KPU Sosialisasi Pemilu 2019 di Rumah Sakit Jiwa Bangli
Banner Bawah

KPU Sosialisasi Pemilu 2019 di Rumah Sakit Jiwa Bangli

Artaya - atnews

2019-04-08
Bagikan :
Dokumentasi dari - KPU Sosialisasi Pemilu 2019 di Rumah Sakit Jiwa Bangli
KPU Sosialisasi Pemilu 2019 di Rumah Sakit Jiwa Bangli
Bangli, 8/4 (Atnews) --- Untuk kedua kalinya dalam sejarah Pemilu, Rumah Sakit Jiwa Bangli melaksanakan pemungutan suara bagi pasien yang dirawat pada pemilihan serentak.
Demi mematangkan proses pencoblosan dirumah sakit pengidap gangguan jiwa itu, KPUD Bangli yang didampingi Direktur RSJP I Dewa Gede Basudewa melaksanakan sosialisasi di aula RSJP Bali di Bangli Senin (08/04). 
Sebanyak 72 pasien yang akan mengikuti pemilu 17 April 2019 nanti.
Menurut Direktur RSJP Bali I Dewa Gede Basudewa usai pelaksanaan sosialisasi  mengatakan KPUD bersama RSJP Bali menyelenggarakan sosialisasi untuk pemilu 17 April 2019 tentang jumlah kartu suara dan cara mencoblos lebih detail kepada masing- masing yang sudah terdaftar dalam DPT dan DPTB di RSJ.
Untuk yang dari luar Bali hanya mendapatkan satu kartu untuk memilih Presiden,sedangkan diluar Bangli hanya mendapat tiga kartu sedang yang resmi sudah terdaftar disini mendapat lima buah kartu suara.
Ini penting buat mereka mengingatkan bahwa sebagai disalinitas memiliki hak yang sama dengan orang yang sehat, bahwa mereka tidak ada lagi hambatan mental dari para dokter
“Kita sudah lihat mereka sangat antusias, bertanya, mengkritisi secara detail seperrti orang normal walaupun ada yang nyeleneh, seperti waktu dan tahu haknya menjaga rahasia apa pilihannya”jelasnya.
 Lebih lanjut Basudewa mengatakan dalam hal ini ODGJ sudah melaksanakan hak-hak disalinitas.Kalau dilihat dari  catatan panjang kondisi gangguan jiwa sudah bisa dikendalikan dengan pengobatan sudah tertata dengan baik  dalam satu bulan tidak akan muncul kambuh,.
Untuk penjoblosan bagi pasien ini ada di TPS 33 Kelurahan akan dilaksanakan di Gedung Diklat.
Mengingat sebelum pasien menyalurkan hak pilihnya , pihak dokter yang akan lebih dahulu memeriksa kondisi kejiwaan pasien Sampai hari ini sekitar 72 orang pasien. 
Jika nanti dokter merekomendasikan pasien bisa memilih secara mandiri, maka akan  diijinkan untuk memilih. Bila dipaksakan untuk memilih, sedangkan kondisi kejiwaannya tidak setabil, dikhawatirkan nanti pasien berbuat ulah.
"Yang berwenang memberikan rekomendasi adalah dokter-dokter yang ada diruangan,dari pengamatan yang nyata seperti sekarang ini rasanya semua akan berjalan lancar ,disini yang lebih tahu situasi dan kondisi pasien yang akan melakukan pencoblosan " ucapnya (Anggi/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Aktif Bayar Pajak Dukung Pembangunan Nasional

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan