Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup, Pendidik Asal Buleleng Raih Inovator Pendidikan Nasional 2026
Banner Bawah

Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup, Pendidik Asal Buleleng Raih Inovator Pendidikan Nasional 2026

Admin 2 - atnews

2026-05-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup, Pendidik Asal Buleleng Raih Inovator Pendidikan Nasional 2026
Dr. Ni Putu Ayu ervina Sanjayanti raih Inovator Pendidikan 2026 (ist/atnews)

Buleleng (Atnews) - Dunia pendidikan di Kabupaten Buleleng, Bali, kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Dr. Ni Putu Ayu Hervina Sanjayanti berhasil meraih penghargaan Inovator Pendidikan 2026 kategori Pendidikan Non-Formal dalam ajang “Apresiasi Nasional Insan Pendidikan Berdampak 2026”.

Penghargaan tersebut diraih melalui karya inovatif bertajuk “Model SANJAYANTI Terintegrasi Tri Hita Karana: Menganyam Literasi dan Kecakapan Hidup untuk Akselerasi Asta Cita dan SDGs di PKBM Widya Aksara”. Inovasi itu dinilai mampu menghadirkan pendekatan pembelajaran yang adaptif dengan memadukan literasi, kecakapan hidup, serta nilai-nilai kearifan lokal Bali berbasis Tri Hita Karana.

Ajang penghargaan tingkat nasional ini diselenggarakan oleh GuruInovatif.id bekerja sama dengan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Puncak acara penghargaan dan talkshow inspiratif dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting pada Jumat (8/5), dengan melibatkan 400 peserta dan nominator dari berbagai daerah di Indonesia.

Dikonfirmasi, Minggu, (10/5) Hervina mengatakan bahwa penghargaan tersebut menjadi penyemangat untuk terus menghadirkan inovasi pendidikan yang berdampak langsung bagi masyarakat, khususnya pada pendidikan non-formal.

“Pendidikan non-formal memiliki peran strategis dalam membuka akses pembelajaran sepanjang hayat. Melalui model SANJAYANTI, kami berupaya menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya menguatkan literasi, tetapi juga membangun kecakapan hidup dan karakter berbasis budaya lokal,” ujar Hervina.

Lebih lanjut, pendekatan pendidikan yang relevan dengan kebutuhan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan sumber daya manusia yang adaptif di tengah perubahan zaman.“Kami ingin peserta didik memiliki kemampuan untuk bertahan, berkembang, dan tetap berakar pada nilai-nilai budaya serta harmoni kehidupan sebagaimana filosofi Tri Hita Karana,” tegasnya.

Prestasi tersebut mendapat apresiasi dari kalangan pendidikan di Kabupaten Buleleng. Keberhasilan itu dinilai menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan dari daerah mampu bersaing dan memberikan kontribusi nyata di tingkat nasional.

Capaian yang diraih Hervina juga diharapkan dapat memotivasi seluruh satuan pendidikan, baik formal maupun non-formal, untuk terus menghadirkan terobosan pembelajaran yang kreatif, inklusif, dan berdampak bagi masyarakat.

Dengan penghargaan tersebut, Kabupaten Buleleng kembali menunjukkan komitmennya dalam mendorong transformasi pendidikan yang selaras dengan penguatan literasi, pengembangan keterampilan hidup, serta pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDGs). (WAN/002)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Gratiskan Layanan Kesehatan Masyarakat Bali 

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD