Banner Bawah

Seminar Balingkang Buka Lembaran Sejarah Perdalam Hubungan Tionghoa-Bali

Artaya - atnews

2019-11-29
Bagikan :
Dokumentasi dari - Seminar Balingkang Buka Lembaran Sejarah Perdalam Hubungan Tionghoa-Bali
Slider 1

Denpasar, 29/11 (Atnews)  - Paiketan Krama Bali bersama Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI)  Bali serta Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) menggelar Seminar Balingkang.
Kegiatan itu akan dilaksanakan pada tanggal 3-4 Desember mendatang yang mengusung tema "Melalui Kajian Etnografi Balingkang Memperkokoh Hubungan Tionghoa-Bali, Menuju Harmoni Budaya dan Religi".
Ketua Panitia Prof I Nengah Duija dalam siaran persnya Jumat (29/11) berharap lewat  
seminar ini, nantinya mampu menggali fakta  dan membuka lembaran sejarah hubungan Bali dengan Tiongkok yang mendatangkan berbagai narasumber dari lintas sektor. 
Kegiatan itu menggali informasi yang masih belum terungkap karena sumber-sumber sejarah dalam prasasti yang berkaitan sebanyak 49 buah belum menggambarkan adanya kisah antara putri Kang Cing Wie asal Tiongkok sebagai permaisuri Raja Jayapangus secara gamblang.
Untuk itu,  perlunya pendalaman yang lebih terperinci mengenai kebenaran tersebut.
Ketua Paiketan Krama Bali, Dr.Ir AA Putu Suryawan Wiranata,M.Sc menyambut baik kerjasama Semeton Tionghoa untuk menyelenggarakan Seminar ilmiah ini sehingga dapat lebih memperkuat jalinan persaudaraan di masa depan.
Ketua PSMTI Bali Ir. Hendra A Wasita mengharapkan, acara itu dapat meningkatkan kebersamaan dan persaudaraan masyarakat Bali dengan Tiongkok. 
Sementara itu Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa INTI Bali, Pdt. Sudiarta Indrajaya,S.E,S.Ag, menyatakan melalui seminar ini kita akan mendapatkan pengetahuan dan wawasan lebih luas dari Narasumber yang Kompeten. Harapan Kami dari Hasil Seminar ini dapat menjadi bekal bagi generasi sekarang maupun generasi mendatang untuk menjaga dan memperkuat secara berkesinambungan nilai nilai spiritual, budaya dan seni kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta beragama “Menyamabraya” yang telah diwariskan leluhur kita di Bali sejak ratusan tahun yang lalu, sehingga Bali menjadi Pulau yang dikenal dan dikunjungi oleh wisatawan manca negara termasuk RRT yang bahkan sekarang menduduki peringkat tertinggi. (ART/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pratisentana Bandesa Manik Mas Tidak Wajib

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

POM MIGO KAORI

POM MIGO KAORI

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia