia mengaku pihak terkait menyampaikan bahwa persoalan pasokan BBM akan segera diselesaikan. Namun, kondisi di lapangan ternyata tidak sesuai dengan informasi yang diterima saat itu.
“Yang pertama, ketika rapat pertama kami mendampingi, bahkan dari Pertamina dan Migas menyampaikan apa-apa besok aja clear. Akhirnya Pak Gubernur juga menyampaikan hal seperti itu, akhirnya di-prank. Gubernur kita di-prank pada saat itu. Kenyataan tidak seperti itu,” ujarnya.
Menurutnya, Koster tetap berupaya menangani persoalan tersebut di tengah agenda pemerintahan lainnya. Ia mencontohkan, setelah menghadiri acara pisah kenal Kapolda Bali, Koster langsung kembali mendatangi Pertamina untuk melanjutkan penanganan kelangkaan BBM. Giri Prasta mengaku tetap mendapat arahan untuk ikut membantu penyelesaian masalah hingga penanganan dilakukan di tingkat SPBU.
Ke depan, Pemprov Bali akan meminta data secara menyeluruh kepada PT Pertamina Patra Niaga terkait pasokan dan distribusi solar, BBM, serta LPG bersubsidi ukuran 3 kilogram. Data tersebut diperlukan untuk mengetahui kondisi pasokan dan menjadi dasar koordinasi dengan pemerintah pusat.
“Kami sekarang ini wajib hukumnya untuk minta data yang seutuhnya kepada PT Patra Niaga. Kaitannya dengan solar, BBM, dan gas LPG yang 3 kilo itu,” ujar politisi asal Desa Pelaga, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung itu.
Giri Prasta juga menyebut, selain meminta data pasokan BBM dan LPG kepada Pertamina Patra Niaga, pemerintah perlu mengantisipasi persoalan pasokan energi lainnya. Ia mengatakan, Pemprov Bali akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memastikan kebutuhan listrik tetap terpenuhi sehingga tidak terjadi blackout.
Ia juga membuka kemungkinan mengusulkan penambahan cadangan depo di Bali agar persoalan pasokan BBM tidak kembali terulang.
Mengenai pembagian tugas dengan Koster, Giri Prasta menjelaskan dirinya menjalankan tanggung jawab sesuai arahan gubernur, baik dalam urusan pemerintahan maupun kemasyarakatan. Penugasan tersebut dapat berupa menghadiri kegiatan yang didelegasikan, menjalankan urusan ke pemerintah pusat, hingga menangani kegiatan adat.
Menurut Giri Prasta, pembagian tugas tersebut merupakan bagian dari kewenangan masing-masing dalam menjalankan pemerintahan. “Dan tidak boleh wakil melampaui gubernur, enggak boleh,” tegas mantan Bupati Badung dua periode ini.
Ia menambahkan, gubernur dan wakil gubernur harus bersinergi dalam menjalankan pemerintahan. Menurutnya, tidak ada visi dan misi yang terpisah antara gubernur dan wakil gubernur, melainkan satu visi dan misi yang dijalankan bersama.
“Yang penting bagaimana caranya agar betul-betul paket ini, siapapun paket gubernur, walikota, dan bupati ini harus bersinergi. Dan saya sadar betul sebagai wakil gubernur, kita harus sebagai wakil daripada Pak Gubernur. Visi dan misi pun tidak ada visi dan misi wakil gubernur. Visi dan misi itu karena visi dan misi gubernur. Kami mendukung sepenuhnya,” tutup Giri Prasta. (Z/001)