Sampah Plastik Menghiasi Muara Sungai Tukad Saba Buleleng
Banner Bawah

Sampah Plastik Menghiasi Muara Sungai Tukad Saba Buleleng

Atmadja - atnews

2019-06-17
Bagikan :
Dokumentasi dari - Sampah Plastik Menghiasi Muara Sungai Tukad Saba Buleleng
Slider 1
Buleleng, 17/6 (Atnews) - Buleleng sebagai daerah kunjungan wisata yang terkenal dengan wisata Lumba - lumbanya lambat laun dikhawatirkan akan ditinggalkan pengunjung akibat melubernya sampah plastik di sekitar bibir pantai.
Seperti yang terlihat di aliran Tukad Saba Kelurahan Seririt, Buleleng sampah plastik menghiasi muara sungai, kesucian dari pada aliran sungai tersebut seakan tidak berarti. Jika kekotoran ini tidak segera mendapat penanganan serius, oleh Desa Pengastulan, Kecamatan Seririt dan sekitarnya maupun Pemerintah Buleleng.
Bahkan bisa menjadi ancaman serius bagi pariwisata di Bali Utara yang salah satu andalannya adalah lumba-lumba yang hidup diperairan Buleleng. 
Penyebab tercemarnya Tukad Seririt ini diduga ulah oknum masyarakat yang sengaja membuang sampah tanpa memperhatikan dampak bahaya bagi Lingkungan.
Tidak hanya mengotori lautan, bau amis dari sampah bisa tercium hingga ke permukiman warga sekitar muara Pantai Saba.
Sampah plastik pun dapat merusak ekosistem bawah laut, merusak terumbu karang, dan berbahaya bagi keberlangsungan kehidupan manusia.
Warga Desa Pengastulan mengaku kecewa dan putus asa melihat kondisi tersebut. Berton ton sampah dihasilkan setiap hari memenuhi kawasan pantai baik sampah kiriman warga yang tinggal di pinggiran Aliran Sungai Tukad Saba maupun sampah yang berasal dari warga sendiri.
Menurut penuturan warga sekitar yang enggan disebutkan namanya, dia tidak memiliki alternatif membuang sampah karena tidak tersedia tempat pembuangan. Akibatnya, mereka mengaku terpaksa membuang sampah ke sungai maupun kelaut.
Saat ditemui ditempat terpisah, Kepala Desa Pengastulan Ketut Yasa Minggu (16/6) bersama Karang Taruna Puspita Samudra Desa Pengastulan, bergotong royong membersihkan sampah di kawasan pantai Desa Pengastulan.
Yasa mengatakan, pihaknya menghimbau semua warga agar tidak menjadikan laut dan sungai tempat pembuangan akhir. Dia juga merasa malu melihat kondisi pantai dan muara Tukad Saba itu yang dipenuhi sampah. Berbagai cara telah dilakukan namun penyelesaian mendasar dari problem sampah itu belum ada.
Yasa juga mengaku telah bersurat ke  Pemerintah kabupaten Buleleng agar Desa Pengastulan diberikan fasilitas untuk mengatasi sampah yang setiap hari semakin bertambah, Namun hingga saat ini permohonan itu belum di respon oleh Pemerintah Buleleng.
Pihaknya telah melakukan upaya lain agar sampah didesanya dapat diatasi. Selain bergotong royong melibatkan sejumlah steak holder. (Yog/02)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Wagub Cok Ace Minta  Anggota PHRI Bali Implementasikan  Pergub 

Terpopuler

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Basket di akhir Pekan, Muda dan Lansia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Atlet Woodball Buleleng Raih Emas di Jatim Open 2026, Danang Dibidik Perkuat Indonesia

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

Langkah Strategis 2026: Kementerian Pariwisata Siapkan 38 Provinsi, Keselamatan Wisata Jadi Prioritas

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

BTID Terima Kunker Komisi VII DPR RI, Tak Hadiri RDP Pansus TRAP DPRD Bali Bahas Tukar Guling Tanah Mangrove

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali

SingaKren Fest 2026 Langkah Cerdas Nan Visioner Bupati Memimpin Den Bukit, Ingatkan Wisatawan Pertama Belanda ke Bali