Banner Bawah

Polisi Belum Tahu Pengoplosan Gas LPG di Desa Sedang Tetap  Eksis

Artaya - atnews

2019-04-23
Bagikan :
Dokumentasi dari - Polisi Belum Tahu Pengoplosan Gas LPG di Desa Sedang Tetap  Eksis
Slider 1

Badung 23/4 (Atnews) - Aktivitas pemindahan isi tabung gas LPG 3 Kg, ke tabung kosong 12 Kg dan 50 Kg di Jalan Sapreg, Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Badung, kian eksis.
Selain terang-terangan, aksi melanggar tersebut hampir sama sekali tak terjamah aparat kepolisian. Diduga ada oknum kuat membeckup dibelakangnya.
Informasi dihimpun, kegiatan ini sudah berlangsung lama. Mirisnya lagi, demi mendapat untung pribadi, pelaku nakal ini sengaja mengambil hak masyarakat, dengan cara memindahkan ribuan isi tabung subsidi ke tabung besar non-subsidi.
Kepada wartawan, Mang Murja (47) warga yang juga pengamat migas menyatakan, selain merugikan negara, aktivitas mengoplos gas LPG jelas dilarang. Terlebih, kegiatannya merampas hak masyarakat kurang mampu untuk meraup untung lebih.
"Apapun nama kegiatannya, yang namanya mengoplos gas apalagi gas subsudi, jelas melanggar hukum, " ujar Murja. 
Menurutnya, cara yang dilakukan oknum tersebut sangat bertentangan dan melanggar Pasal 62 ayat 1, UU No 8 Tahun 1999 tentang perlindungan konsumen, juga Pasal 32 ayat 2, UU No 2 Tahun 1981 tentang Metrologi Legal.
Sementara itu, warga berinisial WS menjelaskan, jika gudang batako pintu besi cat biru tersebut, markas untuk mengoplos gas LPG dan itu bukan rahasia lagi.
" Setahu saya pintu gudang itu ada dua, depan dan tengah. Dikelola oleh KM alias M, digunakan untuk mengoplos gas, " terangnya.
Modus yang digunakan oknum memindahkan isi tabung gas 3 Kg ke tabung kosong ukuran 12 Kg secara manual, yakni tabung LPG ukuran 3 Kg yang isi diletakkan di atas tabung kosong ukuran 12 Kg dengan dipasang selang regulator di antara kedua tabung yang kosong dengan yang isi, untuk memindahkan isi gas tersebut.
" Saya pernah lihat, diletakkan es batu untuk menurunkan tekanan tabung agar mempercepat proses pemindahan isi LPG, " pungkasnya.
Terkait hal itu, Kapolsek Abiansemal, Kompol Ida Bagus Mertayasa, dikonfirmasi Selasa (23/4) mengaku, tidak mengetahui, karena belum mendapat laporan jika ada aktivitas yang melanggar di wilayah hukumnya.
" Sabar ya teman-temana, tiyang (saya-red) cari informasi dulu, " ungkap Kompol Mertayasa mengakhiri. (NEXT,/ika)

Baca Artikel Menarik Lainnya : Presiden Jokowi Minta Edukasi Kebencanaan Segera Dilakukan

Terpopuler

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Ayo Jaga Bali agar Tidak “Leteh” oleh Sampah: Penanganan Sampah Berkelanjutan di Banjar/Desa

Carut-Marut Sampah

Carut-Marut Sampah

ADVERTISING JAGIR
Official Youtube Channel

#Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

ADVERTISING JAGIR Official Youtube Channel #Atnews #Jagir #SegerDumunTunas

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Nuanu Menetapkan Pura Beji Dalem Segara sebagai Pura Kawasan, Pelestarian Budaya Bali

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Wabup Buleleng Gede Supriatna Resmikan Kantor Perbekel Desa Alasangker, Tekankan Pelayanan Masyarakat Meningkat

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali

Dorong Sport Tourism, Melalui Fun Rally Jelajah Alam Buleleng, Diikuti 198 Peserta Se-Bali