Denpasar (Atnews) - Massa Forum Koordinasi Hindu Bali (FKHB) memasang spanduk penutupan Pasraman Sri Jagannatha Gourangga salah satu Ashram Perkumpulan International Society for Krishna Consciousness (ISKCON) Indonesia di Jalan Tukad Balian Denpasar, Jumat (7/5).
Aksi itu dalam mendukung Surat Keputusan Bersama (SKB) PHDI dan MDA Bali Nomor 106/PHDI-Bali/XII/2020 dan Nomor 07/SK/MDA-Prov Bali/XII/2020 tentang Pembatasan Kegiatan Pengembang Ajaran Sampradaya Non Dresta Bali.
Untuk melarang dan menolak Sampradaya yang tidak sesuai dengan Dresta Bali dan siap mendukung Desa Adat menutup Ashram Sampradaya non Dresta Bali ini berlangsung aman dan tertib.
Ketua Forum Koordinasi Hindu Bali Wayan Bagiarta Negara, sebelum aksi pemasangan spanduk, pihaknya menggelar deklarasi mendukung SKB PHDI dan MDA Bali yang melarang dan menolak Sampradaya yang tidak sesuai dengan Dresta Bali bertempat di Sekretariat Perguruan Sandhi Murti Jalan Tukad Citarum Denpasar.
Sedangkan Pinisepuh Perguruan Sandhi Murti, I Gusti Ngurah Artha mengaku pihaknya ingin menjaga budaya dan tradisi Bali agar tidak dirongrong dan diperlakukan sewenang-wenang oleh kelompok Sampradaya serta elemen Sampradaya lainnya seperti Majelis Ketahanan Bali Nusantara (MKKBN).
“Kita tidak ingin kena tipu-tipu seperti jaman Belanda dahulu, bendera Belanda dikatakan bagian dari Tri Murti, Brahma, Wisnu, Siwa. Orang Bali terlena dan dibiarkan Belanda berkeliaran, dan dibiarkan kita terjajah. Kita tidak ingin hal seperti itu terulang lagi. Kita memperkuat SKB MDA dan Parisadha, ini yang kita dukung,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu penghuni Ashram yang tidak mau disebut namanya menyatakan dirinya tidak punya otoritas untuk menyampaikan tanggapan. Hal ini menurutnya agar tidak terjadi salah komunikasi.
Pada bagian dalam pasraman, terlihat seorang pria yang malah sibuk mengabadikan orasi yang tengah berlangsung dengan menggunakan handphone, seolah memang sudah siap dengan kedatangan puluhan awak organisasi dan anggota Sandhi Murti itu. (GAB/ART/001)