Jakarta (Atnews) – Kepemimpinan baru di tubuh Kepolisian Republik Indonesia (Polri) resmi dimulai. Langkah Komisi III DPR RI yang menyetujui Komisaris Jenderal Polisi Suyudi Ario Seto sebagai Kapolri menggantikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, memicu gelombang optimisme dari berbagai elemen masyarakat sipil.
Salah satu dukungan kuat datang dari aktivis muda Hindu yang juga Ketua Umum Pimpinan Pusat Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (PP KMHDI) periode 2023–2025, I Wayan Darmawan. Ia mengaku optimistis bahwa di bawah nakhoda baru, institusi Polri akan bergerak ke arah yang jauh lebih baik, profesional, dan responsif.
Optimisme Darmawan bukan tanpa alasan. Ia menilai Jenderal Suyudi memiliki rekam jejak kepemimpinan yang panjang serta pengalaman konkret dalam memetakan persoalan keamanan nasional.
Jabatan-jabatan strategis yang pernah diemban Suyudi seperti Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Kapolda Banten, hingga Wakapolda Metro Jaya, menjadi modal kokoh untuk memimpin korps Bhayangkara.
“Tantangan kepolisian ke depan semakin kompleks seiring pesatnya teknologi dan meningkatnya kejahatan lintas negara. Dengan kapasitas kepemimpinan yang dimiliki Jenderal Suyudi, kita yakin Polri mampu menghadapi dinamika keamanan (kamtibmas) tersebut dengan pendekatan yang adaptif,” ujar Wayan Darmawan di Jakarta.
Wayan menyoroti visi utama Kapolri bertajuk “Polisi Bersama Masyarakat”. Menurutnya, komitmen Jenderal Suyudi untuk merombak kualitas dan pola rekrutmen merupakan fondasi utama mengembalikan citra Polri sebagai institusi yang bersih.
“Penguatan sistem meritokrasi dalam tubuh Polri akan menutup celah bagi praktik-praktik non-prosedural seperti titipan atau transaksi jabatan. Rekrutmen dan pembinaan karier yang transparan berbasis rekam jejak akan melahirkan Bhayangkara-Bhayangkara terbaik,” tuturnya.
Lebih lanjut, Darmawan menggarisbawahi komitmen radikal Kapolri untuk menghapus fenomena “No Viral, No Justice”. Komitmen pelayanan yang cepat, transparan, dan tidak diskriminatif dinilai sebagai jawaban nyata atas keresahan publik selama ini.
“Pelayanan publik yang humanis dan tanggap tanpa harus menunggu sebuah kasus viral akan menghadirkan rasa aman yang objektif di tengah masyarakat. Slogan 'Polisi Bersama Masyarakat' harus betul-betul diimplementasikan dan dirasakan dampaknya secara langsung oleh rakyat,” tegas aktivis Hindu tersebut.
Catatan positif juga diberikan Darmawan terkait rencana perampingan struktur organisasi di tingkat Mabes Polri. Langkah memfokuskan energi serta sumber daya ke satuan kerja di tingkat Polres dan Polsek dianggap sebagai strategi taktis yang sangat jitu.
“Polres dan Polsek adalah ujung tombak pelayanan yang bersentuhan langsung dengan warga. Memperkuat lini terdepan ini berarti memperpendek jarak antara negara dan rakyat,” tambahnya.
Wayan menegaskan, langkah taktis ini tidak hanya menjawab tantangan internal kepolisian, melainkan juga berjalan beriringan dengan visi besar nasional. Visi Jenderal Suyudi dinilai selaras dan mendukung penuh implementasi program Asta Cita yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo Subianto demi mewujudkan Indonesia yang aman, adil, dan berdaulat.
Di akhir pernyataannya, Darmawan mengingatkan sejumlah pekerjaan rumah (PR) besar yang langsung menanti Kapolri baru. Mulai dari penanganan kejahatan siber (cybercrime), pemberantasan judi online, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), hingga peredaran gelap narkoba.
Semua tantangan tersebut, menurut Darmawan, menuntut peningkatan kapasitas SDM, pemanfaatan teknologi, serta penguatan koordinasi antarlembaga.
“Profesionalisme, transparansi, dan akuntabilitas harus menjadi prinsip utama.
Kita semua berharap Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Suyudi terus melakukan pembenahan internal yang konsisten, menjaga integritas, serta selalu menempatkan kepentingan dan perlindungan masyarakat sebagai prioritas paling utama,” pungkas Darmawan (Z/002)