Denpasar (Atnews) - Tokoh Masyarakat AA Bagus Adhi Mahendra Putra (AMP) dikenal Gus Adhi yang juga mantan DPR RI Dapil Bali menyoroti kondisi negara yang merepresentasikan konsep urbanisasi dan kapitalisme yang berkembang tidak terkendali
"Secara visual Potret negara kita kini merepresentasikan konsep urbanisasi dan kapitalisme yang berkembang tidak terkendali (uncontrolled growth/urban sprawl)," kata Gus Adhi di Denpasar, Rabu (30/9).
Menurutnya, Indonesia masih mengalami kontras ekstrem atau ketimpangan sosial. Di ibu kota negara (Jakarta), gedung-gedung pencakar langit megah yang terus bertumbuh menjulang tinggi berdiri tepat di samping kawasan kumuh dan pedagang kecil.
Pembangunan Gedung pencakar langit serupa hendaknya jangan sampai dilakukan didaerah-daerah di Indinesia (terutama Bali) namun justru lebih didorong bangunan mencirikan khas daerah.
Hal ini memperlihatkan bahwa pembangunan ekonomi hanya terpusat pada segelintir pihak, sementara pertumbuhan kota tidak dibarengi pemerataan kesejahteraan.
Selain itu, pertumbuhan fisik yang menghimpit ruang hidup. Gedung kaca modern tampak mengepung perkampungan sempit, kabel-kabel semrawut, dan jalanan padat, menggambarkan kota yang tumbuh terlalu cepat tanpa tata kota yang manusiawi.
Untuk itu, "Bersulang kemewahan dari cawan penderitaan" dan "Berdasi rapi, berhati sunyi dari empati" mempertegas bahwa kemajuan yang tidak terkontrol telah mengorbankan nurani, keadilan, dan kemanusiaan.
Jika pemimpin negeri ingin fokus melaksanakan pembangunan sebagai esensi anggaran dan peraturan yang dihasilkan untuk meningkatkan kesejahtraan rakyat, aspek ketimpangan sosial akibat modernisasi/pembangunan liar tidak akan terjadi seperti pada gambar ini yang merupakan metafora visual yang sangat kuat.
"Kami titip bangsa dan rakyat ini pada mu Pemimpinku," pungkasnya (Z/002)