Banner Bawah

UNESCO Terima Laporan, Prof Windia Diundang ke Markas Besar di Paris Perancis

Artaya - atnews

2019-05-03
Bagikan :
Dokumentasi dari - UNESCO Terima Laporan, Prof Windia Diundang ke Markas Besar di Paris Perancis
Slider 1

Denpasar, 3/5 (Atnews) - Ketua Pusat Penelitian (Puslit) Subak Universitas Udayana (Unud) Prof Wayan Windia mendapatkan undangan dari markas besar The United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) di Paris, Perancis pada 13 Mei mendatang.
UNESCO mengharapkan Prof Windia mempresentasikan tentang sistem subak di Bali dalam acara “International Water Conference”.
Pada kesempatan itu,  Ia akan menyampaikan berbagai pelanggaran warisan budaya dunia (WBD) Kawasan Subak Jatiluwih.
“Saya akan mengusulkan agar pengakuan UNESCO terhadap Subak Jatiluwih dan lain-lain sebagai WBD agar dicabut saja,” kata Windia di Denpasar, Jumat (3/5).
Oleh karena, hampir semua janji pemerintah kepada UNESCO tidak dilaksanakan.  Bahkan banyak terjadi pelanggaran di Kawasan Subak Jatiluwih.
Sejak ditetapkan UNESCO menetapkan WBD Subak Jatiluwih tahun 2012 hingga kini belum terbentuk badan pengelola WBD. 
Serta melaksanakan lima prioritas program sesuai dosier atau proposal yang dikirim ke UNESCO.
Pertama menyejahterakan petani dan mengajak petani ikut terlibat dalam pengambilan keputusan, Kedua dengan memberikan jasa lingkungan kepada petani. Ketiga mengembangkan pariwisata yang terkendali. Keempat tidak menggunakan barang pabrikan untuk menggantikan benda yang lama. Serta pembangunan infrastruktur yang tidak merusak kawasan.
Sementara ini, laporan sudah banyak masuk ke UNESCO. 
“Mengingat pihak Unesco punya perwakilan di Indonesia.  Ia tahu semua pelanggaran itu," tegasnya.
Kasus subak di Bali yang diakui UNESCO sebagai WBD sangat memprihatinkan.
Hal itu terjadi diduga kuat dampak dari semua elemen hanya melihat sektor ekonomi kawasan Subak WBD untuk kepentingan jangka pendek saja.
Untuk itu, pihaknya mengusulkan agar di masa depan UNESCO hanya menerima usulan living monument seperti halnya subak kalau sudah dilampirkan rencana detail tata ruang (RDTR). (ART/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Sejumlah Prebekel Jatim Dalami Smartdesa Duda Timur

Terpopuler

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

Nilai Tukar Petani (NTP) Menaik: Indikasi Perwujudan Ekonomi Kerthi Bali

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

BPOLBF Gandeng Investor Kembangkan Wellness dan Agrowisata Berkelanjutan di Parapuar Labuan Bajo

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

Perpaduan Budaya di Tepi Pantai: Kecak dan Barongsai Meriahkan Imlek di The Nusa Dua

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

GPS Minta Cabut Status Tersangka Kepala BPN Bali, Tim Hukum Soroti Asas Legalitas

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia

Tandatangani Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Kemitraan Strategis Indonesia-Australia