Ilmu Hikmah: Kemauannya, Bukan Fasilitasnya

Ilmu Hikmah: Kemauannya, Bukan Fasilitasnya

Admin 2 - atnews

2026-10-25
Bagikan :
Dokumentasi dari - Ilmu Hikmah: Kemauannya, Bukan Fasilitasnya
Wayan Supadno (ist/atnews)
Oleh Wayan Supadno

Artinya faktor utama perubahan bukan semata-mata banyaknya fasilitas yang dimiliki, melainkan kuatnya kemauan untuk belajar, bekerja dan memperbaiki diri secara konsisten.

Fasilitas adalah alat bantu. Kemauan adalah penggerak. Tanpa kemauan, fasilitas yang berlimpah bisa menjadi sia-sia. Sebaliknya, kemauan yang kuat mampu mengubah keterbatasan menjadi peluang.

Berikut contoh nyata kaya ilmu hikmah, tinggal diambil pelajarannya oleh anak muda. Ditanamlah dalam hati dan dilengketkan dalam memorinya. Jadi imajinasi perubahan diri.

1). Petani Kaya Fasilitas, Tetapi Miskin Kemauan

Seorang petani memiliki lahan luas, modal besar, traktor, irigasi, dan akses pasar. Namun, ia malas belajar teknologi, tidak disiplin mengelola biaya, dan mengabaikan kualitas hasil panen.

Akibatnya modal habis, produktivitas rendah, dan usaha sulit berkembang.
Sebaliknya, petani bermodal terbatas tetapi rajin belajar, menghitung HPP, menjaga kualitas, dan membangun pasar bisa berkembang secara bertahap.

Ilmu hikmahnya modal tanpa kemauan bisa menjadi beban.

Keterbatasan fasilitas dapat diatasi dengan kreativitas dan kedisiplinan. Keberhasilan bukan hanya ditentukan oleh besarnya modal, tetapi juga kemampuan mengelolanya.

2). Pemerintah Memberikan Bantuan, Tetapi Masyarakat Tidak Mau Berubah

Masyarakat memperoleh bantuan bibit, pupuk, alat pertanian, dan pelatihan. Namun, bantuan tidak dimanfaatkan dengan baik karena kurangnya disiplin, kerja sama, dan kemauan memperbaiki pola usaha.

Sebaliknya, kelompok tani yang memiliki keterbatasan fasilitas tetapi mau bergotong royong, belajar, menjaga kualitas, dan mencari pasar bersama dapat membangun usaha yang lebih berkelanjutan.

Ilmu hikmahnya bantuan dapat meringankan kesulitan, tetapi tidak otomatis mengubah perilaku. Pembangunan yang berhasil membutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan.

Bantuan terbaik adalah bantuan yang menumbuhkan kemandirian, bukan ketergantungan.

Bagaimana pengalaman saya pribadi?

Sejak 2009 saya fokus bertani, walaupun saat itu cetak sawah 21 hektar di Jonggol Bogor menanam padi dan cabai. Belum pernah saya memakai pupuk subsidi pemerintah apalagi traktor maupun fasilitas panen bantuan pemerintah. Sejak nol tanpa punya lahan sejengkalpun saat itu, hingga ratusan hektar saat ini.

Karena saya anggap itu jadi sebab "kemandulan kemauan mandiri" saya pribadi. Jadi sebab kurang ide, kreatif dan inovatif. Maka terlahir kemauan keras membuat perubahan diri riset dan melahirkan ZPT Hormax, pupuk Bio Extrim dan Organox. Ilmu hikmahnya perubahan terjadi karena kemauan keras, bukan fasilitas semata (*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Riad Tingkatkan SDM lewat Yoga

Terpopuler

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG