Gubernur Koster Ingin Wantilan Desa Jadi "Balinese Culture Meeting Point"
Banner Bawah

Gubernur Koster Ingin Wantilan Desa Jadi "Balinese Culture Meeting Point"

Artaya - atnews

2019-04-11
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gubernur Koster Ingin Wantilan Desa Jadi "Balinese Culture Meeting Point"
Gubernur Bali Wayan Koster 
Denpasar  10/4 (Atnews) - Gubernur Bali Wayan Koster meluncurkan akses Wi-Fi gratis untuk seluruh masyarakat Pulau Dewata yang ditandai penekanan sirine di Wantilan Pura Puseh Desa Dauh Waru, Kabupaten Jembrana  yang  dihadiri ribuan peserta  terdiri dari kalangan bendesa, tokoh masyarakat serta perwakilan pemuda, Rabu, 
"Semua wantilan desa adat akan dipasang Wi-Fi gratis. Dengan adanya akses Wi-Fi gratis ini, saya harapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk memperkuat tatanan masyarakat. Agar wantilan jadi Balinese Culture Meeting Point," tegas Koster dalam sambutannya di acara bertajuk  “Launching Access Free Wifi menuju Bali Smart Island”.
Selain itu, Gubernur juga berharap akses Wi-Fi bisa membantu meningkatkan perekonomian, kepariwisataan, memperkuat budaya, kesehatan, dan pengetahuan sesuai dengan potensi lokal dan wawasan global serta dinamika jaman," katanya.
Menurut Ketua DPD PDI Perjuangan Bali ini ketersediaan infrastruktur informasi ini merupakan langkah awal dalam mewujudkan 'Bali Smart Island'. "Akses Wi-Fi gratis ini diharapkan dapat menyentuh seluruh komponen masyarakat, baik itu desa adat, objek pariwisata, puskesmas, maupun sekolah baik dari tingkat SD hingga SMA/SMK, semuanya harus dapat untuk mendukung revolusi industri 4.0, mendukung Bali Era Baru," tandas Koster.
Koster berharap nantinya akan tercipta pemerataan akses informasi dan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Bali, khususnya di desa adat. 
Sementara itu, Bupati Jembrana Putu Artha bersyukur dan berterimakasih atas pencanangan Wi-Fi gratis yang digelar di Jembrana. "Seperti kita ketahui internet jadi kebutuhan penting generasi terkini, semoga program ini bisa meningkatkan pergerakan serta mengurangi kesenjangan digital di pelosok desa," Sebutnya. Ia berharap akses internet bisa dimanfaatkan masyarakat dengan baik dan benar, tidak untuk hal-hal negatif. "Mari jaga dan pelihara bersama," harapnya.
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistika Provinsi Bali Nyoman Sujaya dalam kesempatan serupa menyampaikan bahwa layanan Wi-Fi gratis telah dimulai pada 2018 di 311 titik. Pemasangan Wi-Fi itu dilakukan secara bertahap dan pada 2020 dicanangkan telah terpasang sekitar 4.157 titik di seluruh Bali.
Pada 2019, Pemprov Bali menargetkan sasaran 1.825 akses poin dengan lokasi penempatan di wantilan desa adat sejumlah 1.371 akses poin, puskesmas sejumlah 107 akses poin, objek wisata sejumlah 203 akses poin, SMA/SMK/SLB sejumlah 132 akses poin, serta area publik 12 titik.(*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sambut Hari Pers Nasional, IMO-Indonesia Gelar Lomba Jurnalistik

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan