Kegagalan Pertamina, Edi Wirawan Sebut Krisis BBM Bali, Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali

Kegagalan Pertamina, Edi Wirawan Sebut Krisis BBM Bali, Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali

Admin - atnews

2026-10-16
Bagikan :
Dokumentasi dari - Kegagalan Pertamina, Edi Wirawan Sebut Krisis BBM Bali, Lumpuhkan Sendi Ekonomi dan Pariwisata Bali
Ketua PSI Tabanan Edi Wirawan (ist/Atnews)
Tabanan (Atnews) - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di Bali yang belum teratasi memicu kritik atas Pertamina dan pemerintah daerah. 

Antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) masih mengular hingga 1 kilometer, bahkan mencapai 3 kilometer di beberapa titik.

Kondisi tersebut mengancam aktivitas masyarakat dan menghambat roda perekonomian Bali, mulai dari sektor pariwisata, perikanan, pertanian, hingga kegiatan pekerja sehari-hari.

Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tabanan, I Made Edi Wirawan, SE., menilai krisis BBM yang terjadi selama beberapa hari terakhir merupakan bentuk kegagalan Direktur Pertamina Patra Niaga, Simon Aloysius Mantiri, dalam memastikan ketersediaan bahan bakar. 

Edi Wirawan juga menilai Gubernur Bali Wayan Koster turut memiliki tanggung jawab atas kondisi yang dialami masyarakat.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Tabanan, I Made Edi Wirawan, SE., saat ditemui di Sekretariat PSI, Jalan Pantai Nyanyi, Tabanan, Jumat (16/10/2026).

"Seorang Gubernur atau Leadership harus mampu dan bertanggung jawab terhadap wilayahnya. Artinya dia harus memahami apa yang dibutuhkan masyarakatnya, termasuk BBM hari ini, itu harus dikontrol," kata Edi Wirawan.


Masyarakat Kecil Paling Terdampak

Edi Wirawan mengatakan, kelangkaan BBM telah mengganggu aktivitas masyarakat dan berpotensi melumpuhkan berbagai sektor ekonomi. Kelompok yang terdampak antara lain karyawan hotel, nelayan, petani, buruh, hingga pelaku usaha pariwisata.

Menurutnya, masyarakat menengah ke bawah menjadi kelompok yang paling merasakan dampak karena BBM merupakan kebutuhan penting untuk menunjang pekerjaan dan aktivitas sehari-hari.

Antrean panjang yang terjadi sejak pagi hingga malam juga membuat masyarakat harus menghabiskan waktu berjam-jam tanpa kepastian memperoleh bahan bakar.

"Antrean kendaraan terjadi sejak pagi hingga malam, memaksa warga bertahan dibawah terik matahari tanpa kepastian memperoleh bahan bakar," ujarnya.

Edi Wirawan menyebut kelangkaan yang berlangsung selama empat hari berturut-turut sebagai kondisi memprihatinkan sekaligus memalukan bagi Bali, yang dikenal sebagai destinasi pariwisata kelas dunia.

"Sudah berlangsung 4 hari berturut-turut seperti ini," tegasnya.

Edi Wirawan juga menyoroti belum pulihnya kondisi di lapangan meskipun Gubernur Bali Wayan Koster sebelumnya telah bertemu dengan jajaran direksi Pertamina.

 Menurutnya, pertemuan tersebut semestinya diikuti langkah konkret agar pasokan BBM kembali normal dan masyarakat tidak terus menghadapi antrean panjang.

Kerugian Ekonomi Ancam Pariwisata Bali 

Lebih lanjut, Edi Wirawan menilai kerugian akibat kelangkaan BBM tidak hanya berupa waktu yang terbuang di antrean, tetapi juga hilangnya produktivitas masyarakat.

Antrean berjam-jam bahkan seharian penuh dapat mengganggu aktivitas anak sekolah, menyebabkan karyawan terlambat atau tidak masuk kerja, serta menghambat operasional usaha yang bergantung pada kendaraan.

"Walaupun bisa daring, seharusnya itu tidak terjadi kalau seorang pemimpin benar-benar pro rakyat dan memahami kondisi daerahnya sendiri," kata Edi Wirawan. 

Edi Wirawan menegaskan, seorang pemimpin seharusnya memahami kebutuhan dasar masyarakat, termasuk BBM dan sembilan bahan pokok (sembako), serta memastikan ketersediaannya sesuai kebutuhan daerah.

Edi Wirawan memperingatkan, apabila krisis BBM terus berlanjut hingga sepekan, kerugian yang ditanggung masyarakat dan pelaku usaha akan semakin besar, terutama di sektor pariwisata.

"Kalau kelangkaan BBM ini berlangsung sampai seminggu, berapa kerugian yang harus ditanggung masyarakat, khususnya dari sektor pariwisata? Memulihkan kepercayaan pelaku pariwisata butuh waktu berbulan-bulan," ujarnya.


Minta Pasokan Merata dan Pengawasan Ketat

Untuk mengatasi persoalan tersebut, Edi Wirawan mendesak pemerintah daerah dan Pertamina segera mencari solusi konkret melalui koordinasi yang solid antara gubernur, bupati, dan wakil bupati di seluruh Bali.

Edi Wirawan juga meminta Pertamina memastikan pasokan BBM untuk Bali tidak dikurangi dan pemenuhannya dilakukan secara jelas sesuai kebutuhan masyarakat.

"Selain itu, Pertamina jangan mengurangi jatah minyak untuk Bali, pemenuhan ini harus jelas jangan dikurangi. Pak Bahlil mengatakan cadangan minyak mencukupi, jadi rasanya di Bali tidak harus langka BBM," kata Edi Wirawan.

Edi Wirawan  turut menyarankan agar distribusi BBM segera diperluas hingga ke pompa-pompa kecil sehingga pasokan dapat menjangkau masyarakat secara lebih merata di seluruh Bali.

Namun, distribusi tersebut, menurutnya, harus disertai pengawasan ketat dari kepolisian untuk mencegah penyimpangan dan memastikan BBM benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.

Oleh karena itu, Edi Wirawan berharap pemerintah dan Pertamina segera mengambil langkah nyata agar antrean panjang berakhir, aktivitas ekonomi kembali normal, serta kepercayaan masyarakat dan pelaku pariwisata atas penanganan krisis BBM di Bali dapat pulih kembali. (RAN/WIG/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Alfa Prima Kampus Diploma Terbaik di Bali

Terpopuler

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Waspada Pinjol Ilegal

Waspada Pinjol Ilegal

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja