Windia: Warisan Budaya Dunia Subak Sudah Lampu Kuning
Banner Bawah

Windia: Warisan Budaya Dunia Subak Sudah Lampu Kuning

Artaya - atnews

2019-11-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Windia: Warisan Budaya Dunia Subak Sudah Lampu Kuning
Slider 1
Denpasar, 23/11 (Atnews) - ​Ketua Penelitian Subak Univ. Udayana, Prof. Dr. Wayan Windia mengemukakan bahwa status Warisan Budaya Dunia (WBD) subak di Bali sudah dalam status “lampu kuning”. Kalau tidak ada usaha yang strategis dari pemerintah, maka bisa saja nanti status subak sebagai WBD dicabut. 
Hal itu dikemukakan Windia dalam acara pertemuan diskusi terfokus (FGD) di Univ. Dwijendra (Undwi), Jumat (22/11).  Ikut sebagai narasumber dalam pertemuan itu, Bagus Sudibya dan Dr. I Gusti Kade Sutawa.
​Windia mengatakan bahwa ketika kita mengusulkan subak sebagai WBD pada tahun 2009, ada janji-janji yang disampaikan kepada UNESCO yang tercermin dalam rencana pengelolaan. Diantaranya adalah akan dibentuk Dewan Pengelola WBD, dan melaksanakan lima prioritas program di kawasan WBD.
 Prioritas program itu adalah : (1) Mensejahterakan subak dan petani, (2) Memberikan jasa eko sistem kepada petani dan subak, (3) Mengembangan pariwisata yang berkualitas, (4) Pengembangan infrastruktur yang tidak merusak alam di WBD, dan (5) Memelihara warisan hudaya materi.
Disebutkan bahwa kelima prioritas program itu nyaris tidak terlaksana dengan baik, karena belum ada badan pengelola WBD. Ia berharap pemerintah segera membentuk badan pengelola tsb, sesuai janji kita kepada UNESCO. Di samping itu, Windia juga menyoroti berbagai pelanggaran di lapangan, yang menyebabkan UNESCO memberikan lampu kuning.
​Rektor Univ. Dwijendra, Dr. Ir. Gde Sedana, MSc mengemukakan bahwa hasil rumusan FGD ini akan diserahkan kepada pemerintah dan stakeholders lainnya, agar segera dapat ditindak lanjuti. “Kami akan segera rapat untuk membuat rumusan” katanya. 
Sementara itu Ketua HKTI Bali, Prof. Dr. Nyoman Suparta mengemukan bahwa sebaiknya kita membayar semua janji kita kepada UNESCO agar status WBD subak tidak dicabut. FGD yang dilaksanakan atas kerjasama antara HKTI Bali dan Undwi diharapkan mampu membuat rumusan yang holistik. Kemudian mampu merangsang peran serta semua stakeholders untuk bekerja sama. Tujuan kerja sama itu adalah, agar status subak sebagai WBD dapat diselematkan.(win/*)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Pratisentana Bandesa Manik Mas Tidak Wajib

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Selamat Hari Raya Galungan dan Kuningan

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan