Denpasar (Atnews) - Anggota Komisi XII DPR RI Beniyanto menyoroti pemaparan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bali terhadap rencana pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Serangan agar lebih menarik dan mudah dimengerti.
Ia mengusulkan Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bali menyajikan visualisasi yang lebih komprehensif terhadap rencana pembangunan Floating Storage Regasification Unit (FSRU) di Serangan. Sebab, penyampaian informasi melalui visualisasi tiga dimensi (3D) atau masterplan akan membantu masyarakat memperoleh gambaran yang utuh mengenai proyek tersebut sekaligus mendukung proses sosialisasi yang lebih efektif.
Hal itu diungkapkan Beniyanto dalam agenda Kunjungan Kerja Reses Komisi XII DPR RI bersama Perumda Bali dan investor proyek FSRU di Serangan, Bali, Rabu (23/7/2026). Politisi Fraksi Partai Golkar itu menilai penjelasan proyek tidak cukup hanya melalui paparan atau gambar denah.
Masyarakat perlu melihat bentuk pembangunan secara lebih nyata, mulai dari tata letak fasilitas, kondisi kawasan, hingga hasil kajian lingkungan yang telah dilakukan.
"Saya mengusulkan agar Perumda tidak hanya menjelaskan proyek melalui paparan atau gambar denah, tetapi juga menghadirkan visualisasi tiga dimensi (3D) atau masterplan visual yang mampu memperlihatkan secara nyata bentuk pembangunan, tata letak fasilitas, hingga hasil kajian lingkungan," ujar Beniyanto.
Menurutnya, perkembangan teknologi memungkinkan penyampaian informasi proyek dilakukan secara lebih komunikatif sehingga masyarakat adat, nelayan, maupun pemangku kepentingan lainnya dapat memahami rencana pembangunan berdasarkan informasi yang utuh.
Ia juga berharap hasil kajian lingkungan, kajian sosial, serta potensi dampak terhadap aktivitas perikanan dapat ditampilkan dalam visualisasi tersebut sehingga proses sosialisasi menjadi lebih mudah dipahami dan terbuka.
"Kami ingin hasil kajian lingkungan, kajian sosial, serta dampaknya terhadap aktivitas perikanan dapat divisualisasikan agar proses sosialisasi kepada masyarakat menjadi lebih efektif, mudah dipahami, dan transparan," katanya.
Dirinya juga menambahkan, penyediaan visualisasi proyek tidak memerlukan biaya besar dibandingkan manfaat yang dapat diperoleh. Menurutnya, langkah tersebut dapat meningkatkan pemahaman publik sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap proyek strategis penyediaan infrastruktur energi di Bali.
Ia berharap seluruh pemangku kepentingan dapat membangun komunikasi yang baik dengan masyarakat sehingga pengembangan FSRU mendapat dukungan luas dan mampu mendukung keandalan pasokan energi listrik serta keberlanjutan sektor pariwisata di Pulau Dewata.
"Semua pihak harus merasa memiliki proyek ini karena tujuannya untuk menunjang kebutuhan energi dan mendukung keberlanjutan sektor pariwisata Bali di masa depan," pungkasnya (Z/002)