Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
Banner Bawah

Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026

Admin 2 - atnews

2026-09-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Talenta Vokasi Indonesia Raih 9 Penghargaan di WSC Shanghai 2026
World Skills Competition Shanghai 2026 (ist/atnews)
Jakarta (Atnews) - Talenta vokasi Indonesia meraih sembilan penghargaan pada World Skills Competition (WSC) Shanghai 2026 dan menduduki peringkat 19 dari 49 negara dan wilayah peserta.

Sembilan penghargaan tersebut terdiri atas satu medali perak, dua medali perunggu, dan enam Medal for Excellence. Medali perak diraih Edsel Parama Mustapa pada bidang Software Applications Development. Dua medali perunggu diraih Fatima Rani Al Husna Prameswara pada bidang Restaurant Service dan Rash Asyari Amyris Thalib pada bidang IT Network Systems Administration.

Enam Medal for Excellence diraih Novanda Putra Widya Ardhi (Electronics); Andi Ahmad Yusup (Web Technologies); Galang Zaki Arkana (Industrial Control); Reno Surya Permana dan Rouf Aufa Rifqi (Mechatronics); Togar Andreas Silaban (Refrigeration and Air Conditioning); serta Eka Anwar Fauzi (Automobile Technology).

Staf Khusus Menteri Ketenagakerjaan Sukro Muhab menyampaikan bahwa keikutsertaan di WSC menjadi kesempatan bagi talenta vokasi untuk menguji kemampuan secara langsung. "Talenta vokasi kita berkompetisi dengan peserta dari berbagai negara dan menghadapi standar kerja serta penilaian yang berlaku di tingkat dunia," ujar Sukro melalui siaran pers Biro Humas Kemnaker, Selasa (29/9/2026).

WSC ke-48 berlangsung pada 22–27 September 2026 di Shanghai, Republik Rakyat Tiongkok. Kompetisi ini diikuti lebih dari 1.400 peserta.

Indonesia mengirimkan 20 kompetitor pada 17 bidang keahlian. Sebelum berangkat, mereka menjalani seleksi dan pembinaan, termasuk melalui Training Center di sejumlah pusat pelatihan dan institusi pendidikan. Salah satunya di BBPVP Bekasi untuk bidang Refrigeration and Air Conditioning dan Electronics.

Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) turut membina kontingen bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, mitra industri, serta lembaga pendidikan.

Menurut Sukro, pengalaman di WSC juga menjadi bahan pembelajaran bagi pengembangan pelatihan vokasi di Indonesia, terutama dalam melihat tuntutan kompetensi, teknologi, presisi, dan kualitas kerja.

Sebagai tindak lanjut, ragam test project dan kriteria penilaian WSC Shanghai 2026 akan diadopsi ke dalam pembaruan Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI). Peralatan workshop di BBPVP/BPVP dan unit sekolah kejuruan juga akan dimodernisasi.

Sukro menyebut, ke depan Kemnaker akan menyiapkan keikutsertaan di WSC secara lebih dini dan matang dengan berkoordinasi bersama Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Seleksi tingkat nasional direncanakan berlangsung satu tahun sebelum kompetisi. Kemnaker juga akan berupaya menyelaraskan persiapan WSC dengan selain Training Centre juga Talent Innovation Hub (TIH) (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : ASN Pemprov Contoh Apel Berbusana Adat Bali

Terpopuler

Sosialisasi Literasi Psikologis Media, Rasniathi Dorong Pelajar SMPN 2 Mengwi Cerdas dan Bijak Bermedsos

Sosialisasi Literasi Psikologis Media, Rasniathi Dorong Pelajar SMPN 2 Mengwi Cerdas dan Bijak Bermedsos

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Dirgahayu Republik Indonesia

Dirgahayu Republik Indonesia

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Ratusan Truk Terjebak di Ketapang, KADIN Minta Penanganan Serius, Logistik Bali Terancam Lumpuh

Bawa Aspirasi Sopir ke Rakor Menteri, Bupati Kembang Dorong Perluasan Pelabuhan Gilimanuk

Bawa Aspirasi Sopir ke Rakor Menteri, Bupati Kembang Dorong Perluasan Pelabuhan Gilimanuk

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan