Gema Perdamaian ke-17: Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku 
Banner Bawah

Gema Perdamaian ke-17: Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku 

Atmadja - atnews

2019-09-22
Bagikan :
Dokumentasi dari - Gema Perdamaian ke-17: Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku 
Slider 1
Denpasar, 22/9 (Atnews) - Komunitas Gema Perdamaian (GP) dengan berbagai tokoh dari kalangan pesraman, kalangan seni, budaya dan lintas agama berkumpul melakukan doa secara kusyuk untuk mendoakan agar seluruh insan diatas bumi ini dianugerahkan perdamaian dan dapat terekspresi didalam kehidupannya masing-masing. 
Hal tersebut disampaikan oleh Ida Rsi Wisesanatha sebagai ketua SC Gema Perdamaian di Gong Perdamaian Dunia Kertalangu Denpasar, Bali.  
Selain doa juga diselenggarakan sarasehan yang pada dasarnya adalah merupakan wahana edukasi bagi siapa pun yang hadir. Sehingga perspective damai dan tujuan damai dapat dimaknai dengan lebih holistic dan dapat diwujudkan dalam kehidupan sehari hari, kata Ida Rsi Wisesanatha.  
 Kegiatan GP yang dilaksanakan oleh panitia dimulai dari bulan Juni 2019 dengan berbagai kegiatan yang pada dasarnya mempromosikan nilai-nilai damai. Adapaun penyampaian nilai damai tersebut dilakukan lewat edukasi, lomba-lomba kreatif, ceramah-ceramah perdamaian dan akan ditutup dengan kegiatan puncak pada 5 Oktober 2019. 
Kegiatan GP tahun 2019 ini adalah GP yg ke-17 sebenarnya 10 tahun lebih dahulu dibandingkan keputusan PBB membuat hari perdamaian dunia pada tanggal 21 September tahun 2013. Acara puncak seperti biasa akan dihadiri oleh ribuan orang dari berbagai kalangan yang berisikan berbagai hiburan kultural, doa lintas agama yang dipimpin oleh FKUB, sarasehan antar tokoh dan hiburan dari elemen komunitas. 
Gerakan GP ini sebagai wujud konsistensi anak bangsa yg sadar bahwa damai itu mesti diupayakan oleh kita semua tanpa terkecuali dan minimum memiliki kesadaran. Gerakan GP ini merupakan kulminasi perayaan yg mengingatkan semua pihak bahwa damai itu indah dan damai itu upaya. Sehingga didalam kesehariannya semua pihak dari individu sampai kelompok merasa wajib menciptakan damai dengan menciptakan keteraturan. Mengupayakan pengaturan diri dan kelompok dengan kedesiplinan yang tinggi sebelum selanjutnya berkembang ke pengaturan dan keteraturan spiritual yang pada ujungnya tercipta kesejahteraan serta kehidupan yang berbahagia bagi semua pihak, tegas Ida Rsi Wisesanatha.  
Selain itu Ida Rsi juga menekankan bahwa perjuangan ini adalah perjuangan kita bersama. Gerakan ini adalah edukasi terhadap perspective-perspective penyebab ketidak damaian. Kita semua harus berupaya nyata menciptakan damai, karena sangat diperlukan terus menerus bagi seluruh lapisan generasi. Apalagi di Indonesia seperti yang kita lihat sendiri memiliki kerentanan yang sangat tinggi. 
Ida Rsi juga menyampaikan, bahwa Komunitas GP berkeyakinan bahwa jika Indonesia memiliki tingkat kedamaian yang tinggi maka Bangsa Indonesia akan sejahtera. "Bangsa ini diciptakan memiliki negara yang kaya raya dengan segala sumber daya alamnya sehingga sesuai dengan moto kami Damailah Bangsaku Jayalah Negeriku” pungkasnya. (ad)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Enam Arahan Presiden Pada Rakornas Penanggulangan Bencana

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali