Denpasar (Atnews) – Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Provinsi Bali kembali menunjukkan langkah strategis dalam memperkuat struktur ekonomi daerah melalui partisipasi aktif dalam Focus Group Discussion (FGD) "Penguatan Ekosistem Kewirausahaan di Provinsi Bali Tahun 2026".
Bertempat di Ruang Nusa, Gedung Rektorat Univrsitas Udayana (UNUD), kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi besar antara regulator, akademisi, dan pelaku usaha.
Acara ini menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Ketua Umum KADIN Provinsi Bali Made Ariandi dan Ketua Pusat Studi Kewirausahaan Universitas Udayana, Dr. Ni Putu Sutramiani. Forum ini juga dihadiri oleh pemangku kepentingan kunci, termasuk perwakilan BPOM, komunitas Petani Muda Keren (PMK), berbagai organisasi profesi, serikat pekerja, serta stakeholder terkait lainnya.
Diskusi Strategis: Kemudahan Berusaha dan Compliance
Dalam sesi diskusi yang dinamis, poin utama yang ditekankan adalah mengenai kemudahan berusaha bagi UMKM dan wirausaha muda. Kehadiran BPOM menjadi krusial dalam membahas percepatan dan pemenuhan compliance (kepatuhan) regulasi produk. KADIN Bali menegaskan bahwa standar kepatuhan bukan sekadar beban administratif, melainkan syarat mutlak agar produk lokal Bali memiliki daya saing dan jaminan mutu di pasar global.
Selain itu, forum ini menyoroti concern strategis dari APRINDO (Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia) yang menyatakan komitmen dan minat kuat untuk mempererat integrasi sebagai anggota KADIN. Sinergi ini diharapkan menjadi jalur tol bagi produk-produk UMKM Bali untuk masuk ke jaringan ritel modern secara masif.
Penyampaian Materi Ecosystem Re-engineering.
KADIN Bali memaparkan materi bertajuk "Ecosystem Re-engineering: Arsitektur Baru UMKM Bali". Materi ini menekankan bahwa untuk mengelola 97% tenaga kerja Indonesia yang berada di sektor UMKM, diperlukan transformasi radikal berbasis teknologi.
KADIN Bali menyampaikan bagaimana AI sangat dapat membantu untuk KUR Berbasis AI & Scoring Digital: Solusi untuk mempercepat akses pendanaan bagi 1.000 UMKM Ekonomi Kreatif dengan proses verifikasi yang lebih cerdas dan cepat.
Geo-Intelligence: Sistem pemetaan wilayah untuk memastikan distribusi produk UMKM dan penempatan titik usaha tepat sasaran sesuai potensi ekonomi daerah.
Paparan ini selaras dengan visi nasional Ketua Umum KADIN Indonesia, Bapak Anindya Bakrie, yang dalam dialognya menekankan pentingnya pengembangan Human Capital dan penutupan celah keterampilan teknologi (AI skills gap).
Laporan Kehadiran dan Tindak Lanjut Organisasi
Sebagai bagian dari laporan organisasi, kehadiran Ketua Umum KADIN Bali yang diwakili oleh jajaran pimpinan strategis menunjukkan komitmen KADIN dalam mengawal setiap kebijakan ekonomi dari hulu ke hilir. Keterlibatan komunitas seperti Petani Muda Keren menjadi bukti bahwa ekosistem kewirausahaan Bali kini semakin inklusif, menyentuh sektor agrikultur modern hingga ekonomi kreatif digital.
KADIN Bali akan menindaklanjuti poin-poin kemudahan berusaha dan kemitraan dengan APRINDO ini ke dalam program kerja teknis, guna memastikan bahwa setiap anggota KADIN mendapatkan manfaat nyata dari integrasi ekosistem yang sedang dibangun. (Z/002)