Denpasar, (Atnews)- Aksara Bali bukan sekedar simbul goresan semata, tetapi punya nilai filosofi amat mendalam dan sakral sekaligus memiliki makna dan kekuatan yang bisa dihidupkan.
Wakil Gubernur Bali, Cokorda Oka Raka Ardana Sukawati menegaskan hal itu dalam bincang-bincang dengan Atnews usai menyaksikan pembukaan Bulan Bahasa Bali kedua tahun 2020 di Gedung Ksirarnawa Taman Budaya Provinsi Bali ( Sabtu, 1/2).
Wakil Gubernur Bali, ketika ditemui usai live di Studio Mini Programa 1 RRI Denpasar di lantai Dasar Gedung Ksirarnawa menandaskan, aksara Bali adalah simbul-simbul yang memiliki makna dan kekuatan yang bisa dihidupkan. Setiap aksara Bali adalah simbul-simbul yang memiliki kekuatan dan penempatan berbeda satu sama lain dalam bhuana alit atau didalam tubuh manusia.
Mantan bupati Gianyar itu menyatakan optimis, aksara sastra dan bahasa Bali akan tetap kokoh dan lestari. Langkah-langkah yang ditempuh dalam upaya tetap mengajegkan potensi keberadaan aksara, sastra dan bahasa Bali diantaranya melalui pengenalan secara intens di tempat-tempat perusahaan2 dan lainnya.
Tambah Wagub Cok Ace, Bali sebagai daerah wisata perlu terus menyajikan hal-hal atau pengenalan sesuatu yang baru; nah potensi aksara, sastra dan bahasa Bali yang belum terungkap dan masih tersembunyi perlu kita gali untuk kita tawarkan. Ini justru yang akan membedakan Bali dengan daerah lainnya di Tanah Air.
Wakil Gubernur Bali itu juga mengingatkan kita semua, jangan sampai hal- hal yang bersifat sakral diprofankan serta yang profan diekploitasi untuk dikomersialkan, tegasnya. ( ibm/02 ).