Denpasar (Atnews) - Langkah cepat Kapolda Bali Irjen Pol Dr. Pasma Royce, SIK.,MH bersilaturahmi dengan jajaran tokoh masyarakat dan tokoh agama di Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali, Kamis (22/10), diapresiasi Anggota Komisi III DPR RI, Dr. I Wayan Sudirta, SH., MH yang juga Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat.
Langkah Kapolda itu merupakan contoh yang baik untuk diteladani dan ditiru oleh Kapolda-Kapolda lain dibawah jajaran Kapolri, juga patut menjadi contoh bagi pemimpin lain, baik di pemerintahan maupun organisasi kemasyarakatan.
Kata Anggota Komisi III DPR RI,, sikap rendah hati Kapolda Bali Jendral Pasma Royce yang secara pro-aktif datang langsung menemui masyarakat di kepengurusan PHDI Bali begitu dilantik menjadi Kapolda Bali merupakan satu-satunya Kapolda yang proaktif mengunjungi PHDI Bali begitu dilantik, sedangkan Kapolda-kapolda Bali sebelumnya walaupun sangat baik komunikasi dan sinerginya, tetapi audiensi tetap dilakukan di Mapolda Bali, bukan datang ke sekretariat PHDI Bali.
Itu sebabnya Wayan Sudirta menyampaikan terimakasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Kapolda Bali Irjen Pol Pasma Royce. Karena selama ini belum pernah ada Kapolda Bali berkunjung ke sekretariat PHDI Bali, seperti yang dilakukan oleh Irjen Pasma Royce.
Dalam silaturahmi itu, Kapolda disambut Ketua PHDI Bali, Nyoman Kenak, SH, Ketua Paruman Walaka Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si, Sekretaris PHDI Bali Putu Wirata Dwikora, jajaran PSN (Pinandita Sanggraha Nusantara) Bali, Anggota Sabha Walaka PHDI Pusat yang berdomisili di Bali, Ketua-ketua PHDI Kabupaten/Kota se-Bali, serta tokoh masyarakat lainnya.
Wayan Sudirta yang Anggota Komisi III DPR RI yang sedang reses, hadir sebagai tokoh yang menjembatani kunjungan silaturahmi Kapolda Bali tersebut dengan pengurus PHDI Bali. Hadir juga Sulinggih dari Paruman Pandita PHDI Bali, Made Rai Wirata dan Wayan Mertha Suteja yang anggota DPRD, dan I Wayan Sukayasa.
Anggota Komisi III DPR RI, Dr. Wayan Sudirta, dan Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak sama-sama mengapresiasi sikap rendah hati Kapolda Bali yang datang langsung menemui pengurus PHDI Bali begitu dilantik menjadi Kapolda. Sudirta menegaskan, sikap proaktif Kapolda Bali ini merupakan kepemimpinan yang perlu dicatat dalam sejarah perkembangan umat Hindu di Bali.
Karena, di tengah upaya membenahi institusi kepolisian, contoh dan keteladanan dari pemimpin yang rendah hati bermasyarakat, hadirnya pemimpin yang melayani masyarakat, merupakan kerinduan nyata masyarakat, kata Sudirta saat ditemui media usai acara silaturahmi.
‘’Kalau ada yang kurang dari kepolisian, masyarakat bisa mencubit sebagai tanda cinta dan rasa hormat. Lalu yang positif dari pelayanan polisi, patut diapresiasi dan dihargai. Karena Polri adalah milik kita semua, bukan hanya milik anggota polri. Dengan berkunjung dan mendengar langsung dari pelayan umat di PHDI, Kapolda bisa mendengar dan mengetahui situasi yang berdenyut di masyarakat,’’ ujar Sudirta.
Berdasarkan hal-hal itulah maka wanti-wanti Sudirta menekankan betapa Kapolda Bali ini patut menjadi suri teladan dan contoh yang baik untuk ditiru oleh Kapolda lainnya di jajaran Polri.
Kunjungan silaturahmi Kapolda Bali berawal dari pertemuan Wayan Sudirta ke Kapolda dalam rangkaian reses sebagai anggota DPR. Dalam perbincangan kemitraan tersebut, Sudirta menyampaikan bahwa dalam rangka merealisasikan enam agenda Kapolri Jenderal Pol Suyudi Ario Seto, antara lain untuk meningkatkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat, di Bali yang masyarakatnya sangat kental dengan kehidupan religius, budaya dan seni, Kapolda penting untuk menyapa tokoh-tokoh organisasi agama, diantaranya Parisada Hindu Dharma Indonesia Provinsi Bali.
Selanjutnya Kapolda Bali, Irjen Pasma Royce menyatakan siap mengagendakan berkunjung langsung ke kantor PHDI Bali di Denpasar, dan melalui ajudan, langsung mengagendakan silaturahmi tanggal 22 Oktober 2026 tersebut.
Dalam dialog silaturahmi yang hangat, maupun ketika menanggapi media yang minta komentarnya selaku Kapolda usai acara resmi, Kapolda Bali menyampaikan terimakasih atas masukan dan penerimaan jajaran PHDI Bali yang hangat dan siap menindaklanjuti masukan-masukan yang disampaikan, dengan terlebih dahulu melakukan konsolidasi internal, antara lain untuk memetakan potensi gangguan kamtibmas yang ada.
Ia juga menyatakan terimakasih kepada masyarakat Bali yang tetap adem menyikapi antrean BMM selama beberapa hari, tetapi suasana kamtibmas tetap terkendali.
Kapolda Bali menyatakan, memang dia sendiri yang ingin bertemu langsung dengan pengurus PHDI tanpa menunggu PHDI berkunjung ke Polda Bali. Karena, Kapolda Bali ingin langsung mendengarkan berbagai masukan dan permasalahan umat Hindu serta masyarakat Bali yang berkaitan dengan tugas dan kewenangan kepolisian.
‘’Ya, memang sudah menjadi tugas dan kewajiban saya selaku pejabat baru, harus bersilaturahmi ke semua elemen masyarakat di Bali. Pertama, berkait tugas kepolisian dengan organisasi yang selama ini Polri sudah berkolaborasi dan bersinergi,.
Selain melanjutkan sinergi yang sudah terjalin dengan organisasi masyarakat dalam menjaga kamtibmas di Bali, kami perlu memperkuat konsolidasi internal di lingkungan kepolisian. Selain itu, Polda Bali tetap memetakan potensi gangguan keamanan untuk menentukan prioritas penanganan. Kita melakukan mapping potensi gangguan selama ini.
Dengan skala prioritas, kita akan lakukan percepatan pelayanan,’’ katanya. Kapolda juga memastikan masukan-masukan yang disampaikan dalam silaturahmi tanggal 22 Oktober 2026 dibahas dalam konsolidasi internal Polda Bali dibawah kepemimpinannya.
Diantara tokoh yang menyampaikan masukan dalam silaturahmi yang berlangsung hangat tersebut, Ketua PHDI Bali Nyoman Kenak, SH, Anggota Komisi III DPR RI Dr. Wayan Sudirta, Ketua Paruman Walaka yang juga Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Prof. Dr. IGN Sudiana, M.Si, dan tokoh lain seperti Nyoman Sarjana, Guru Ketut Darmika, Made Bandem Dananjaya, SH.,MH dan Dr. Wayan Jondra.
Sudirta juga mengapresiasi komitmen jajaran Polda-Kejati sebelumnya bersama PHDI Bali dalam penanganan kasus-kasus LPD (Lembaga Perkreditan Desa) di Bali. Ia mendukung penuh penegak hukum menindak tegas oknum-oknum yang mengkorupsi uang LPD, namun jangan sampai membekukan asset-aset LPD tersebut. Aset LPD adalah milik krama desa adat dan harus dikembalikan ke krama desa adat, tapi pelaku yang menggelapkan asset LPD mesti dijatuhi hukuman yang berat.
Selain itu, Sudirta menyampaikan pentingnya perlindungan terhadap eksistensi tanah-tanah desa adat agar tetap bisa dipertahankan menjadi milik dan atas nama desa adat, jangan sampai digelapkan dan dialihkan atas nama tokoh-tokoh desa adat.
Karena saat ini beberapa tanah desa adat terbukti disertifikatkan atas nama perorangan, sementara desa adat kebingungan bagaimana caranya mengembalikan agar tanah-tanah desa adat itu menjadi milik desa adat seperti semula.
Ketua Paruman Walaka PHDI Bali yang juga Rektor Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. IGN Sudiana antara lain menyampaikan harapan agar SOP pelayanan masyarakat yang berimpitan antara kewenangan kepolisian dan pecalang desa adat, perlu dibuatkan SOP atau standar operasional pelaksanaan agar sinergi dua Lembaga saling memperkuat dan melengkapi.
Kapolda Bali mencatat seluruh masukan dan siap melakukan tindak lanjut atas berbagai masukan yang disampaikan (Z/002)