Terkena Kasus Landak, Empati Pemerhati Ampik Cendekia kepada Sukena dan Keluarga
Banner Bawah

Terkena Kasus Landak, Empati Pemerhati Ampik Cendekia kepada Sukena dan Keluarga

Admin - atnews

2024-09-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Terkena Kasus Landak, Empati Pemerhati Ampik Cendekia kepada Sukena dan Keluarga
Rombongan Pemerhati Ampik Cendekia  (Artaya/Atnews)
Badung (Atnews) - Rombongan Pemerhati Ampik Cendekia mengunjungi tempat tinggal I Nyoman Sukana, di  Bongkasa, Badung,  Bali. I Nyoman Sukena terancam 5 tahun penjara gara-gara memelihara Landak Jawa di Badung, Senin (9/9).

Pada kesempatan itu, hadir Nyoman Baskara, Agus Maha Usadha, I Ketut Donder, Ph.D., I Ketut Ngastawa dan Ketua DMC Ir. Nyoman Mahardika. Kedatangannya diterima oleh pihak keluarga Nyoman Sukena.
            
Mereka merasa prihatin dan berempati karena warga Bali memelihara landak. Salah satu keluarga mengiformasikan Nyoman Sukena mendapatkan landak dari pamannya.  

Sebagai penyayang hewan landak tersebut dipelihara. Sempat pula dilepas ke alam bebas, namun hendak karena apa landak tersebut kembali ke rumah Nyoman Sukena yang tergolong asri. 

Mengingat beberapa kali seperti itu, akhirnya Nyoman Sukena yang dikenal sebagai penyayang hewan membuat kandang untuk Landak tersebut.

Sepasang landak tersebut beranak pinak menjadi empat ekor. Nyoman Sukena tidak menyangka landak-landak itu ternyata hewan langka.

Nyoman Sukena ditangkap polisi pada awal Maret 2024 atas laporan masyarakat. Dia kedapatan memelihara empat landak di rumahnya.

Empat ekor landak yang dipelihara Sukena adalah Landak Jawa (hysterix Javanica). Landak tersebut merupakan satwa liar yang dilindungi. 

Saat ini, kasus tersebut  tengah disidangkan di PN. Denpasar. Kasus tersebut menjadi viral di medsos dan mendapatkan banyak tanggapan dari berbagai pihak, termasuk nitizen yang menginginkan agar Nyoman Sukena dibebaskan.

Nyoman Sukena tidak niat lain terhadap keberadaan landak-landak tersebut, kecuali rasa sayang untuk menjaga dan memeliharanya. 

Upaya untuk melepaskan landak-landak tersebut telah pernah dilakukan, namun Landak-Landak kembali datang ke rumah Nyoman Sukena memelihara landak yang di dapat dari kebunnya. 

Bahkan pengakuan dari salah satu paman Nyoman Sukena Landak tersebut pernah digunakan tiga kali sebagai kelengkapan prosesi piodalan di desa setempat. "Landak-landak ini telah tiga kali digunakan dalam prosesi piodalan di desa. Termasuk hewan-hewan lainnya," tegas pamannya.

Dengan adanya kasus yang menimpa Nyoman Sukena yang kemudian menjadi viral dengan berbagai tanggapan yang pada intinya meminta agar Nyoman Sukena dibebaskan. 

Praktek penegakan hukum seperti yang menimpa Nyoman Sukena seolah-olah membenarkan persepsi publik bahwa hukum tajam ke bawah tumpul ke atas. 

Apalagi berita Nyoman Sukena disandingkan dengan salah satu pejabat yang sedang bermain-main dengan hewan yang nota bene dilindungi. Hal itu disampaikan Ketut Ngastawa.

Sementara itu, Nyoman Baskara bersama Ketut Donder, Ph.D ingin mengetahui tempat Nyoman Sukena memelihara Landak. Ia pun merasa prihatin sesama warga Bali yang niatnya memelihara daripada jadi hama di kebun. Oleh karena ketidakpahaman dan tiadanya sosialisasi membuatnya harus berurusan dengan hukum. (GAB/001)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Gubernur Koster Sebut Akulturasi Budaya Bali dan Tiongkok Sudah Turun Temurun

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Presiden Prabowo Umumkan Serangkaian Kebijakan Perlindungan Pekerja pada May Day 2026

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD

ARUN Soroti Wacana Devisa Pariwisata Bali Rp176 Triliun, Gung De Pertanyakan Besaran PAD