Belajar dari Sapa Vietnam: Potensi Wisata Desa Beromzet Triliunan Rupiah ala Suku Hmong
Banner Bawah

Belajar dari Sapa Vietnam: Potensi Wisata Desa Beromzet Triliunan Rupiah ala Suku Hmong

Admin 2 - atnews

2026-10-15
Bagikan :
Dokumentasi dari - Belajar dari Sapa Vietnam: Potensi Wisata Desa Beromzet Triliunan Rupiah ala Suku Hmong
Pengelana Global sekaligus Pemerhati Sosial, Putu Suasta (ist/atnews)
Vietnam (Atnews) - Pengelana Global sekaligus Pemerhati Sosial, Putu Suasta, membagikan catatan perjalanan terbarunya saat mengunjungi kawasan pedesaan Sapa di Vietnam Utara, perbatasan antara Vietnam dan Tiongkok. 

Meskipun berstatus sebagai kota industri berukuran sangat kecil dengan iklim dingin yang mirip kawasan Kintamani di Bali, Sapa terbukti mampu menjadi destinasi wisata alam yang sangat potensial dan menyumbang pemasukan triliunan rupiah bagi perekonomian lokal.

Perjalanan menuju kawasan ini ditempuh sekitar 7 hingga 8 jam dari Hanoi melalui medan jalan yang berliku. Sapa merupakan rumah bagi Suku Hmong, etnis minoritas berakar budaya Tiongkok yang bermigrasi ke wilayah tersebut sejak sekitar abad ke-15 hingga ke-16 akibat tekanan Dinasti Han.

Saat ini, populasi Suku Hmong diperkirakan mencapai 1,5 juta jiwa yang tersebar di wilayah tersebut, dengan pusat komunitasi terbesarnya berada di Sapa.

Menariknya, masyarakat Suku Hmong mengelola potensi wisata kawasan tersebut secara tradisional dengan mempertahankan keaslian alam serta menjual kerajinan lokal seperti kain dan aksesori khas. 

Pengelolaan yang cermat ini terbukti mendatangkan dampak ekonomi yang luar biasa besar bagi masyarakat setempat.

"Meskipun dikelola secara sangat tradisional, daya tarik alam dan budaya di Sapa mampu mendatangkan sekitar satu juta wisatawan setiap tahunnya. 

Pemasukan dari sektor industri pariwisatanya bahkan mencapai hampir Rp10 triliun atau sekitar 800 juta dolar AS," ujar Putu Suasta yang juga Alumni UGM dan Cornell University dalam laporan peninjauannya.

Kondisi tersebut turut mendapat tanggapan dari Direktur Utama PT Karya Pak Oles Group, Dr. Ir. Gede Ngurah Wididana, M.Agr, dikenal Pak Oles yang mendampingi perjalanan tersebut.

Ia mengapresiasi bagaimana masyarakat lokal mampu memanfaatkan keaslian alam dan budaya lokal sebagai komoditas utama pariwisata yang berkelanjutan.

"Bumi dan lingkungan di sini dikelola dengan sangat bagus. Mereka menjual keindahan alam serta produk kerajinan kain tradisional. Informasi sejarah keberadaan mereka yang bertahan sejak lama di wilayah ini juga menjadi daya tarik yang sangat menarik bagi wisatawan," ungkap Pak Oles.

Keberhasilan Sapa dalam mengemas satu destinasi wisata utama menjadi bahan evaluasi penting bagi pengembangan pariwisata daerah lain, termasuk Bali. 

Bali yang memiliki jauh lebih banyak variasi objek wisata dinilai memiliki potensi pendapatan yang jauh lebih besar jika pengelolaan dan pengorganisasian destinasi dilakukan secara terstruktur dan terintegrasi. (GAB/SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Jajaran Polda Bali Hadiri Mediasi Pakudui Kawan dengan Pakudui Kangin

Terpopuler

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja