HIPMI Bali Green Investment Forum 2026, Kolaborasi Investasi untuk Bali yang Hijau dan Berkelanjutan
Banner Bawah

HIPMI Bali Green Investment Forum 2026, Kolaborasi Investasi untuk Bali yang Hijau dan Berkelanjutan

Admin 2 - atnews

2026-09-05
Bagikan :
Dokumentasi dari - HIPMI Bali Green Investment Forum 2026, Kolaborasi Investasi untuk Bali yang Hijau dan Berkelanjutan
HIPMI Bali Green Investment Forum 2026 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Bali Terbuka untuk Investasi, tetapi Tidak Terbuka untuk Eksploitasi BPD HIPMI Bali melalui HIPMI Bali Green Investment Forum 2026 menegaskan komitmen dunia usaha untuk mendorong investasi yang tidak hanya berorientasi pada pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga lingkungan, budaya, air, ruang hidup, serta memperkuat masyarakat lokal Bali.

Ketua Umum BPD HIPMI Bali Agung Bagus Pratiksa Linggih menegaskan bahwa Bali membutuhkan investasi berkualitas yang memberikan nilai tambah bagi daerah.

“Bali terbuka untuk investasi, tetapi investasi tersebut harus memberikan nilai tambah, membuka lapangan kerja, memperkuat ekonomi masyarakat lokal, dan tidak menambah beban ekologis Bali,” kat Ajus Linggih, Jumat (4/9).

Menurutnya, ukuran keberhasilan investasi di Bali ke depan harus diperluas. Tidak cukup hanya menghitung nilai investasi dan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga harus melihat berapa banyak masyarakat lokal yang memperoleh manfaat, berapa banyak lapangan kerja yang tercipta, bagaimana dampaknya terhadap lingkungan, serta sejauh mana investasi menghormati budaya dan kearifan lokal Bali.

HIPMI Bali memandang bahwa investasi yang ideal adalah investasi yang mampu menciptakan economic value sekaligus social and environmental value.

Sementara itu, Ketua Bidang 3 BPD HIPMI Bali I Ketut Sae Tanju menekankan bahwa konsep green investment harus diterjemahkan menjadi standar dan praktik investasi yang terukur, bukan sekadar jargon.
“Investasi hijau harus tunduk pada tata ruang dan daya dukung lingkungan.

Air adalah aset strategis Bali, sehingga investasi harus menjaga sumber daya air, mendorong ekonomi sirkular, energi bersih, pengelolaan sampah, serta pariwisata yang berkelanjutan.”

Forum ini menghasilkan 10 poin Deklarasi HIPMI Bali Green Investment, yang antara lain menegaskan perlunya investasi memberikan nilai tambah, menolak investasi yang mengorbankan lingkungan, melindungi air dan tata ruang, memperkuat ekonomi lokal, menjadikan budaya dan kearifan lokal sebagai bagian dari model investasi, serta mendorong Bali Green Investment Catalogue sebagai peta proyek investasi hijau Bali.

HIPMI Bali juga mendorong kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, investor, desa adat, masyarakat, akademisi, dan komunitas lingkungan untuk memastikan investasi tumbuh sejalan dengan keberlanjutan Bali.

Pesan utama HIPMI Bali: “Investasi Tumbuh, Bali Tetap Utuh.” Kita ingin mengubah paradigma dari "Investasi masuk, menjadi investasi yang layak masuk".

Ini yang akan membuat investasi hijau menjadi nyata dan bankable,” tegas Ketua Bidang 3 BPD HIPMI Bali (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Otomatis Jadi Komandan Satgas Darurat Bencana

Terpopuler

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Buleleng, Salurkan Rp 516 juta untuk Ngaben Massal Sepanjang 2026

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Pemkab Wakatobi Jajaki Kerja Sama dengan Universitas Udayana dalam Pengembangan Kepariwisataan

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Penerimaan Mahasiswa Baru Universitas Bali Dwipa 

Pemimpin Nusantara: Catur Varna Meresap dalam Diri Seutuhnya

Pemimpin Nusantara: Catur Varna Meresap dalam Diri Seutuhnya

India-Indonesia Roundtable Menyoroti Potensi Bali sebagai Hub bagi Produk India dan Perdagangan Pertanian

India-Indonesia Roundtable Menyoroti Potensi Bali sebagai Hub bagi Produk India dan Perdagangan Pertanian

Kemenpar Bidik Rp58,45 Miliar dari Pasar India Lewat ITB India 2026

Kemenpar Bidik Rp58,45 Miliar dari Pasar India Lewat ITB India 2026