Oleh Krisna Andika
Hari ini, 28 September 2026, dunia memperingati Hari Rabies Sedunia. Tahun ini tema global yang diusung adalah “Stronger Together” – Kuat Bersama* untuk mengeliminasi bahaya rabies.
Bagi Bali, peringatan ini bukan seremoni. Rabies adalah ancaman nyata. Satu gigitan bisa merenggut nyawa. Tetapi satu kesadaran bersama bisa menyelamatkan banyak nyawa.
Kampanye global "Zero by 2030" menargetkan nol kematian manusia akibat gigitan anjing pada tahun 2030. Target itu hanya bisa dicapai jika kita kuat bersama.
Apa yang Harus Kita Lakukan?
Pencegahan rabies tidak butuh biaya mahal. Ia butuh disiplin.
1. Vaksinasi Rutin. Vaksinasi hewan peliharaan — anjing, kucing, atau kera — secara rutin setiap tahun. Jangan tunda. Di Bali, Puskeswan di setiap kabupaten siap melayani.
2. Kandangkan dan Awasi. Kandangkan atau awasi hewan peliharaan agar tidak liar dan tertular dari hewan lain. Anjing yang berkeliaran adalah rantai penularan yang paling cepat.
3. Cuci Luka 15 Menit. Jika terkena gigitan, ini adalah pertolongan pertama yang menyelamatkan nyawa: Cuci luka gigitan segera dengan sabun dan air mengalir selama 15 menit, lalu datangi fasilitas kesehatan (faskes) terdekat. Jangan ditutup dengan daun-daunan atau ramuan.
Rabies 100 persen mematikan jika gejala sudah muncul, tetapi 100 persen bisa dicegah dengan tindakan cepat.
Kuat Bersama bukan hanya slogan. Di MPB Badung, di Pertigaan Gaji, di Taman Shiva Loka, kita diajarkan bahwa menjaga lingkungan berarti juga menjaga hewan dan manusia di sekitarnya.
Hari Rabies Sedunia adalah pengingat: cinta pada anabul harus dibarengi tanggung jawab.
Vaksinasi hari ini, berarti melindungi keluarga esok hari.
*) Krisna Andika, Mahasiswa S2 Kajian Budaya