Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah
Banner Bawah

Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah

Admin 2 - atnews

2026-07-31
Bagikan :
Dokumentasi dari - Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah
Kunker Reses Komisi XII DPR RI (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang terletak di Kota Denpasar, Provinsi Bali, secara resmi dinyatakan siap beroperasi. Kesiapan kawasan seluas 498 hektar yang dikembangkan oleh PT Bali Turtle Island Development (BTID) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 23/2023 tersebut dikukuhkan melalui Surat Keputusan Dewan Nasional KEK No. 7/2024 tertanggal 26 Juni 2024.

Kepastian ini diungkapkan langsung oleh jajaran pimpinan PT BTID saat menerima Tim Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI Masa Sidang V Tahun Sidang 2025–2026 yang didampingi perwakilan Pemerintah Provinsi Bali di KEK Kura-Kura Bali (Turtle Island), Denpasar, Kamis (23/7/2026).

Kunker Reses Komisi XII DPR RI diterima Presiden Direktur PT Bali Turtle Island Development (BTID) Tuti Hadiputranto dan Presiden Komisaris PT BTID Tantowi Yahya.

Rombongan Kunker Komisi XII DPR RI dipimpin Ketua Tim Sugeng Suparwoto, M.T., yang juga Wakil Ketua Komisi XII DPR RI didampingi Wakil Ketua Tim, Dr. Bambang Patijaya, SE., MM., Dony Maryadi Oekon, S.T., dan juga Wakil Ketua Tim, Putri Zulkifli Hasan, S.Mn., M.Bus.

Hadir pula, Anggota Komisi XII DPR RI diantaranya Ir. Bambang Wuryanto, MBA., H. Yulian Gunhar, SH., M.H., Sigit Karyawan Yunianto, SH., MAP., Jamaludiin Malik, S.H., M.H., drg. Alfons Manibui, Ir. Beniyanto, S.T., Dr. Ramson Siagian, Rocky Chandra, Cheroline Chrisye Makalew, Dr. Syarif Fasha, SE., M.E., N.M Dipo Nusantara Pua Upa, S.H., M.Kn., Syafruddin, S. Pd., Dr. Ir. H. A. Junaidi Auly, M.M., H. Jalal Abdul Nasir, AK., Aqib Ardiansyah, M.Si., H. Totok Daryanto, S.E., Dr. H. Eddy Baskoro Yudhoyono, B.Com., M.Sc., dan Dr. Sartono, SE.,MM., serta 3 orang Sekretaris, yaitu Dwiyanti,  Taufiq dan Abd. Waiz.

Selain itu, Kunker Reses Komisi XII DPR RI dihadiri oleh Dirjen Ketenagalistrikan KESDM RI, Dirjen EBTKE KESDM RI, Dirjen Migas Kementerian ESDM RI, Deputi Bidang Tata Lingkungan dan Sumber Daya Alam Berkelanjutan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), Deputi Bidang Perencanaan Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Deputi Bidang Kerja Sama Penanaman Modal Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Direktur Utama PT PLN (Persero), Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga dan Direktur Utama PT Bali Turtle Island Development serta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali.

Presiden Direktur PT BTID, Tuti Hadiputranto, menjelaskan bahwa status KEK memberikan keunggulan kompetitif yang signifikan bagi para investor melalui penyediaan berbagai insentif fiskal, termasuk tax holiday, yang berlaku hingga jangka waktu 20 tahun.

Sebagai hub strategis pariwisata berkelanjutan dan industri kreatif, Hingga Triwulan II-2026, KEK Kura Kura Bali mencatatkan realisasi investasi kumulatif sebesar Rp1,79 triliun (sekitar US113,68juta).

Sementara itu, secara keseluruhan total investasi pembangunan di kawasan tersebut sejak awal proses pengusulan KEK telah mencapai angka fantastis sebesar Rp2,85 triliun (US184,53 juta).

"Bahwa kita adalah kawasan ekonomi khusus yang disusun formasinya untuk pariwisata dan industri kreatif. Karena kita KEK, kita bisa mendapatkan berbagai macam insentif seperti tax holiday dan lain-lainnya, sehingga insentif itu dapat kita nikmati selama 20 tahun. Saat ini kita sudah dinyatakan oleh Dewan Nasional KEK siap untuk beroperasi," ujar Tuti.

Dalam pengembangannya, KEK Kura Kura Bali mengusung filosofi 6L (Living, Learning, Leisure, Landscape, Lifestyle, dan Longevity) yang menyelaraskan hubungan manusia dengan sesama, alam, dan Tuhan (Tri Hita Karana).

Selain kemudahan insentif, Tuti membeberkan rekam jejak panjang transformasi lingkungan di kawasan KEK Kura Kura Bali yang memakan waktu lebih dari satu dekade.

Lahan yang semula didominasi karang dan pasir yang kering kerontang berhasil disuburkan kembali melalui metode penyuburan tanah alami memanfaatkan kotoran ternak, sebelum akhirnya ditanami ratusan ribu pepohonan.

"Bagaimana hijaunya tempat ini? Lahan ini dulunya kering kerontang karena hanya berisi karang dan pasir. Apa yang kami lakukan adalah melepas ratusan kerbau dan sapi secara liar di sini. Dari kotoran sapi dan kerbau tersebut, tanah ini menjadi subur. Akhirnya kami membeli dan menanam 700.000 pohon di sini. 

Membutuhkan waktu lebih dari 10 tahun untuk melakukan ini, jadi memang tidak bisa cepat," ungkap Tuti menjelaskan sejarah penghijauan kawasan.
Kawasan ini juga menjadi habitat bagi lebih dari 160 hingga 170 jenis burung migrasi serta memiliki 80 pura aktif yang tetap dimanfaatkan masyarakat lokal.

Selain itu, terdapat area mangrove seluas 300 hektar di kawasan tersebut. Selain dikelola oleh pengembang, sebagian area mangrove akan dikembangkan menjadi Mangrove Center bekerja sama dengan Pemerintah dan Universitas Indonesia (UI). Di samping itu, PT BTID juga telah menjalin kolaborasi internasional dengan Conservation International.

Dari sisi aksesibilitas, KEK Kura Kura Bali menawarkan keunggulan konektivitas yang terintegrasi dengan pusat-pusat kegiatan di Bali. Terhubung dengan jaringan jalan tol, kawasan ini dapat dijangkau bebas macet dari pelbagai titik vital: 15 menit menuju Pusat Kota Denpasar, 20 menit menuju Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, dan 30 menit menuju kawasan destinasi wisata utama seperti Sanur, Kuta, Seminyak, dan Nusa Dua.

Dampak ekonomi keberadaan kawasan ini langsung dirasakan oleh masyarakat setempat. Hingga saat ini, KEK Kura Kura Bali telah menyerap tenaga kerja sebanyak 5.316 orang, di mana lebih dari 50% di antaranya merupakan warga lokal Bali, khususnya dari Desa Serangan.

Dalam menjalankan operasional kawasan, PT BTID bertindak sebagai Badan Usaha Pembangun dan Pengelola (BUPP) yang memfasilitasi kebutuhan para investor, sedangkan pembangunan fisik sarana dilakukan oleh masing-masing pelaku usaha. Saat ini terdapat 3 pelaku usaha utama yang beroperasi di kawasan tersebut.

Beberapa proyek strategis yang dikembangkan antara lain:

1. Kura-Kura Development: Pembangunan sekolah swasta internasional berkualifikasi tinggi bekerja sama dengan institusi dari Singapura. Seperti ACS serta UUD Campus. 

2. Kawasan Komersial Outlet & Gedung Pertemuan meliputi Pengembangan area komersial dan ruang konvensi. Salah satunya yang akan dilaunching yakni Outlet Sira Living. 

3. Kawasan Residensial: Pembangunan hunian eksklusif (residence).

Sementara itu, Presiden Komisaris PT BTID, Tantowi Yahya, menegaskan bahwa pengembangan KEK Kura Kura Bali yang telah dirintis sejak tahun 1994 memegang teguh filosofi kebudayaan lokal Bali sebagai landasan utamanya.

"Kami menyebut tempat ini sebagai Pulau Kebahagiaan atau 'Island of Happiness', karena siapa pun yang berkunjung pasti merasa bahagia dan senang. Kami mengadopsi filosofi Bali Tri Hita Karana—tiga jalan menuju kebahagiaan.

Kami telah mengelola kawasan ini sejak 1994 sebagai pemilik dan pengelola, dan astungkara pada April 2023 diresmikan oleh pemerintah sebagai KEK Pariwisata dan Ekonomi Kreatif," tutur Tantowi Yahya.

Dengan kesiapan infrastruktur, komitmen pelestarian lingkungan, penyerapan tenaga kerja lokal yang tinggi, serta capaian investasi yang terus meningkat, KEK Kura Kura Bali optimistis menjadi motor penggerak baru bagi pertumbuhan ekonomi hijau berbasis pariwisata berkelanjutan dan industri kreatif di Pulau Dewata. 

Yang mencuri perhatian, Sira Living- Grand Outlet Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali yang akan di launching pada Jumat, (31/7)  mendapat apresiasi positif dari kalangan Asosiasi Pengusaha. DPD APRINDO Bali menyambut baik kehadiran Sira Village – Grand Outlet Bali di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kura Kura Bali.

Ketua Aprindo Provinsi Bali Budiman A Sinaga menyebut, kehadiran Sira Living sebagai bagian dari investasi strategis yang diharapkan mampu memperkuat posisi Bali sebagai destinasi wisata dan belanja kelas dunia. 

Investasi ini diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan, membuka lapangan kerja baru, serta memberikan multiplier effect bagi pertumbuhan ekonomi daerah. (SUK/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Alfa Prima Kampus Diploma Terbaik di Bali

Terpopuler

Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah

Hijaukan Kawasan dengan Melepas Ratusan Ekor Sapi, KEK Kura-Kura Bali Siap Beroperasi dan Bidik Investasi Triliunan Rupiah

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi

Presiden Prabowo: LNG Abadi Masela Jadi Tonggak Kemandirian Energi

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Wagub Giri Prasta Apresiasi Pitra Yadnya Massal, Ringankan Beban dan Pererat Persaudaraan Warga

Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental

Prodi Yoga Kesehatan UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar Bahas Peran Yoga dalam Menjaga Kesehatan Mental