Mengenal Sosok Diah Puspayanthi, Srikandi Muda DPRD Jembrana Mengabdi Lewat Pemberdayaan Ekonomi
Mengenal Sosok Diah Puspayanthi, Srikandi Muda DPRD Jembrana Mengabdi Lewat Pemberdayaan Ekonomi
Admin 2 -
atnews
2026-07-01
Bagikan :
Luh Putu Diah Puspayanthi, S.H., M.M (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) – Luh Putu Diah Puspayanthi, S.H., M.M., atau yang akrab disapa "Diah UMKM", merupakan salah satu representasi politisi muda di parlemen modern saat ini.
Menjabat sebagai Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jembrana periode 2024–2029 sekaligus Sekretaris Fraksi Partai Demokrat, legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) Jembrana 1 (Kecamatan Negara) ini membuktikan bahwa usia muda dan ketiadaan latar belakang politik formal bukanlah hambatan untuk membawa dampak nyata bagi masyarakat.
Menjalani tahun-tahun pertamanya sebagai anggota DPRD termuda di Jembrana, Diah mengakui bahwa dinamika parlemen sangatlah kompleks. Namun, ia terus belajar cepat dan memanfaatkan fungsi pengawasan kedewanan secara optimal untuk menjembatani program pemerintah pusat maupun daerah agar langsung dirasakan oleh masyarakat di tingkat bawah.
"Hampir dua tahun lebih menjadi anggota DPRD termuda di Jembrana, itu tidak mudah. Tapi saya tetap belajar untuk memahami bagaimana menjalankan fungsi sesuai dengan tupoksi anggota dewan karena ternyata sangat kompleks. Hari ini saya bangga karena bisa bermanfaat untuk orang lain, dan semoga kedepannya bisa lebih bermanfaat lagi untuk banyak orang," ujar Diah Puspayanthi. Di balik kiprah politiknya, Diah memiliki latar belakang akademis yang kuat di bidang hukum dan manajemen bisnis.
Ia merupakan alumnus Fakultas Hukum Universitas Udayana (Unud) yang berhasil lulus cepat dalam waktu 6 semester dengan predikat lulusan terbaik (IPK 3,49).
Ia kemudian melanjutkan studi magister (S2) di bidang manajemen Program Pascasarjaa Universitas Triatma Mulya dengan predikat Cum Laude.
Kombinasi ilmu hukum dan bisnis ini tertuang dalam berbagai karya ilmiah dan jurnal publikasi yang pernah ia terbitkan, di antaranya; Jurnal "Kedudukan Suami Istri terhadap Harta Benda Perkawinan dalam Hal Terjadinya Perceraian: Perspektif Undang-Undang Perkawinan dan Hukum Adat Bali" (Diterbitkan di Jurnal FH Unud & diarsipkan di Scribd).
Selanjutnya ada Skripsi mengenai Pelaksanaan Penyelesaian Sengketa Akibat Belim Dibayarnya Tanggung Jawab Biaya Pembangunan Apartemen Taman Sari di Kerobokan. Serta Tesis Magister: Penelitian mengenai "Pengaruh Kebijakan Pemerintah terhadap Daya Saing Produk Coklat melalui Entrepreneurial Marketing" (Studi kasus pada UMKM pengolahan coklat). Insting kewirausahaan Diah sudah terasah sejak kecil melalui berbagai liku-liku perjuangan yang mandiri. Masa Kecil (TK & SD), Diah Mulai berjualan gambar hasil lukisannya sendiri seharga Rp1.000 saat TK, hingga membeli alat tulis secara grosir untuk dijual kembali kepada teman-temannya saat SD. Masa Remaja (SMP & SMA), menjadi "makelar segala bisa" demi memberikan solusi bagi teman-temannya.
Saat bersekolah di SMAN 1 Negara, ia menyalurkan bakat seninya dengan menjadi tukang tato temporer hingga menjuarai Porsenijar untuk lukisan Barong.
Memasuki usia 17 Tahun (Kuliah), Diah mengawali bisnis DAMNYDAMN CLOTHING.
Bermodal awal Rp900 ribu dari usaha online shop, bisnis distronya berkembang pesat hingga mampu mempekerjakan puluhan karyawan (dari 2 orang hingga berkembang menjadi 30 orang bahkan ratusan dalam rantai produksinya) dan berhasil ke luar negeri seperti Singapura, Malaysia, dan Thailand saat ia masih berstatus mahasiswa.
Sebelum mendedikasikan diri di kursi legislatif, Diah telah aktif membina pelaku usaha. Dedikasinya diakui secara nasional ketika ia berhasil meraih penghargaan sebagai Harapan I dalam 6 Besar Konsultan PLUT Terinovatif Nasional 2022 yang diselenggarakan oleh Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop UKM) RI di bawah kepemimpinan Menkop Teten Masduki.
Kompetisi ini merupakan bagian dari transformasi New PLUT KUMKM untuk mengakselerasi UMKM naik kelas melalui digitalisasi dan inkubasi bisnis.
Sebagai bentuk komitmen sosial dan keberlanjutan visi ekonominya, Diah menjalankan empat program kerja nyata di masyarakat.
Program pertama, Pemberdayaan UMKM, yang meliputi Pengurusan izin usaha (NIB), fasilitasi izin edar produk, dan sertifikasi halal gratis. Memberikan pelatihan, pendampingan, serta pembukaan akses pameran dan kemitraan digital, hingg Memberikan solusi permodalan, perbaikan desain kemasan (packaging), dan tata kelola manajemen.
Program kedua yakni Aksi Sosial & Berbagi (Dana Punia & Santunan). Program tersebut meliputi penyaluran sebagian pendapatan/gajinya untuk santunan anak yatim piatu, fakir miskin, lansia terlantar, serta pemberian dana punia bagi para Pemangku dan Pendeta di Bali.
Program ketiga yakni Aspirasi Online Terintegrasi. Program ini membuka ruang komunikasi tanpa batas melalui media sosial (seperti DM Instagram). Masyarakat dapat menyampaikan keluhan, ide, dan gagasan kapan saja, yang kemudian langsung ditindaklanjuti ke dinas terkait dan dilaporkan kembali perkembangannya secara transparan.
Program keempat yakni Edukasi dan Kolaborasi Lintas Golongan. Program ini memberikan informasi program pemerintah yang valid agar masyarakat mendapatkan kesempatan ekonomi yang sama. Ia mengedepankan kolaborasi inklusif untuk memajukan Jembrana tanpa memandang sekat agama, golongan, maupun partai politik. (SUK/002)