Menpar Widiyanti Kukuhkan 638 Lulusan Poltekpar Bali, Siapkan SDM Bersaing di Tingkat Global

Menpar Widiyanti Kukuhkan 638 Lulusan Poltekpar Bali, Siapkan SDM Bersaing di Tingkat Global

Admin 2 - atnews

2026-10-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menpar Widiyanti Kukuhkan 638 Lulusan Poltekpar Bali, Siapkan SDM Bersaing di Tingkat Global
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana (ist/atnews)
Badung (Atnews) – Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengukuhkan 638 lulusan Politeknik Pariwisata (Poltekpar) Bali dalam wisuda yang berlangsung Kamis(22/10/2026), sebagai bagian dari upaya menyiapkan sumber daya manusia (SDM) berdaya saing global untuk memenuhi kebutuhan industri pariwisata yang terus berkembang.
 
Dalam sambutannya, Menteri Pariwisata Widiyanti menyampaikan selamat dan apresiasi kepada para wisudawan, orang tua, serta seluruh sivitas akademika Poltekpar Bali atas ketekunan dan kerja keras mereka.
 
Momentum wisuda tahun ini semakin istimewa karena untuk pertama kalinya Poltekpar Bali meluluskan enam peserta Program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL) pada Program Studi Pengelolaan Perhotelan. Program inimemberikan pengakuan terhadap pengalamankerja profesional yang dikonversi menjadi kreditakademik.
 
"Hari ini adalah hari yang membanggakan bagi 638 wisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata Bali. Saudara sekalian memasukidunia profesional pada saat pariwisata Indonesia terus berkembang, semakin berkualitas, dan semakin diakui dunia," kata Menteri Pariwisata.
 
Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pariwisata menyoroti lima capaian utama yang menjadi landasan optimisme terhadap perkembangan pariwisata Indonesia.
 
 1. Pariwisata yang Tangguh

Menteri Pariwisata menyampaikan bahwakunjungan wisatawan mancanegara (wisman) pada 2025 mencapai 15,39 juta, tumbuh 10,80 persen, sedangkan wisatawan nusantara(wisnus) mencatatkan 1,2 miliar perjalanan, meningkat 17,55 persen dibandingkan tahunsebelumnya.
 
Tren positif berlanjut pada Januari–Agustus 2026 dengan 10,58 juta kunjungan wisman, tumbuh 5,38 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Di tengah tekanan geopolitik global, pertumbuhan tersebut menempatkan Indonesia pada posisi kedua terkuat di antara lima ekonomi terbesar Asia Tenggara.
 
 2. Pariwisata yang Berkualitas

Pertumbuhan kunjungan wisatawan turut diikuti peningkatan pengeluaran selama berwisata di Indonesia. Pada semester I 2026, rata-rata pengeluaran wisman meningkat 6,36 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Peningkatan tersebut berkontribusi terhadap penerimaan devisa negara. Pada 2025, devisapariwisata mencapai 18,27 miliar dolar AS atausekitar Rp305,47 triliun, sedangkan pada semester I 2026 tercatat 8,43 miliar dolar AS atau sekitar Rp140,95 triliun.
 
“Capaian ini menunjukkan bahwa pariwisatasemakin mampu menciptakan nilai ekonomidari setiap kunjungan wisatawan, sekaligus membuka peluang bagi industri perhotelan, gastronomi, transportasi, ekonomi kreatif, dan usaha masyarakat di destinasi,” kata Menteri Pariwisata.
 
 3. Investasi Pariwisata Tumbuh dan Membuka Lapangan Kerja

Menteri Pariwisata mengatakan pertumbuhanekonomi Indonesia pada 2026 rata-rata beradadi atas 5 persen, dengan sektor pariwisatamemberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian nasional.
 
Pada 2025, kontribusi pariwisata terhadap produk domestik bruto (PDB) mencapai 4,78 persen atau Rp1.138,90 triliun. Sementara pada semester I 2026, kontribusinya berada pada kisaran 4,02 hingga 4,90 persen terhadap PDB nasional.
 
Kepercayaan investor juga terus meningkat. Realisasi investasi pariwisata pada 2025 tumbuh 56,05 persen menjadi Rp73,56 triliun. Pertumbuhan berlanjut pada semester I 2026 dengan realisasi Rp39,68 triliun, meningkat 16,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
 
Peningkatan investasi membuka lebih banyak kesempatan kerja. Sektor pariwisata menyerap25,91 juta tenaga kerja pada 2025, menjadikannya sektor dengan penyerapan tenaga kerja terbesar ketiga di Indonesia.
 
 4. Event by Indonesia Menggerakkan Ekonomi

Sepanjang 2025 hingga September 2026, Kementerian Pariwisata telah mendukung 377 kegiatan (event).
 
Dari 354 kegiatan yang dikaji, tercatat 23,91 juta pengunjung, keterlibatan 255.646 tenaga kerja, 247.455 pelaku seni, 11.558 komunitas, dan 43.493 UMKM, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp45,9 triliun.
 
 5. Pariwisata Semakin Kompetitif dan Mendunia

Indonesia berhasil meningkatkan posisinya dari peringkat kelima pada 2025 menjadi peringkat kedua dunia dalam Global Muslim Travel Index 2026, dengan skor tertinggi sepanjang keikutsertaannya.
 
Selain itu, Indonesia berhasil meraih 311 penghargaan internasional dalam dua tahunterakhir.
 
“Kelima perkembangan ini menunjukkan bahwapariwisata Indonesia memiliki fondasi yang semakin kuat dan peluang pertumbuhan yang luas,” kata Menteri Pariwisata.
 
Untuk menjawab kebutuhan pasar global, Kementerian Pariwisata terus meningkatkan kualitas pendidikan vokasi dan memperluas kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman internasional.
 
Pada periode Juli 2024–Juli 2027, sebanyak1.021 mahasiswa Poltekpar tercatat mengikutiprogram magang di luar negeri, setara 14,36 persen dari total mahasiswa magang.
 
Lulusan Poltekpar juga semakin berkiprah di tingkat internasional, salah satunya melaluiProgram Apprentissage Restauration IndonésieFrance (ARIF) di Prancis, bekerja sama denganKedutaan Besar Prancis, Institut Françaisd'Indonésie, dan CFA Poitiers.
 
Sebanyak lima mahasiswa dari Poltekpar Bali dan NHI Bandung terpilih mengikuti program pendidikan dan magang industri selama duatahun di Prancis.
 
Di tengah terbukanya peluang karier global, Menteri Pariwisata Widiyanti mengingatkanpara lulusan agar tetap menjunjung tinggi kearifan lokal.
 
Filosofi Tri Hita Karana di Bali, yang menekankan keharmonisan hubungan manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam, menjadi landasan penting bagi pembangunan pariwisata yang selaras dengan kelestarian lingkungan dan budaya.
 
"Sekali lagi saya ucapkan selamat kepadawisudawan dan wisudawati Politeknik Pariwisata Bali, termasuk para lulusan perdana Program RPL. Ingatlah, keberhasilan tidak hanya diukur dari seberapa tinggi posisi yang diraih, tetapi juga dari seberapa besar manfaatyang dapat saudara hadirkan bagi masyarakat," ucap Menteri Pariwisata.

Selain capaian GMTI, Widiyanti mengungkapkan bahwa Indonesia memperoleh 311 penghargaan internasional selama dua tahun pemerintahan Kabinet Merah Putih di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

“Selain itu, pengakuan internasional terhadap pariwisata Indonesia terus meningkat; sepanjang dua tahun ini Indonesia memperoleh 311 penghargaan internasional,” ujarnya.

Widiyanti menilai berbagai pengakuan internasional tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat promosi destinasi Indonesia di pasar global. 

Namun, reputasi yang semakin baik harus diikuti kesiapan destinasi, kualitas pelayanan, serta sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang profesional.

“Semakin kuat reputasi Indonesia di tingkat internasional, semakin besar pula peluang wisatawan memilih Indonesia dan memberikan kontribusi ekonomi bagi berbagai daerah,” katanya.

Ia menambahkan, penguatan daya saing pariwisata tidak semata-mata berkaitan dengan peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga perlu memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Pelaku usaha, khususnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, diharapkan turut merasakan dampak positif dari meningkatnya kepercayaan pasar internasional terhadap Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Widiyanti juga mendorong para lulusan Poltekpar Bali agar terus meningkatkan kompetensi profesional, mengikuti perkembangan industri pariwisata global, dan beradaptasi dengan kebutuhan pasar yang semakin beragam.

Sebanyak 638 lulusan yang dikukuhkan diharapkan mampu mengambil peran strategis dalam meningkatkan kualitas pelayanan dan memperkuat daya saing destinasi Indonesia, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Wisuda XXXII Poltekpar Bali mengusung tema “Navigating the Future of Tourism: Harmonising Heritage and Sustainability”. 

Tema tersebut menegaskan pentingnya menyeimbangkan pelestarian warisan budaya dengan penerapan prinsip pariwisata berkelanjutan dalam pengembangan industri kepariwisataan.

Bagi Widiyanti, SDM yang kompeten merupakan salah satu faktor penting dalam menjaga kualitas pengalaman wisatawan sekaligus memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pilihan dunia.

Capaian peringkat kedua GMTI 2026 pun menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas pasar pariwisata ramah Muslim. 

Melalui penguatan fasilitas, peningkatan kualitas layanan, promosi yang konsisten, serta pengembangan kompetensi SDM, sektor pariwisata diharapkan semakin berdaya saing dan mampu menciptakan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat. (GAB/KRI)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sambut Hari Pers Nasional, IMO-Indonesia Gelar Lomba Jurnalistik

Terpopuler

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

Menpar Tinjau Rehabilitasi Desa Adat Sade, Budaya Lestari dan Ekonomi Warga Jadi Prioritas

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo Gibran, De Gadjah; Keberanian Berantas Korups hingga Perjuangahkan Rakyat

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG