Denpasar (Atnews) - Ketua Yayasan Kepustakaan Soekarno, IB Darmika Marhaen yang akrab disapa Gus Marhaen akan membangun Patung Sukarno - Nehru di Desa Bhuana Giri, Bebandem Karangasem.
Kedua tokoh tersebut memiliki reputasi tingkat dunia dalam memimpin negara baik sebagai Presiden Indonesia Soekarno dengan Perdana Menteri (PM) India Jawaharlal Nehru.
Dengan memiliki hubungan sejarah yang erat pada masa kemerdekaan, begitu juga di tingkat ASEAN, antara Indonesia dengan India juga memiliki peran di tingkat global seperti pada G-20 maupun pada gerakan perdamaian dunia.
Bahkan sejarah besar untuk mengenang kembali bagaimana Soekarno memimpin bangsa ini yang dikenal Asia Afrika Carter yang di dalamnya terbuat Panit Nehru dengan Soekarno.
"Untuk itu, Bali dan Indonesia dengan India memiliki hubungan yang sangat erat. Tak hanya tentang agama dan budaya, bukti hubungan persaudaraan itu juga tercatat dalam sejarah dan tersimpan rapi di Museum Agung Bung Karno," kata Gus Marhaen kepada Atnews di Denpasar, Sabtu (20/3).
Pembangunan patung Sukarno - Nehru yang digagas oleh Gus Marhaen yang juga Ketua Museum Agung Bung Karno akan diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Karangasem.
Sementara prasasti Kepustakaan Sukarno - Nehru telah ditandatangani oleh Dubes India untuk Indonesia Manoj Kumar Bharti dengan Ketua Yayasan Kepustakaan Bung Karno, Gus Marhaen pada Selasa (17/3).
Rencana pembangunan itu telah mendapatkan dukungan Bupati Karangasem I Gede Dana, maka dari itu pihaknya tetap mengharapkan dukungan semua elemen baik di Bali, Indonesia dan dunia.
Oleh karena, kedua tokoh tersebut telah menginspirasi dunia sehingga menjadi warisan sejarah bagi penerus bangsa Indonesia.
PM India Nehru merupakan salah satu pemimpin berpengaruh selama masa pergerakan kemerdekaan India, dan dinilai sebagai penerus politik Mahatma Gandhi.
Nehru menjadi perdana menteri pertama setelah India meraih kemerdekaan pada 15 Agustus 1947. Serta melakukan reformasi ekonomi dan pendidikan yang membuatnya dihormati.
Sedangkan Sukarno adalah presiden pertama Republik Indonesia, sekaligus tokoh proklamator negara ini. Sokarno akrab dipanggil dengan julukan Bung Karno.
Selain itu, pembangunan itu akan dilengkapi dengan patung Rsi Agastya adalah seorang Rsi dari India Selatan. Di dalam sejarah penyebaran Agama Hindu, Rsi Agastya adalah sangat terkenal jasa-jasanya.
Serta patung Rsi Markandeya sebagai pendiri Pura Agung Besakih, yang hingga kini menjadi spirit bagi kehidupan masyarakat Hindu di Bali, khususnya warisan pembuatan endek dan sistem subak (pertanian).
Rsi Markandhya menanam kendi yang berisi Panca Datu, lima jenis logam mulia. Seperti perunggu, emas, perak, tembaga, dan besi di Pura Basukian.
Tujuan penanaman Panca Datu adalah permohonan keselamatan untuk Sang Maha Rsi dan para pengikutnya. Lama-kelamaan komplek pura Basukian dikenal dengan nama Pura Besakih.
Dijelaskan pula, memilih Desa Bhuana Giri karena masih satu kawasan dengan Gunung Agung dan Pura Besakih yang patut dijaga kesuciannya. Apalagi kini telah dibangun dengan megah Pura Pasar Agung Nangka.
Kawasan itu pula tempat bersejarah bagi Bali karena tempat kemenangan pahlawan I Gusti Ngurah Rai (Dusun Tanah Aron) ketika melawan penjajah.
Nantinya pembangunan tersebut dapat memperkuat hubungan Indonesia dan India yang memiliki kemiripan budaya.
Dedikasi dan cita-cita mulia ini agar doa restu seluruh pihak, karena dalam perjalanannya kerjasama kedua belah pihak terus berkembang di berbagai sektor seperti pemerintahan, ekonomi, bisnis, budaya dan pendidikan.
India juga negara berpenduduk terbesar kedua di dunia, setelah China. Pertumbuhan ekonomi India dan tingkat kesejahteraan warga masih tergolong baik.
Jumlah masyarakat menengah atas India relatif besar. Ini adalah pasar besar yang perlu digarap khusus untuk mendongkrak kunjungan wisatawan ke tanah air pasca pandemi Covid-19, khususnya di Bali negara tersebut masuk tingkat kunjungan terbanyak masuk tiga besar. (ART/001)