Sejarah Baru: UNBI Terima SK Izin Pembukaan Prodi Kedokteran, Semnas Hadirkan Tiga Direktur Kemdiktisaintek Kuatkan Roh Tri Dharma Perguruan Tinggi
Sejarah Baru: UNBI Terima SK Izin Pembukaan Prodi Kedokteran, Semnas Hadirkan Tiga Direktur Kemdiktisaintek Kuatkan Roh Tri Dharma Perguruan Tinggi
Admin -
atnews
2026-09-03
Bagikan :
Prof. Dr. Mukhamad Najib (ist/Atnews)
Denpasar (Atnews) - Universitas Bali Internasional (UNBI) menggelar Seminar Nasional (Semnas) bertemakan "Sinergi Kelembagaan Riset dan Diseminasi Saintek dalam Penguatan Ekosistem Inovasi Perguruan Tinggi" di Denpasar, Kamis (3/9).
Dengan menghadirkan Direktur Kelembagaan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Prof. Dr. Mukhamad Najib, S.TP., M.M., Direktur Diseminasi dan Pemanfaatan Sains dan Teknologi Kemdiktisaintek Prof. Dr. Eng. Yudi Darma, S.Si., M.Si. dan Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. apt. Ketut Adhyana, M.Si., Ph.D. Seminar Nasional itu dipandu oleh Moderator Prof. Dr. I Komang Gde Bendesa M.A.D.E.
Acara itu dihadiri Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi, S.T., M.T., IPU., ASEAN.Eng., Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia Dr. Drs. I Nyoman Gede Astina, M.Pd, CHT, CHA dan Rektor UNBI Prof.Dr.dr.I Made Bakta Sp.PD-KHOM, Rektor Institut Pariwisata dan Bisnis (IPB) Internasional Dr I Made Sudjana, SE., MM., CHT., CHA., dosen, mahasiswa dan pegawai UNBI, IPB Internasional dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Wira Medika Bali.
Ketua Yayasan Anugrah Husada Bali Indonesia (YAHB) Dr. I Nyoman Gede Astina merasa bangga dan terhormat mampu mendatangkan tiga Direktur Kemdiktisaintek sekaligus yang berkaitan dengan Tri Dharma Perguruan Tinggi baik pendidikan (pengajaran), penelitian dan pengabdian masyarakat.
Upaya itu dalam memperkuat inovasi perguruan tinggi sehingga semakin berdampak bagi masyarakat Bali, Indonesia khususnya bagian timur.
Secara khusus melibatkan tiga perguruan tinggi dibawah YABH yakni UNBI, IPB Internasional dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKes) Wira Medika Bali.
Astina menekankan hasil-hasil riset tidak hanya masuk lemari tetapi terus dilakukan diseminasi, penyebarluasan informasi, gagasan, inovasi, atau hasil penelitian kepada individu, kelompok, atau masyarakat luas agar pihak target dapat memahami dan memanfaatkannya.
"Hasil riset tidak disimpan dalam lemari. Semoga bermanfaat bagi lembaga dan bisa dimanfaatkan bersama-sama oleh masyarakat," ujarnya.
Sementara itu, Rektor UNBI Prof. Bakta mengharapkan acara yang mendatangkan tiga direktur dari Kemdiktisaintek untuk menguatkan roh dari perguruan tinggi.
UNBI sebagai lembaga pendidikan semakin inovatif dan bersinergi dengan masyarakat. Dalam mengembangkan pendidikan (perkuliahan), penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai inti dari Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Hal itu semakin dikembangkan dalam menyambut masa depan dengan mengedepankan inovasi dan kreativitas.
Oleh karena, persaingan semakin ketat serta kebutuhan masyarakat yang dinamis.
Maka kampus UNBI agar mampu mmenuhi kebutuhan masyarakat serta gencar melakukan diseminasi sehingga masyarakat semakin berdampak.
Sedangkan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VIII Dr. Ir. I Gusti Lanang Bagus Eratodi mengagumi kerja keras UNBI untuk mendatangkan tiga direktur Kemdiktisaintek dalam menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Penguatan itu melalui riset dan penyaluran agar bisa berjalan simultan. Apalagi hasil riset dan inovasi telah didukung oleh hibah pemerintah dengan anggaran yang memadai.
Diharapkan, acara memberikan gambaran semakin jelas arah hilirasasi riset - riset tersebut akhirnya berdampak kepada masyarakat.
Disamping itu, Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Prof. apt. Ketut Adhyana meminta cendekiawan perguruan tinggi sebagai garda terdepan mewujudkan program culture of science atau budaya ilmiah.
Dalam mewujudkan kebiasaan berpikir, bersikap, dan bertindak yang berlandaskan pada kaidah, metode, serta nilai-nilai ilmu pengetahuan.
Hal itu tidak hanya berhenti pada slogan, narasi atau wacana. Tetapi bisa diwujukan melalui lembaga pendidikan. Hasil riset-riset itu agar bermanfaat bagi masyarakat maupun bagi lerguruan tinggi baik untuk pengajaran, penelitian dan pengabdian. Tidak lupa, dorong perguruan tinggi tetap melakukan inovasi.
"Ekstrimnya inovasi atau mati atau hidup atau mati," tegasnya. Sebagaimana dalam ungkapan Inovasi atau Mati, buku karya Gede Prama dengan subjudul "Hanya untuk mereka yang pikirannya siap terguncang" yang diterbitkan oleh Elex Media Komputindo pada tahun 2000.
Menariknya lagi, UNBI mengukir sejarah baru pada acara Seminar tersebut. Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek Prof. Dr. Mukhamad Najib menyerahkan Surat Keputusan (SK) Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi di UNBI.
Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Nomor 966/B/O/2026 tentang Izin Pembukaan Program Studi Kedokteran Program Sarjana dan Program Studi Pendidikan Profesi Dokter Program Profesi pada Universitas Bali Internasional di Kota Denpasar yang diselenggarakan oleh Yayasan Anugerah Husada Bali Indonesia.
Saat ini UNBI memiliki 19 Program Studi setelah adanya Fakultas Kedokteran (FK), sebelumnya 17 Prodi. (GAB/001)