Urbanisasi dan Kapitalisme, Berkembang Tak Terkendali
Banner Bawah

Urbanisasi dan Kapitalisme, Berkembang Tak Terkendali

Admin 2 - atnews

2026-10-01
Bagikan :
Dokumentasi dari - Urbanisasi dan Kapitalisme, Berkembang Tak Terkendali
Tokoh Masyarakat AA Bagus Adhi Mahendra Putra (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Tokoh Masyarakat AA Bagus Adhi Mahendra Putra (AMP) dikenal Gus Adhi yang juga mantan DPR RI Dapil Bali menyoroti kondisi negara yang merepresentasikan konsep urbanisasi dan kapitalisme yang berkembang tidak terkendali

"Secara visual Potret negara kita kini merepresentasikan konsep urbanisasi dan kapitalisme yang berkembang tidak terkendali (uncontrolled growth/urban sprawl)," kata Gus Adhi di Denpasar, Rabu (30/9).

​Menurutnya, Indonesia masih mengalami kontras ekstrem atau ketimpangan sosial. Di ibu kota negara (Jakarta), gedung-gedung pencakar langit megah yang terus bertumbuh menjulang tinggi berdiri tepat di samping kawasan kumuh dan pedagang kecil.

Pembangunan Gedung pencakar langit serupa  hendaknya jangan sampai dilakukan didaerah-daerah di Indinesia (terutama Bali) namun justru lebih didorong bangunan mencirikan khas daerah. 

Hal ini memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi hanya terpusat pada segelintir pihak, sementara pertumbuhan kota tidak dibarengi pemerataan kesejahteraan.

Selain itu, pertumbuhan fisik yang menghimpit ruang hidup. Gedung kaca modern tampak mengepung perkampungan sempit, kabel-kabel semrawut, dan jalanan padat, menggambarkan kota yang tumbuh terlalu cepat tanpa tata kota yang manusiawi.

Untuk itu, "Bersulang kemewahan dari cawan penderitaan" dan "Berdasi rapi, berhati sunyi dari empati" mempertegas bahwa kemajuan yang tidak terkontrol telah mengorbankan nurani, keadilan, dan kemanusiaan.

​Jika pemimpin negeri ingin fokus melaksanakan pembangunan sebagai esensi anggaran dan peraturan yang dihasilkan untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat, aspek ketimpangan sosial akibat modernisasi/pembangunan liar tidak akan terjadi seperti pada gambar ini yang merupakan metafora visual yang sangat kuat.

"Kami titip bangsa dan rakyat ini pada mu Pemimpinku," pungkasnya (Z/002) 

Baca Artikel Menarik Lainnya : MPB dalam Kenangan

Terpopuler

Merawat Denyut Nadi Ibu Pertiwi: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

Merawat Denyut Nadi Ibu Pertiwi: Pancasila Pemersatu Bangsa Menuju Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur

DJPb Bali Kawal APBN dan APBD Berjalan Optimal, Berikan Manfaat Kesejahteraan Masyarakat

DJPb Bali Kawal APBN dan APBD Berjalan Optimal, Berikan Manfaat Kesejahteraan Masyarakat

Sewa Pertokoan di Dalung

Sewa Pertokoan di Dalung

Kemenpar Salurkan Rp1 Miliar, Dorong Ekonomi Dusun Sade Bangkit Pascakebakaran

Kemenpar Salurkan Rp1 Miliar, Dorong Ekonomi Dusun Sade Bangkit Pascakebakaran

Wamenpar: Poparnas 2026 Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah

Wamenpar: Poparnas 2026 Jadi Momentum Gerakkan Ekonomi dan Promosi Wisata Daerah

Hari Kesaktian Pancasila, Pangdam Udayana Dorong Prajurit dan PNS Amalkan Nilai Pancasila

Hari Kesaktian Pancasila, Pangdam Udayana Dorong Prajurit dan PNS Amalkan Nilai Pancasila