Warga Kecewa: Antrean Kendaraan Mengular, BBM Langka Lagi di Bali, Keliling Cari Pertalite dan Pertamax hingga Pukul 22.00 WITA
Warga Kecewa: Antrean Kendaraan Mengular, BBM Langka Lagi di Bali, Keliling Cari Pertalite dan Pertamax hingga Pukul 22.00 WITA
Admin -
atnews
2026-10-13
Bagikan :
Antrean kendaraan mencari BBM mengular (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Warga Bali semakin ramai kembali mengeluhkan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Pertalite dan Pertamax.
Bahkan, sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Denpasar, Badung, dan Tabanan dilaporkan kehabisan stok, Senin (12/10/2026).
Hal tersebut membuat warga kesulitan mendapatkan BBM untuk beraktivitas.
Pantauan di lapangan menunjukkan, sejumlah SPBU masih beroperasi, tetapi tidak memiliki persediaan BBM. Kondisi ini membuat warga yang hendak bekerja maupun mengantar anak ke sekolah harus berkeliling mencari SPBU yang masih memiliki stok.
Bahkan, sebagian warga terpaksa membeli BBM di kios-kios eceran, seperti Pertamini demi memastikan kendaraan tetap bisa digunakan.
Pemantauan lapangan, sejak pagi dilakukan dari kawasan Ubung Kaja, Denpasar Utara, menuju Kota Tabanan, kemudian berlanjut ke selatan melalui Jalan Raya Tanah Lot hingga Jalan Raya Canggu, Badung.
Anehnya, warga tidak tidak menemukan SPBU yang memiliki stok BBM di sepanjang jalur tersebut.
Kondisi serupa terlihat di sejumlah SPBU sepanjang Jalan Bypass Soekarno, Kediri, hingga kawasan Pesiapan, Tabanan, Jalan Bypass IB Mantra stok SPBU-nya kosong.
Sejumlah warga bahkan memilih menunggu di tepi SPBU meski belum ada kepastian kapan pasokan BBM tiba.
Seorang ibu rumah tangga yang bertanya kepada petugas SPBU mengaku kecewa, karena tidak mendapatkan informasi mengenai jadwal kedatangan truk tangki pengangkut BBM.
"Siang-siang begini tidak ada BBM, bagaimana warga dapat beraktivitas," keluh ibu rumah tangga tersebut sambil meninggalkan SPBU dengan indikator bahan bakar kendaraannya yang nyaris kosong.
Di Jalan Raya Tanah Lot, Kabupaten Tabanan, sejumlah wisatawan juga terpaksa memutar arah setelah mendapati SPBU kosong dan dipasangi tali pembatas. Sementara itu, sebagian pengendara memilih berteduh di tepi SPBU sambil menunggu kemungkinan datangnya pasokan BBM.
Seorang warga Badung mengakui setelah berkeliling sekitar 1,5 jam dari Ubung hingga Dalung, Kuta Utara, Badung, akhirnya dia menemukan satu SPBU di Jalan Kebo Iwa Utara, Padangsambian Kaja, Denpasar Barat, yang masih memiliki stok Pertamax.
Kemudian, sejumlah warga mendatangi SPBU tersebut termasuk pengendara yang sehari-hari menggunakan Pertalite. Mereka memilih beralih ke Pertamax agar kendaraan tidak mogok di tengah perjalanan.
"Daripada mogok kehabisan bensin (BBM) lebih baik isi saja dengan pertamax. Yang penting sampai di rumah," terangnya.
Situasi serupa dialami pengemudi ojek online yang harus mengantre panjang demi mendapatkan bahan bakar. Mereka khawatir kehabisan BBM saat sedang membawa penumpang.
"Masih satu strip, tapi saya takut kehabisan BBM di tengah jalan. Beli pertamax sajalah daripada ditinggal penumpang," kata pengemudi ojek online.
Antrelangkaan BBM juga diikuti antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU di Kota Denpasar.
Antrean kendaraan yang hendak mengisi Pertalite dan Pertamax terpantau mengular sejak pagi hingga malam hari, bahkan masih berlangsung hingga pukul 22.00 WITA.
Berdasarkan keterangan petugas SPBU, antrean panjang mulai terjadi sekitar pukul 09.00 WITA. Panjangnya barisan kendaraan sempat memicu kemacetan di sekitar lokasi pengisian BBM.
Salah seorang warga Denpasar mengaku telah mengantre sekitar satu jam untuk mendapatkan BBM. Ia menilai kondisi tersebut tidak biasa karena baru kali ini harus menunggu begitu lama di SPBU tersebut.
Untuk mengurai kepadatan, sejumlah pihak turut turun ke lapangan, mulai dari relawan pengatur lalu lintas, personel kepolisian, hingga petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
Berdasarkan pemantauan, kekosongan stok BBM juga ditemukan di sejumlah titik lain, bersamaan dengan antrean panjang kendaraan di SPBU sejumlah kawasan di Denpasar, seperti Hayam Wuruk, Puputan Renon, Kawasan Kereneng hingga sepanjang Jalan Gatot Subroto (Gatsu). Kepadatan kendaraan turut berdampak pada kemacetan lalu lintas.
Sejumlah warga di Kota Tabanan mengaku belum memahami penyebab seretnya pasokan BBM ke Bali belakangan ini. Mereka berharap distribusi BBM ke Pulau Dewata dapat berjalan lancar, bahkan kuotanya perlu disesuaikan dengan meningkatnya kebutuhan masyarakat.
Menurut warga, aktivitas masyarakat yang menggunakan kendaraan pribadi maupun kendaraan untuk keperluan usaha terus meningkat. Kondisi tersebut juga dipengaruhi oleh mobilitas wisatawan yang menjadi bagian penting dari kegiatan ekonomi Bali.
"Kalau pasokan BBM seret, semuanya akan terganggu. Situasi ini harus menjadi perhatian pihak terkait, terutama pemerintah, agar tidak menimbulkan kekhawatiran di kalangan masyarakat," kata warga Tabanan.
Sementara itu, PT Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus mengaku telah memperkuat pasokan BBM di wilayah Bali melalui kedatangan kapal pengangkut dengan muatan 18.000 KL Pertalite dan 2.500 KL Pertamax.
Kedatangan kapal tersebut mendukung percepatan distribusi BBM ke SPBU untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjaga kelancaran pelayanan. Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menyampaikan bahwa Pertamina terus memantau kondisi stok dan konsumsi BBM di lapangan serta mengoptimalkan penyaluran setelah kapal sandar.
“Dengan sandarnya kapal pengangkut BBM, kami memperkuat pasokan Pertalite dan Pertamax untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Bali. Penyaluran ke SPBU terus kami optimalkan dengan mempertimbangkan kondisi stok dan tingkat konsumsi di masing-masing wilayah,” ujar Ahad di Denpasar, Senin (12/10).
Rata-rata konsumsi Pertalite di Bali mencapai sekitar 2.200 KL per hari. Tingkat konsumsi tersebut menjadi salah satu acuan Pertamina Patra Niaga dalam merencanakan pasokan dan mengatur prioritas distribusi agar kebutuhan SPBU dapat terpenuhi sesuai kondisi di lapangan.
Untuk menjaga kesinambungan pasokan, Pertamina Patra Niaga telah menjadwalkan kedatangan kapal pengangkut BBM secara bertahap pada 12, 14, dan 16 Oktober 2026 melalui Terminal BBM Sanggaran dan Manggis, dengan total muatan mencapai 26.200 KL. Jadwal kedatangan ini merupakan bagian dari upaya memastikan pasokan tetap terjaga dan kebutuhan BBM masyarakat Bali terpenuhi.
Sejalan dengan rencana kedatangan kapal tersebut, Pertamina Patra Niaga terus mengoptimalkan proses pembongkaran muatan dan distribusi dari terminal ke SPBU, sekaligus mengevaluasi kebutuhan berdasarkan perkembangan stok dan konsumsi di setiap wilayah.
Pertamina mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan dan tidak melakukan pembelian berlebihan.
Masyarakat juga diharapkan mengacu pada kanal komunikasi resmi Pertamina untuk memperoleh informasi yang akurat dan terverifikasi.
Untuk memperoleh informasi atau menyampaikan pengaduan terkait layanan dan produk Pertamina, masyarakat dapat menghubungi Pertamina Contact Center 135. (GAB/WIG/001)