Menyongsong Seabad Pariwisata Bali 2027: Nyoman Baskara Soroti Paradoks Devisa vs Krisis Lingkungan dan Kemiskinan
Banner Bawah

Menyongsong Seabad Pariwisata Bali 2027: Nyoman Baskara Soroti Paradoks Devisa vs Krisis Lingkungan dan Kemiskinan

Admin 2 - atnews

2026-10-12
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menyongsong Seabad Pariwisata Bali 2027: Nyoman Baskara Soroti Paradoks Devisa vs Krisis Lingkungan dan Kemiskinan
Pegiat Lingkungan, Nyoman Baskara (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – Menjelang peringatan satu abad pariwisata Bali pada tahun 2027 mendatang, berbagai wacana mengenai pariwisata berkualitas dan berkelanjutan semakin gencar digaungkan oleh pemerintah beserta para pemangku kepentingan (stakeholders).

Namun, di balik berbagai predikat destinasi terbaik dunia dan sumbangan devisa bernilai fantastis bagi negara, Bali dinilai masih menyimpan paradoks besar yang memerlukan tindakan nyata.   

Pegiat Lingkungan, Nyoman Baskara, menegaskan bahwa momentum seabad pariwisata Bali harus dijadikan ajang refleksi atas realitas faktual di lapangan.

Menurutnya, geliat industri pesiar Bali saat ini masih dibayang-bayangi oleh krisis lingkungan hidup yang mendesak serta tingginya angka kemiskinan di tengah masyarakat lokal.   

"Ini adalah sebuah paradoks yang menganga di depan mata kita. Di balik ratusan ribu triliun rupiah devisa yang mengalir ke kas negara, ada ratusan ribu jiwa warga Bali yang masih bergelut dengan kemiskinan. Kondisi ini sungguh amat jauh dari cita-cita pariwisata yang berkeadilan," ujar Nyoman Baskara.   

Dorong Moratorium hingga Pemerataan InfrastrukturGuna mengatasi ketimpangan dan krisis tersebut, Nyoman Baskara menyodorkan sejumlah usulan konkret kepada pemerintah dan pelaku industri. 

Langkah awal yang teramat krusial menurutnya adalah pemberlakuan moratorium pembangunan akomodasi pariwisata di kawasan Bali Selatan guna menekan laju eksploitasi lahan dan alih fungsi lahan yang masif.   

Bersamaan dengan moratorium tersebut, ia mendorong pemerintah untuk mendistribusikan pembangunan infrastruktur secara merata ke wilayah non-Bali Selatan. Pemerataan ini dinilai penting untuk mengikis ketimpangan ekonomi antarwilayah serta memecah konsentrasi wisatawan agar dampak ekonomi dapat dirasakan oleh seluruh warga Bali.   

Penguatan Aksi Lingkungan dan Satgas KemiskinanSelain perbaikan tata ruang dan infrastruktur, Nyoman Baskara menekankan perlunya penyusunan program aksi daerah yang konkret untuk melakukan pemulihan krisis lingkungan hidup secara menyeluruh.

Penanganan lingkungan tidak bisa lagi hanya sebatas wacana, melainkan harus diwujudkan dalam tindakan terukur di lapangan. Di samping itu, untuk mengentaskan persoalan warga miskin, ia mengusulkan pembentukan Satuan Tugas (Satgas) 

Satgas ini dirancang sebagai wadah kolaborasi antara tim penanggulangan kemiskinan daerah dengan sektor swasta agar penanganan masalah sosial dapat berjalan lebih efektif dan tepat sasaran. Melalui rangkaian langkah strategis tersebut, Nyoman Baskara berharap konsep pariwisata berkeadilan dapat benar-benar terealisasi.

Momentum seabad pariwisata Bali tahun 2027 diharapkan tidak sekadar diisi dengan perayaan seremonial, melainkan menjadi titik balik lahirnya kebijakan yang pro-lingkungan dan pro-kesejahteraan rakyat demi keberlanjutan Pulau Dewata. (YOG/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Mendes PDTT Pastikan Gaji PLD 2019 Meningkat

Terpopuler

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Jaga Estetika Kota, Kabel Fiber Optik Semrawut di Singaraja Ditertibkan, Pemkab Buleleng Libatkan APJATEL dan ISP

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Mahasabha Parisada XIII, Transformasi dan Adaptasi Hindu Dharma

Indonesia Anti Scam Centre

Indonesia Anti Scam Centre

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Terima Presiden FIFA, Prabowo Tegaskan Sepak Bola Berperan Bangun Prestasi dan Karakter Bangsa

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Lima hal X Ray – AI TB pada CKG

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja

Kemnaker Targetkan 70 Persen Lulusan Vokasi Bekerja