Badung-IFC Libatkan Seratus Tim Sepakbola Mancanegara
Banner Bawah

Badung-IFC Libatkan Seratus Tim Sepakbola Mancanegara

Artaya - atnews

2019-05-18
Bagikan :
Dokumentasi dari - Badung-IFC Libatkan Seratus Tim Sepakbola Mancanegara
Badung-IFC Libatkan Seratus Tim Sepakbola Mancanegara
Badung, 18/5 Atnews) - Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo mengatakan, lapangan sepak bola yang dibangun dengan dana desa di area wisata Gunung Payung Desa Kutuh, Kabupaten Badung-Bali  akan digunakan untuk even Badung International Football Championship (Badung-IFC). 
Pertandingan ini akan melibatkan 100 tim dan 2.500 pemain/official dari 13 negara yakni Indonesia, Jepang, Korea, Australia, China, Uzbekistan, Phillipine, Thailand, Malaysia, Singapore, Vietnam, Bangladesh, dan Senegal. 
"Lapangan bola ini akan digunakan untuk beberapa international event. Karena di Badung dalam waktu dekat ada even international football. Diperkirakan bisa menghasilkan pendapatan Rp7 Miliar per bulan. Di samping itu homestay juga bisa dipakai untuk penginapan atlet, ibu-ibu juga bisa berjualan," ujarnya.
Keberadaan lapangan ini sempat ditinjau 
Presiden Joko Widodo saat berkunjung ke Bali Jumat (17/5). Lapangan sepakbola yang dibangun dari dana desa ini akan menjadi sentra wisata olahraga (sport tourism) Desa Kutuh.
"Di desa Kutuh ini konsepnya sport tourism, misalnya menyewakan lapangan sepak bola untuk latihan, kompetisi internasional. Paralayang ini saja setahun bisa hasilkan Rp800 juta. Luar biasa kan," ujarnya.
Desa Kutuh adalah contoh desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk mengembangkan ekonomi dan mensejhterakan masyarakat desa. Ia menyarankan desa-desa lain yang memiliki karakter serupa dengan Desa Kutuh dapat menduplikat konsep yang telah dikembangkan desa ini.
"Dana desa ini bisa men-trigger (memicu) ekonomi yang ada di desa, sehingga masyarakat merasakan manfaatnya. Ini bisa dikopi di tempat lain yang memiliki kemiripan, entah di Sumatera, Jawa, Kalimantan, terkait model, keberhasilan sebuah manajemen pengelolaan dana desa untuk kemanfaatan masyarakat.
Desa Kutuh merupakan salah satu desa yang berhasil memanfaatkan dana desa untuk kesejahteraan masyarakatnya, sehingga mampu keluar dari kemiskinan.(*/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Enam Arahan Presiden Pada Rakornas Penanggulangan Bencana

Terpopuler

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Menanti Bukti Nyata Wacana Koster, Pengamat: Jangan Hanya 'Omon-Omon' Bela Petani Bali!

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Jangan Lewatkan! Kemnaker Buka Sertifikasi Kompetensi Gratis bagi Lulusan Pemagangan 2025 Batch 3

Yoga

Yoga

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Rekayasa Sosial untuk Hindu yang Inklusif dan Adaptif

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

Kemenpar Genjot Pasar Malaysia Lewat Wonderful Indonesia Sales Mission 2026

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan

OJK Perkuat Ekosistem Inovasi Teknologi Sektor Keuangan Melalui Regulasi Adaptif dan Kolaborasi Pemangku Kepentingan