Denpasar (Atnews) - Kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) di hampir seluruh wilayah Bali beberapa hari ini menyita perhatian Dewan Pimpinan Daerah Prajaniti Bali.
Menurut Wayan Sayoga, Ketua DPD Prajaniti Bali, kelangkaan BBM untuk wilayah Bali ini harus dijelaskan secara terang benderang oleh pemerintah dan stakeholder terkait.
"Kelangkaan ini telah membuat kemacetan dan tersendatnya roda kehidupan masyarakat, BBM saat ini telah menjadi kebutuhan pokok dan wajib seluruh rakyat, negara wajib hadir apabila terjadi kelangkaan," ujar Wayan Sayoga.
Menurutnya supply chain BBM di Bali yang melalui Depo Padangbai, harus di-asses ulang guna memastikan ketersediaan BBM. Yang paling penting,imbuhnya pemerintah pusat dan daerah bersama stakeholder seperti Hiswanamigas, harus terbuka menjelaskan apa yang terjadi.
Pengalihan Isu Kasus Besar?
Sementara itu,Sekretaris DPD Prajaniti Bali, I Made Dwija Suastana,mengingatkan pemerintah untuk tidak menjadikan BBM sebagai 'komoditi sexy' untuk mengalihkan perhatian masyarakat terhadap kasus-kasus besar, disamping itu menurutnya, sudah saatnya pemerintah daerah dan pusat serius menggarap carriying capacity ruas jalan di Bali berbanding dengan jumlah kendaraan luar yang masuk Bali.
"Perlu ada regulasi terobosan dalam menyikapi betapa Bali sudah sesak dengan berjubelnya kendaraan yang masuk ke Bali,"tandasnya. Logika dia, banyaknya jumlah kendaraan di Bali otomatis membutuhkan supply BBM yang cukup, sehingga tidak heran Bali selalu kekurangan BBM "Nah ini membutuhkan kerja bareng lintas sektoral, sudahkah BPS, dan instansi terkait mengkalkulasi ini?" Pungkas Dwija (Z/002)