Tak Perlu Banyak Wacana,  HKTI Ungkapkan  Berbagai Permasalahan Pertanian Bali
Banner Bawah

Tak Perlu Banyak Wacana,  HKTI Ungkapkan  Berbagai Permasalahan Pertanian Bali

Atmadja - atnews

2019-12-06
Bagikan :
Dokumentasi dari - Tak Perlu Banyak Wacana,  HKTI Ungkapkan  Berbagai Permasalahan Pertanian Bali
Slider 1
Denpasar, 6/12 (Atnews) - Pengurus Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPD HKTI) Provinsi Bali Prof Nyoman Suparta mengungkapkan  berbagai permasalahan pertanian yang saat ini terjadi di Bali.
"Permasalahan itu seperti degradasi sumber daya lahan dan air serta optimalisasi lahan tidur, alih fungsi lahan yang masih tinggi, kualitas dan kuantitas sumber daya manusia (SDM) pertanian yang masih perlu ditingkatkan," kata Suparta di Denpasar, Jumat (6/12).
Ia juga memandang bahwa belum terintegrasinya pemasaran hasil pertanian dengan lembaga pemasaran termasuk sektor pariwisata.
Keberadaan agroindustri pertanian di Bali juga belum berkembang sesuai harapan dan alokasi anggaran sektor pertanian juga masih terbatas.
Disamping itu sistem penyuluhan pertanian belum berjalan sebagaimana diharapkan, baik itu dalam kelembagaan, ketenagaan dan pembiayaan. 
"Jadi yang jelas-jelas saja, yang nyata saja, tak usah banyak wacana. Begitu kata beliau," kata Suparta.
Pemaparan program pertanian dari hulu hingga hilir dari Gubernur Bali Wayan Koster itu sampai saat ini masih sangat sulit untuk dilakukan karena keberadaan lahan petani di Bali cukup kecil.
Oleh karena itu, pemberdayan petani harus dilakukan melalui berkelompok atau secara organisasi. "Nah oleh karena itu kita benahi dulu organisasinya (atau) kelembagaannya. Bagaimana membina mereka supaya bisa maju bersama-sama," jelasnya.
Hal itu telah diungkapkan ketika bertemu dengan Gubernur Bali Wayan Koster di Kantor Gubernur Bali, Senin (2/12).
Pada kesempatan itu juga,  pihaknya memperkenalkan pengurus, menjelaskan keberadaan dan independensi organisasi.
"Kami mengenalkan keberadaan organisasi yang independen tidak terikat satu partai manapun," kata Suparta saat ditemui usai pertemuan berlangsung.
Ia juga menjelaskan berbagai kegiatan yang sudah dilakukan HKTI Bali Selama ini, seperti, HKTI Bali telah melakukan berbagai kegiatan yakni pameran hasil pertanian, pelatihan kelompok tani, pembinaan kepada subak dan focus group discussion (FGD). (ART/*/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Alfa Prima Kampus Diploma Terbaik di Bali

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali