Festival Kue Bulan ke-4 Dirangkaikan Pelantikan Pengurus Minnan Bali 2026–2030, Komitmen Lestarikan Budaya dan Perkuat Harmoni
Festival Kue Bulan ke-4 Dirangkaikan Pelantikan Pengurus Minnan Bali 2026–2030, Komitmen Lestarikan Budaya dan Perkuat Harmoni
Admin 2 -
atnews
2026-09-26
Bagikan :
Festival Kue Bulan ke-4 (ist/atnews)
Denpasar (Atnews) - Perkumpulan Minnan Bali resmi melantik kepengurusan baru masa bakti 2026–2030 di Living World Denpasar. Pelantikan ini dirangkaikan dengan gelaran Festival Kue Bulan Minnan Bali yang ke-4 bertajuk “Menjaga Budaya, Membangun Harmoni”.
Rangkaian acara diawali dengan aksi sosial di Pasar Badung Denpasar. Berkolaborasi dengan Perumda Pasar Sewaka Darma, panitia membagikan 300 paket Kue Bulan dan Nasi Jinggo kepada para juru suwun, juru bersih, juru parkir, hingga pedagang lokal.
Kepedulian sosial tersebut berlanjut pada puncak acara malam hari dengan merayakan kebersamaan di bawah sinar bulan purnama bersama anak-anak dari empat panti asuhan lintas agama.
Ketua Minnan Bali periode 2026–2030 terpilih, Rustam Chen, menegaskan bahwa kepemimpinannya membawa visi untuk merawat sejarah, melestarikan budaya, serta mempererat tali persaudaraan demi kemanfaatan masyarakat Bali dan Indonesia.
"Bagi kami, pelantikan ini bukan sekadar pengukuhan kepengurusan, tetapi sebuah amanah untuk melanjutkan warisan para pendahulu dan menyiapkannya bagi generasi mendatang," ujar Rustam Chen dalam sambutannya.
Ia menuturkan pentingnya menjadikan nilai-nilai kebudayaan sebagai pondasi aksi nyata. "Kami ingin menjadikan sejarah dan budaya bukan hanya sebagai kenangan masa lalu, tetapi sebagai nilai yang hidup, yang dapat memperkuat jati diri, kebersamaan, dan kepedulian terhadap sesama.
Apa yang diwariskan kepada kita, mari kita jaga. Apa yang kita jaga hari ini, mari kita wariskan kepada generasi berikutnya dalam keadaan yang lebih baik," tambahnya.
Dukungan dan apresiasi mengalir dari berbagai tokoh masyarakat, lintas agama, serta perwakilan instansi diplomatik. Acara tersebut turut dihadiri oleh Wakil Konsul Jenderal Republik Rakyat Tiongkok, Ketua Pembina Prof. Sulistyawati, Ketua Penasehat Sudiarta Indrajaya, perwakilan Pemerintah Kota Denpasar, serta manajemen Living World dan Haidilao yang turut menyokong kelancaran kegiatan.
Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Bali sekaligus Bendesa Agung Majelis Desa Adat Provinsi Bali, Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet, mengapresiasi tinggi konsistensi Minnan Bali dalam menjaga tradisi sekaligus merawat kerukunan antarumat.
"Ini sangat bagus sekali, acara sosialnya banyak dari pagi. Memang semua umat dan bangsa di dunia ini wajib melestarikan tradisi budaya leluhur karena selalu adiluhung, baik, dan sejajar dengan ajaran agama yang mengajarkan kemuliaan, keluhuran, serta toleransi," kata Ida Pangelingsir Agung Putra Sukahet.
Ia mengaitkan tema kegiatan dengan penguatan integrasi kebangsaan. "Festival Kue Bulan ini menjaga budaya membangun harmoni, menjaga tradisi membangun kerukunan yang tidak boleh berhenti sampai kapan pun. Ini sangat baik bukan hanya untuk Bali, tetapi juga untuk NKRI," tegasnya.
Sinergi antar-organisasi Tionghoa di Bali juga menjadi sorotan utama dalam pelantikan ini. Ketua Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, Dr. Putu Agung Prianta, B.Eng (Hons.), MA., menyampaikan selamat atas dilantiknya jajaran pengurus baru Minnan Bali di bawah kepemimpinan Rustam Chen.
"Selamat untuk Ketua Minnan meneruskan tradisi. Selamat kepada Rustam Chen yang sudah terpilih sebagai Ketua Minnan Bali," tutur Dr. Putu Agung Prianta.
Ia berharap kepengurusan baru ini dapat memperkuat jalinan kerja sama lintas organisasi. "Semoga bisa berkolaborasi dengan INTI Bali dan memberi nilai tambah untuk masyarakat Bali dan sekitarnya. Dan untuk Indonesia: rukun, rukun, rukun," pungkasnya.
Melalui pembacaan ikrar pengurus, penampilan seni budaya, serta keterlibatan aktif elemen lintas agama dan masyarakat, Minnan Bali menegaskan komitmennya sesuai semboyan organisasi: Minnan Bali — Bersatu, Berbudaya, Bersaudara, Bersumbangsih. (SUK/002)