Buleleng (Atnews) - Kontingen Persaudaraan Shorinji Kempo Indonesia (PERKEMI) Kabupaten Buleleng menorehkan prestasi membanggakan dalam Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026.
Dengan mengirimkan 29 atlet, PERKEMI Buleleng berhasil membawa pulang 10 medali, terdiri atas 2 emas, 1 perak, dan 7 perunggu. Capaian tersebut mengantarkan Buleleng menempati peringkat ke-8 dari 23 kontingen peserta.
Hasil ini menjadi modal penting bagi PERKEMI Buleleng dalam mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Bali XVII Tahun 2027.
Selain menjadi gambaran hasil pembinaan atlet, kejuaraan tingkat nasional tersebut juga menjadi ajang evaluasi untuk mengukur kemampuan atlet, mulai dari teknik, kondisi fisik, mental bertanding, hingga strategi menghadapi lawan.
Dua medali emas Buleleng diraih melalui nomor embu berpasangan remaja campuran Kyu II oleh Putu Indi Juliani Pratiwi dan Putu Wahyu Pradnyana Mulya.
Emas kedua dipersembahkan oleh tim embu beregu putri remaja yang diperkuat Putu Anggun Anindya, Made Cika Pratiwi, Luh Viola Andani, dan Putu Pasika Larasati.
Sementara itu, medali perak diraih Luh Viola Andani dan Ni Ketut Diana Melika pada nomor embu berpasangan remaja putri Kyu I. Adapun tujuh medali perunggu lainnya diperoleh dari sejumlah nomor pertandingan, meliputi embu tandoku, embu berpasangan, embu beregu, serta randori.
Ketua Umum PERKEMI Kabupaten Buleleng, I Ketut Suweca, mengapresiasi perjuangan para atlet yang telah bertanding membawa nama daerah di tingkat nasional.
Menurutnya, raihan 10 medali tersebut merupakan hasil kerja keras atlet, pelatih, serta seluruh tim pembinaan yang selama ini berupaya meningkatkan kualitas dan prestasi kempo di Buleleng.
“Kami mengapresiasi perjuangan seluruh atlet yang telah bertanding dengan penuh semangat dan disiplin. Namun, kami tidak boleh cepat berpuas diri karena masih ada sejumlah hal yang perlu dievaluasi dan ditingkatkan,” ujarnya.
Ia menegaskan, hasil Kejurnas Shorinji Kempo Bupati Badung Cup 2026 akan menjadi salah satu bahan evaluasi dalam menyusun langkah pembinaan selanjutnya.
Menurutnya, kejuaraan nasional memberikan kesempatan bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mengetahui aspek yang masih perlu diperbaiki sebelum menghadapi kompetisi berikutnya.
“Kejuaraan ini menjadi pengalaman penting bagi atlet untuk mengukur kemampuan sekaligus mengetahui kekurangan yang harus diperbaiki. Kami akan terus mendorong peningkatan kualitas latihan dan pembinaan agar atlet Buleleng semakin siap menghadapi persaingan di PORPROV Bali 2027," tambahnya.
Menurut Suweca, peningkatan prestasi tidak dapat dicapai secara instan, melainkan membutuhkan proses pembinaan yang berkelanjutan, kedisiplinan, serta komitmen dari seluruh pihak yang terlibat.
Karena itu, evaluasi terhadap program latihan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap atlet mendapatkan persiapan yang sesuai dengan kebutuhan dan nomor pertandingan yang diikuti.
Kedepan, PERKEMI Buleleng akan terus berupaya meningkatkan kualitas pembinaan melalui pemantapan teknik, peningkatan kondisi fisik, penguatan mental bertanding, serta penambahan jam terbang atlet.
Pengalaman menghadapi lawan dari berbagai daerah dalam kejuaraan nasional diharapkan dapat membentuk kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kesiapan atlet dalam menghadapi persaingan yang lebih ketat.
Suweca juga berharap dukungan dari berbagai pihak terus terjalin demi menunjang keberlanjutan pembinaan atlet kempo di Kabupaten Buleleng. Sinergi antara pengurus, pelatih, atlet, orang tua, dan pemerintah daerah dinilai penting untuk menciptakan proses pembinaan yang terarah dan berkesinambungan.
“Kami berharap dukungan dari pemerintah daerah, pelatih, orang tua atlet, dan seluruh pihak terkait terus terjalin. Dengan kebersamaan dan pembinaan yang konsisten, kami optimistis PERKEMI Buleleng dapat terus berkembang dan memberikan kontribusi prestasi bagi Kabupaten Buleleng pada PORPROV Bali 2027,” tutupnya. (WAN/002)