Karangasem (Atnews) - Program Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem membuktikan komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan yang inklusif dan berkualitas.
Menggandeng Badan Pusat Statistik (BPS) serta Kementerian Sosial (Kemensos), program ini sukses menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk mendapatkan pembinaan akademis dan karakter secara terpadu di Karangasem, Jumat (2/10)
Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti, ST, M.Si, M.Eng, PhD., menegaskan pentingnya kolaborasi lintas lembaga dalam menentukan ketepatan sasaran peserta didik. Penentuan calon siswa memanfaatkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (Regsosek) yang menyasar kelompok masyarakat kategori desil 1 dan desil 2 (paling rentan secara ekonomi).
"BPS berkontribusi menyediakan data calon peserta didik yang masuk dalam kualifikasi desil 1 dan 2. Selanjutnya, bersama Kemensos, kami melakukan verifikasi langsung ke lapangan untuk memastikan bantuan dan fasilitas pendidikan ini tepat sasaran," ujar Amalia saat memberikan motivasi langsung kepada para siswa dalam acara Kelas Inspirasi di Sekolah Rakyat Karangasem.
Suasana haru menyelimuti acara saat salah satu siswa penerima program, Arlan, menyampaikan tekadnya di hadapan para pejabat dan pendamping. Anak dari keluarga kategori desil 1 ini menyampaikan mimpinya untuk berkontribusi besar bagi negara di masa depan.
"Terima kasih Ibu telah memotivasi saya. Saya berjanji akan belajar rajin dan meraih cita-cita saya menjadi Menteri Pendidikan," tutur Arlan penuh semangat.
Sistem Pendidikan Terintegrasi dan Pembentukan Karakter Kepala Sekolah Rakyat Terintegrasi 3 Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, I Putu Jaya Negara, S.S., menjelaskan bahwa proses keberhasilan pendampingan anak didik berkat sinergi kuat antara Pemerintah Daerah dan pemangku kepentingan sosial.
Pemerintah Daerah memfasilitasi penyediaan lahan, sementara penjangkauan anak-anak dilakukan oleh Dinas Sosial Provinsi Bali melalui Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA).
Untuk mengoptimalkan potensi siswa, Sekolah Rakyat Karangasem menerapkan tiga pilar kurikulum khusus: Kurikulum Persiapan Matrikulasi: Diberikan pada awal masa reguler untuk menyelaraskan kemampuan dasar siswa.
Kurikulum Nasional: Menjamin kedalaman materi akademis yang sesuai dengan standar pendidikan nasional. Kurikulum Keasramaan: Berfokus pada pembentukan mental, disiplin, dan pembinaan karakter harian.
"Proses pembelajaran akademis di kelas diampu oleh guru-guru negeri. Sementara untuk di asrama, anak-anak dipandu oleh wali asrama dan wali asuh yang intensif membina karakter mereka," jelas I Putu Jaya Negara.
Ia tidak memungkiri bahwa dinamika pendampingan memiliki tantangan tersendiri, mengingat para siswa berasal dari latar belakang daerah dan karakter yang beragam.
Kendati demikian, dengan pendekatan pengasuhan yang adaptif, anak-anak mampu beradaptasi dengan baik dan menunjukkan perkembangan positif, baik dari sisi kedisiplinan maupun motivasi belajar. (YOG-001)